Stay For Love

Stay For Love
Episode 102.


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Yogi Yudistiro yang baru saja untuk pertama kalinya meninggalkan panti asuhan Bunda Amara menyimpan banyak kenangan yang sangat berkesan di hati anak itu mengenai seluruh orang yang ada di panti asuhan tersebut.


Kini, Yogi sudah memiliki keluarga baru yang sangat lengkap yang terdiri seorang papa yang bernama Agustinus, seorang mama yang cantik bernama Ina Sukmawati, seorang kakak yang manis bernama Hanny dan seorang adik yang lucu bernama Hanna.


Mobil yang di kendarai oleh Papa Agustinus tiba di sebuah perumahan yang bernama Perumahan Anyelir dan berhenti di depan pintu gerbang dari rumah bergenteng warna kecoklatan dan juga cat dinding nya berwarna kelabu. Rumah yang amat asri dan sederhana namun mendatangkan rasa hangat yang menjalar ke setiap relung di hati Yogi.


" Yogi sayang, mari masuk ke rumah mu dan lihatlah kamar mu yang berada di sebelah kanan dari kamar nya Hanny dan Hanna serta sebelah kiri di kamar nya Mama dan Papa..!" Kata Mama Ina Sukmawati dengan suara keibuan yang amat hangat kepada Yogi.


" Iya, Ma..Makasih banyak..! " Jawab Yogi yang dari belakang pinggang nya Mama Ina melihat sosok seorang laki -laki muda berusia dua puluh enam tahun yang baru saja keluar dari rumah seberang rumah orang tua adopsi nya yang cuma berjarak dua atau tiga rumah saja.


" Eve sayang..Apakah semua barang -barang anak -anak sudah di taruh di bagasi mobil ?" Tanya pria muda itu sambil menengok ke dalam pekarangan rumah cat putih itu dengan suara yang begitu bening dan mengesankan sekali di telinga Yogi.


" Iya, Kak Ray..Sudah semua kok..! " Jawab Eve nama wanita muda usia sembilan belas tahun yang membawa keranjang bayi yang berisi dua orang bayi yang sangat lucu dan manis sekali di pandangan mata Yogi.


Yogi segera menoleh ke arah Papa Agustinus di sebelah Hanny yang sudah menurunkan barang -barang nya Yogi dari bagasi mobil Papa Agus untuk di bawa masuk ke rumah dan kamar yang sudah di persiapkan khusus untuk Yogi.


" Yog, Apa kamu sudah merasa lapar dan ingin makan sesuatu untuk camilan ringan menjelang makan malam ?" Tanya Hanny yang meraih jari Yogi untuk berjalan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" Iya, Hanny..! " Jawab Yogi dengan wajah malu -malu kepada Hanny.


*******


Ray yang sudah kembali ke Jakarta dari kota Palembang usai pekerjaannya di kota Pempek itu telah berakhir dengan memuaskan pihaknya dan pihak klien nya yang bekerja sama dengan nya dan perusahaannya itu telah datang ke rumah Mama Nabila untuk menjemput Evelyn dan kedua anak kembarnya serta tiga orang art untuk pulang ke rumahnya di Pik, Jakut.


Menjelang senja hari itu Ray mendatangi Mama Nabila untuk berbicara dengan hormat dan juga sopan untuk mengucapkan terimakasih atas bantuan Mama Nabila yang memberikan izin untuk Eve dan kedua orang anak kembarnya bisa tinggal sementara waktu di rumah Mama Nabila selama dirinya bekerja di luar kota.


" Ma..Dengan hati yang sangat tulus Ray sangat berterimakasih sekali atas kesediaan Mama memberi tumpangan tinggal sementara waktu bagi Eve dan anak -anak Ray serta Bibi Sri, Bu Fatma dan Pak Alex selama Ray bekerja di luar kota yakni selama hampir satu tahun lamanya dan sekarang sudah saatnya Ray menjemput mereka untuk pulang ke rumah nya Ray di Pik..!" Kata Ray yang duduk di sofa ruang keluarga di rumah Mama Nabila seraya menunggu Evelyn merapikan anak -anak dan barang -barang nya Eve juga di kamar lama nya Eve.


