Stay For Love

Stay For Love
Episode 100.


__ADS_3

Teman -teman kerja nya Ray mengamati Ray dari tempat duduk mereka di salah satu sudut paling pojok dari kantin tempat kerja nya Ray di kota Palembang, Sumatera Selatan.


Mereka terlihat turut gembira melihat Ray sudah menumpahkan rasa kangennya terhadap Evelyn istrinya dan Richard serta Renata anak -anak nya sudah terobati dan tenang kembali setelah Ray melakukan hubungan jaringan seluler melalui video call wa dengan keluarga kecilnya di kota Tangerang, Banten.


" Kalian semua boleh pesan makanan dan juga minuman sesuka kalian di kantin ini karena aku yang akan mentraktir kalian untuk makan malam kalian khusus untuk malam hari ini saja..! " Kata Ray dengan nada keras dan raut wajah sukacita kepada para teman -teman kerja nya yang sudah ramai duduk di tempat mereka masing -masing di dalam kantin.


" Wow, asyiknya banget boleh tuh Aku pengen banget makan menu ikan kakap goreng balado, sup kembang tahu, bala -bala goreng dan juga kerupuk bangka..Lalu untuk minum nya adalah segelas jus sirsak..! " Seru Yonas bersemangat sekali untuk memesan menu makan malam yang sudah di incar nya itu.


" Silahkan kamu pesan menu makan malam apa saja yang kamu suka, Yon...!" Kata Ray yang melayangkan senyuman bersahabat yang amat ramah kepada Yonas yang duduk di tempat lain di salah satu ruangan dalam kantin.


" Makasih, Bos..! Anda memang top deh..! " Puji Yonas gembira.


" Bos, saya pesan menu nasi kepiting bakar dan sayur genjer pedas lalu minumnya jus es jeruk segar..!" Seru teman lainnya.


" Saya pesan nasi uduk dan minum es teh manis saja..! " Seru yang lainnya dengan ramai sekali kepada Ray.


" Pak , ingat pesanan mereka semua akan aku bayarkan semuanya untuk malam ini..! " Kata Ray menengok ke tukang kantin yang segera beri dia jempol tanda ya untuknya.


Gina memerhatikan Ray yang sedang mengobrol dengan asyik bersama teman -teman kerja nya Ray tak pernah berkedip memandangi pria muda yang sangat memukau hatinya itu.

__ADS_1


Ray membuka hp nya untuk melihat aplikasi lain yang ada di layar hp nya yang bermerek i phone terbaru dan memilih aplikasi buku novel dan juga komik favorit nya Eve, lalu Ia memilih sebuah buku novel yang menurutnya sangat cocok untuk di baca nya itu.


" Wah, novel yang menceritakan tentang yakuza Jepang yang tertukar raga dan jiwa nya dengan seorang penyanyi top asal negeri China juga ada novel tentang tukang jamu legendaris nih yang sangat cocok masuk untuk koleksi buku novel online ku..! " Pikir Ray sambil menyuap nasi dan lauk pauk menu gado-gado Betawi ke mulutnya.


Saking asyiknya Ia membaca buku novel yang sangat cocok untuknya itu, Ia tak sadar kalau makanan di piringnya sudah habis dan hanyalah tersisa sendok dan garpu nya saja di piringnya yang sudah kosong.


" Hei...! Ups, hahahaha...Bodoh banget aku ini...! " Kata Ray tertawakan dirinya sendiri sampai di lihat oleh teman -teman kerja nya dengan heran melihatnya tertawa sendiri dengan ramai.


"...Oh, Aku tadi nonton youtube nya Boy William lucu dan seru sekali loh sampai Aku gak sadari kalau Aku tertawa sendiri dan mengherankan kalian semua di sini...! " Kata Ray mencari alasan yang sangat pintar dan masuk akal sekali untuk menjawab keheranan di wajah teman -teman nya mengenai dirinya tertawa sendirian.


" Ouuh...Ya, silakan Anda lanjutkan menonton youtube pilihan Anda..! " Kata teman -teman nya tersenyum memahami nya dengan lebih ramai lagi daripada tawa nya tadi.


