
Lisa sepulangnya dari pesta ulang tahun pabrik konveksi tempat nya bekerja menghabiskan waktunya dengan menatap dirinya di cermin di rumah kontrakan nya yang cuma sepetak saja ukurannya.
" Aku memilih untuk menjadi pacarnya Lukas di karenakan aku sudah mendengar informasi tentang Benny yang ternyata sudah mempunyai seorang istri yang kini tinggal bersama dengan pria itu di rusun Mawar dan informasi tersebut aku dapatkan dari Abah Budiman." Kata Lisa.
" Lisa sudah waktunya untuk kamu memiliki pacar untuk menjadi seorang pendamping mu di masa depan karena usia mu sudah cukup untuk menikah dan memiliki keluarga sendiri. Jadi, Abah minta akhir tahun ini kamu ajak pulang pacarmu ke rumah untuk temui Abah dan Enyak di rumah untuk menentukan masa depan mu. " Kata Abah Budiman melalui telepon genggam di WA kepada Lisa.
" Iya, Abah. Lisa ngerti kok maksud hati Abah dan Enyak. " Jawab Lisa yang sekarang ini telah berubah menjadi lebih dewasa dalam menyikapi masalah kehidupannya dan kehidupan orangtua nya.
Lisa menengok ke HP nya yang di letakkan di atas meja rias lalu Ia melihat pesan WA dari Lukas Wildan yang menanyakan kabarnya usai Ia pulang dari pesta ulang tahun pabrik dengan di antar pulang oleh Lukas.
" Kabarku baik, Kak Lukas. Aku senang sekali di antar pulang ke rumah oleh mu. " Balas Lisa di WA.
" Oh, oke deh Lisa sekarang kau mandi dan tidur ya karena sudah malam. " Tulis pesan WA Lukas Wildan kepada Lisa.
" Ya, Kak Lukas selamat tidur dan selamat malam untuk mu. " Balas pesan WA Lisa untuk Lukas Wildan.
******
Di perumahan Anyelir, Kota Tangerang.
Ziko yang baru pulang dari rumah sakit sehabis kegiatan rutinitas nya sebagai seorang pasien penyakit ginjal, Ia di haruskan selama dua kali dalam seminggu untuk melakukan terapi cuci darah untuk mempertahankan kehidupan nya.
Ia tak sengaja melihat seorang gadis remaja di rumah sebelah dan Ia mengenali gadis itu adalah putri tetangganya yang juga satu kampus dengan nya. Ia pun segera menyapa gadis itu dengan ramah tamah.
__ADS_1
" Hai, selamat sore Natalia. Apa kabar mu?" Sapa Ziko tersenyum ramah kepada Natalia.
" Hai, selamat sore juga Ziko. Kabarku baik, makasih. Kalau kamu gimana kabar mu di sore hari ini?" Jawab dan sapa balik Natalia dengan ramah kepada Ziko.
" Ya, kabarku gini -gini aja Nat. Kamu 'kan tahu aku penyakitan sekarang. " Kata Ziko muram.
" Kau jangan berkata begitu Ziko karena kamu masih bisa sehat kok kalau kamu tetap mau semangat menjalani kehidupan mu yang baru dan kamu masih bisa mampu melakukan segala aktivitas mu seperti kuliah dan bekerja sebagai driver GrabFood untuk hari -harimu penuh arti. " Kata Natalia nada ramah memberikan semangat juang untuk Ziko tetangga dan juga sahabatnya di kampus.
" Iya, Nat. Makasih banyak ya atas kata -katamu yang memberikan ku semangat lagi untuk aku selalu bisa berjuang untuk mempertahankan hidupku untuk masa depan ku dan juga keluarga ku. " Kata Ziko yang telah tersenyum ceria lagi kepada Natalia.
" Hai, Ziko. Kamu sedang apa di situ udah sore belum juga mandi habis dari rumah sakit juga?" Tanya sepupunya dari dalam rumah dengan nada jutek kepadanya.