" Iya, Ray..Sama -sama..Kamu tak perlu merasa sungkan untuk meminta bantuan kepada Mama Nabila sekeluarga karena Mama juga Mama mu dan keluarga mu, ya Ray?! " Kata Mama Nabila dengan suara yang amat penuh pengertian dan kehangatan kasih ibu kepada Ray.


" Ma..! Kak Emma dan Ziko..! Eve pamit pulang ya..?" Ucap Eve memberikan kecupan di kedua pipi Mama Nabila, Kakak Emma dan Ziko yang mengantarnya ke mobil nya Ray yang sudah di parkir di depan pintu gerbang rumah Mama Nabila.


" Iya, Eve hati -hatilah di rumah mu dan jagalah suami dan anak -anakmu dengan baik ya dan juga jagalah kesehatan mu juga di rumah..!" Kata Mama Nabila yang memberikan nasehat kepada Eve.


" Iya, Ma..! " Jawab Eve patuh kepada Mama nya sebelum masuk ke mobil di bagian tengah di samping Ray yang sudah memangku Richard di sisi kanan.

__ADS_1


" Ray..Sampai jumpa dan jagalah Eve kami dan keponakan -keponakan kami yang lucu dan juga manis dengan baik ya ?! " Pesan Kak Emma dari kaca jendela mobil.


" Iya, Kak Emma...Pasti dong..! " Jawab Ray nada sopan kepada Kakak ipar nya yang kedua itu.


Eve melambaikan tangannya kepada keluarga nya begitu kaca jendela mobil sudah terkunci rapat dan Bibi Sri duduk di samping nya juga Pak Alex dan Bu Fatma yang duduk di kursi depan.


Mobil pun melaju keluar dari perumahan Anyelir dengan di supiri oleh Pak Alex yang sangat ahli dalam menyetir mobil dengan nyaman sekali untuk para penumpangnya tak mengalami yang namanya mabuk kendaraan darat.


" Eve, apakah kamu mengambil pekerjaan di pabrik permen di daerah Karawaci selama aku bekerja di luar kota tanpa sepengetahuan dan izin dariku sebelumnya ?" Tanya Ray yang tiba -tiba mengajak Eve berbicara di dalam mobil di sepanjang perjalanan mereka pulang ke Pik.


" Eumm..Ya, Kak Ray...! " Jawab Eve dengan nada pelan kepada Ray.


" Aku sudah pernah bilang kepadamu untuk kau tak perlu bekerja di luar rumah setelah kamu menikah denganku apalagi sekarang kamu ini sudah menjadi seorang Mama dari anak -anak ku. Maka ku mau kau fokus mengurus mereka di rumah..! Kalau untuk urusan mencari nafkah dan biaya lainnya itu adalah urusanku sebagai suami dan kepala rumah tangga mu." Kata Ray dengan nada suara datar dan tegas kepada Evelyn.


" Tapi, ku mau mencari uang sendiri untuk aku bisa membantu biaya hidup Mama dan Ziko yang harus bolak -balik ke rs untuk hd dan lain nya tanpa aku harus menunggu transferan dari mu..! Karena aku tak mau membebani dirimu yang sudah banyak menanggung beban hidup sejumlah orang yang bekerja untukmu di usaha -usaha mu dan juga aku merasa bosan dan juga jenuh tak ada kesibukan di rumah selain aku mengurusi rumah dan anak -anak, Kak Ray..! " Kata Eve tanpa berani menatap suaminya.


" Iya, Aku tahu maksud mu sangat baik untuk membantu ku dalam meringankan beban ku tapi kau membuatku merasa cemas terhadap kamu bila kau kecapaian kerja dan sakit..! Bagaimana kamu bisa mengurus anak -anak kita dan rumah serta aku suamimu..! Ah, Eve..Biarlah segala biaya hidup Mama mu dan Ziko...! Aku yang akan menanggungnya..Karena Aku juga bagian keluarga Mama Nabila dan Kakak Ipar ke empat nya Ziko..! " Kata Ray yang suaranya lebih tegas lagi kepada Eve agar Eve tak membantahnya lagi soal Eve ingin mencari uang dan pekerjaan di luar rumah.

__ADS_1


" Hmmm...! Kak Ray mah gitu banget sih !" Kata Eve manyun di marahi oleh suaminya yang amat superprotektif dan posesif itu.


Bersambung..!


__ADS_2