Perumnas 1 Tangerang, Kota Tangerang.


Sarah menjinjing keranjang anyaman yang berisi belanjaannya yang baru saja di belinya di pasar bandeng yang tak jauh dari kawasan perumahan nya tinggal. Ia menaruh keranjang belanjaannya di pintu gerbang kecil warna biru muda depan rumahnya lalu mencari kunci gerbang di dompet belanjaannya dan akhirnya menemukan kunci itu lalu membuka pintu gerbang kecil itu untuk Ia bisa masuk ke rumah nya itu.


Tetapi sebuah suara yang memanggil nya dari pintu gerbang kecil rumahnya itu terdengar amat judes sekali kepadanya sampai dia kaget sekali dan cepat menengok ke belakang untuk melihat siapakah orang yang memanggilnya dengan nada judes itu.


" Sarah....! " Panggil Doni Wildan Papa kandung William Wildan dengan nada judes sekali kepada nya.

__ADS_1


" Ah, ya Oom..Ada apa ya ? " Tanya Sarah dengan nada sopan kepada Doni Wildan.


" Aku mau kamu putusin William putraku itu dan pulanglah kamu ke Balikpapan kepada orang tua mu yang kampungan itu karena Aku tak'kan suka merestui mu menikah dengan putraku itu..! " Jawab Doni Wildan melototi Sarah yang tampak tercengang dengan perkataan Papa Kandung dari calon suami nya itu.


" Eh, kenapa Oom mau aku putus dengan William putra Oom? " Tanya Sarah tak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya itu dari Doni Wildan.


" Karena Aku gak suka putraku menikahi gadis kampungan seperti mu..! " Jawab Doni Wildan dengan kasar memaki Sarah sebagai seorang gadis kampungan.


" Maaf, Oom...! Walaupun Aku berasal dari desa kecil di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Aku ini bersekolah dengan baik di desa ku itu. Maka, Aku merasa bangga menjadi gadis desa yang mengerti kesopanan dalam berbicara dengan orang tua seperti Oom. Tapi, kenapa Oom bisa bicara dengan kasar kepada Sarah? Bukankah Oom berasal dari kota besar ?! " Ucap Sarah dengan sopan sekali kepada Doni Wildan.


" Emm..Masalah gadis dari desa manapun kau tinggal dan apa pendidikan mu itu ? Aku sama sekali tidak pernah mempermasalahkannya tapi yang Aku permasalahkan adalah dirimu yang ku perhatikan terlalu cantik dan pintar yang tentu nya akan mempengaruhi dan menguasai putraku sepenuhnya sehingga putra ku tak 'kan pernah lagi mendengarkan setiap ucapanku sebagai Papa kandungnya sendiri..! " Jawab Doni Wildan yang mencari alasan yang paling tepat untuk Ia bisa menjauhkan Sarah dari William semua itu karena Sarah begitu menarik baginya yang tanpa di sadarinya. Doni yang berhadapan langsung dengan Sarah terpesona dengan kecantikan dari gadis berdarah campuran antara suku dayak dan suku Jawa serta Korea Selatan di hadapannya itu.


" Hmmm...Anda sungguh mencari -cari alasan saja untuk memisahkanku dengan William putra Anda karena Anda merupakan sosok ayah yang tak layak di hormati oleh nya..! " Kata Sarah yang dapat melihat sorotan mata menerawang diri nya itu dari sepasang mata Doni Wildan.


" Ouh, begitukah ? Kau sungguh berani sekali mengatakan Aku sebagai sosok ayah yang tak layak di hormati oleh putra ku sendiri ? " Tanya Doni Wildan yang melotot marah kepada Sarah seraya mencengkeram pergelangan tangan nya Sarah dan menariknya masuk ke dalam rumah nya Sarah dan William Wildan tinggal yang telah di buka oleh Sarah pada sebelumnya.


" Heii...Oom mau apa ?! " Pekik Sarah terpucat -pucat melihat Doni menguncinya di ruangan di dalam rumahnya dan melemparnya ke sofa di depan tv dengan kasar sekali.


Bersambung...!!

__ADS_1


__ADS_2