" Ya, Kak Miranda, Ziko akan segera pergi mandi kok sekarang juga. " Jawab Ziko yang cepat pamit kepada Natalia sebelum Ia pergi mandi.
"Aku habis mengobrol dengan tetanggaku yang juga teman kuliah ku. " Jawab Natalia dengan nada manis kepada pria muda itu yang tangan kanan pria itu merangkulnya dengan erat.
"Oh, oke sayang kamu memang seorang gadis yang sangat baik hati dan ramah terhadap tiap orang di manapun kamu temui. " Kata Chiko Gilberto Xu yang merengkuh wajah istrinya yang baru lalu mencium bibir istrinya itu.
" Kak Chiko, kau semakin hari semakin pintar ya bicara manis semanis madu untuk ku. " Kata Natalia membalas ciuman suaminya yang amat manis itu.
" Iya, dong. Aku 'kan suami mu yang sangat mencintaimu dengan sepenuh hatiku sehingga Aku tiap hari akan selalu memberikan mu cinta dan kata-kata semanis madu untuk mu. " Kata Chiko Gilberto Xu tersenyum manis kepada Natalia yang menggandeng tangannya untuk di ajak masuk ke dalam rumah mereka.
******
__ADS_1
Riza menarik tangan Natusha yang di ketahui oleh nya telah membohongi dirinya dengan adik nya itu pergi studi tour ke luar kota dari sekolah adiknya tapi nyatanya Sang adik menginap di rumah teman sekolah adiknya.
" Aduduh Kak Riza tangan ku sakit , Kak. " Rintih Natusha yang di tarik tangannya oleh Riza untuk di bawa pulang ke rumah secara paksa.
" Hai, Riza. Kamu tak boleh memaksa adik mu pulang ke rumah dengan cara kasar seperti itu dong.. ! " Tegur Vino Kakak dari Eliza teman baik Natusha yang cepat menolong Natusha dari Riza yang kasar itu.
" Diam kamu! Kamu jangan ikut campur urusan kita ya! " Bentak Riza yang tak suka Vino ikut campur masalahnya dengan Natusha.
" Wah, aku tetap harus ikut campur urusan kalian sebab Natusha tadinya ada di rumah kami dan kau datang -datang ke rumah kami main paksa pulang Natusha dengan kasar gitu...! Hal ini berarti kamu bukanlah seorang Kakak laki-laki yang baik terhadap adik nya sendiri. " Kata Vino menarik tangan Natusha dari cengkeraman Riza yang di tarik lepas oleh Papa nya Vino dengan satu kali sentakan saja.
" Oom Burhan..! " Panggil Riza nada keras pada pria paruh baya yang menatapnya tajam.
"Iya, Aku Oom Burhan yang meminta mu untuk tidak memaksa adik mu pulang dengan cara kasar mu itu yang barusan kamu lakukan di rumahku sendiri. " Kata Oom Burhan nada tegas kepada Riza.
" Riza kau sedang apa di depan rumah Bapak Burhan.. ?" Tanya Papa nya yang baru saja kembali dari luar kota.
" Papa..! Aku ingin mengajak pulang Natusha ke rumah dari rumah Oom Burhan tetapi Oom Burhan dan Vino serta Eliza tak mengizinkan Riza membawa pulang Natusha. " Jawab Riza segera mencari alibi yang tepat untuk Papanya tak mencurigai dirinya.
" Benarkah begitu atas ucapan mu itu, Riza? " Tanya Papa nya dengan nada sangi dengan kata -kata Riza yang di kenalnya dari dahulu tidak pernah menyukai kehadiran Natusha di dalam keluarga mereka.
" Iya, tentu saja Riza bicara yang benar dong, Pa. Riza tak mungkin berbohong kepada Papa untuk masalah adiknya Riza yang manis dan lucu ini. " Jawab Riza kepada Papa nya sambil tangannya mencubit pipi chubby Natusha.
Bersambung!
__ADS_1