
Ray membukakan pintu untuk Eve yang keluar dari mobilnya untuk mengikuti rombongan keluarga Xu yang akan berpamitan dengan keduanya sebelum rombongan keluarga Xu kembali ke Osaka,Jepang setelah urusan mereka untuk membantu melamar Eve untuk Ray kepada keluarga Magnolia.
"Baiklah, kami tunggu kalian berdua tahun depan di Osaka sesudah acara prewed di Pulau Bali." Kata Akong Xu di bandara kepada Ray dan Eve.
" Iya, Akong." Jawab Ray dan Eve bersamaan.
"Baiklah, Akong pulang dulu ya dan sampai jumpa tahun depan dengan Akong." Kata Akong Xu yang memberikan doa untuk keduanya sebelum Akong naik ke pesawat pribadi yang sudah siap untuk mengantarkan rombongan keluarga Xu kembali ke Osaka, Jepang.
Setelah rombongan keluarga Xu menaiki pesawat dan terbang meninggalkan Indonesia. Ray dan Eve menemani Delia jalan -jalan ke taman safari di kota Bogor.
" Wah, ada gajah, harimau,singa,buaya dan masih banyak lagi..!" Seru Delia bergembira sekali di temani Kakak dan kakak iparnya jalan -jalan.
" Eve, apakah kamu sudah merasa lapar dan haus sekarang ?" Tanya Ray melirik Eve yang menunggu Delia bermain komedi putar di taman ria safari.
" Heem,ya Kak." Jawab Eve lembut.
" Kalau gitu tunggu di sini ya ? Kakak belikan kamu makan dan minum di kafe sana." Kata Ray kepada Eve yang menggangguk.
" Ya, Kak Ray jangan lama -lama ya." Jawab Eve.
Selagi Ray mencari dan membelikan makanan dan minuman untuk Eve. Datanglah seorang pemuda yang membawa seekor kera kecil di bahu kepada Eve yang meloncat kaget sekali karena kera kecil pemuda itu melompat ke arah Eve.
" Aaaahhh..! Apa -apaan kau ini ?!" Teriak Eve nada keras.
__ADS_1
" Eeh maaf kera ku ingin berkenalan denganmu , Nona manis." Kata pemuda itu tersenyum kecil di kulum kepada Eve.
" Tapi, ku tak suka kera mu itu..Iihh jangan dekat -dekat..!" Bentak Eve mendorong kera itu jauh dari rambutnya.
Pemuda itu malah cengar -cengir dan tangannya sudah nyaris untuk menyentuh poni di dahi Eve jika tak ada tangan Ray yang mencegahnya dan mendorongnya kasar hingga jatuh ke tanah dan menimbulkan huru hara dan menarik perhatian para pengunjung taman wisata safari serta para petugas pun segera mendatangi mereka.
" Ada apa ini ? " Tanya para petugas taman wisata safari memandang Ray yang merangkul Eve dan Delia yang tatapan matanya mencorong tajam ke cowok yang tubuh dan wajahnya terkena cakaran kera nya sendiri.
" Dia sudah berlaku tak sopan kepada istri saya , pak."Jawab Ray tanpa mengalihkan tatapan mata nya ke Danny yang meringis kesakitan pada wajah terkena cakaran kera milik petugas wisata safari yang di curinya itu untuk menarik perhatian Eve dan menculik Eve dari Ray agar Ray mau bantu dia untuk masalahnya dengan Agnes Cinora.
" Maaf ,pak.Aku tak tahu kalau Nona itu adalah istri nya." Kata Danny berusaha berdiri dari tanah.
" Hei, meskipun Nona itu bukan Istri Bapak itu. Kau tak sopan bersikap tak senonoh ke cewek." Kata para pengunjung wisata safari memarahi Danny.
" Bawa saja orang ini ke kantor polisi biar polisi yang menanganinya." Kata pihak wisata safari yang menegakkan keadilan untuk semua pihak.
" Pak..Tolong pak jangan bawa saya ke polisi..! " Rintih Danny yang di bawa oleh para petugas wisata safari keluar dari area wisata safari.
" Eve, gimana perasaanmu ? Apakah kamu merasa baik -baik saja ? Ada yang luka kah ?" Tanya Ray cemas memeriksa kondisi Eve dengan membelai lembut rambut Eve yang sebagian menutupi wajah cantik gadis itu.
" Aku mau pulang saja." Jawab Eve pelan.
" Iya, mari kita pulang." Kata Ray segera.
__ADS_1
Mereka pun pulang ke apartemennya Ray yang berada di kawasan Jakarta Barat. Ray juga sudah memanggil Dokter Edgar sahabatnya untuk obati Eve dengan cermat.
" Gimana Istri Gue, Ed ?" Tanya Ray usai Dokter Edgar memeriksa kondisi Eve sampai gadis itu tertidur pulas dengan nyaman.
" Gak apa -apa cuma shock aja karena serangan kera yang mengejutkannya. Usai Gue beri obat penenang , istri Lo itu udah bisa tidur nyenyak dan esok pagi juga dia akan bangun dalam kondisi sehat kembali." Jawab Dokter Edgar dengan nada yang berhasil menenangkan hati Ray juga.
"Ou, ya makasih Ed. Untung ada Elo yang jadi teman baik Gue di Jakarta. Jadi, kalau ada apa -apa ama Gue atau keluarga Gue yang di Jakarta. Ya ,Gue bisa minta tolong Elo untuk bantu Gue atau keluarga Gue. Ya, seperti kejadian hari ini yang nyaris mencelakai istri Gue." Kata Ray nada sungguh hati mensyukuri dirinya mempunyai satu orang sahabat seorang Dokter muda hebat di kota Jakarta.
" Iya,ya Ray gausah sungkan gitu napa ? Gue ini iklas kok bantuin Elo.Ohya, omong -omong kapan Elo nikah ama tuh cewek ? Kok Elo gak kabari Gue sih ?" Tanya Dokter Edgar nada ingin tahu dengan sepasang matanya mencari -cari foto pernikahan Ray dengan Eve di sekitar ruangan kamar dan juga ruang lain di apartemennya Ray.
" Hehehe belum sepenuhnya resmi sih.Gue dan Eve cewek Gue itu baru resmi dalam ritual sangjit atau pernikahan tradisi antar kedua keluarga kami saja." Jawab Ray tersenyum malu -malu.
" Lalu trus kapan resmi di agama dan negara serta masyarakat nya ?" Tanya Dokter Edgar dengan nada ringan sambil memandangi Delia yang saat itu sedang menonton tv film kartun Marsya and The Bear di ruang tv.
" Tahun depan , Ed. Gue lagi masih dalam masa penjajakan atau saling memahami satu sama lain dan Gue juga janji kepada Eve akan memulangkan Eve ke rumah Mama nya di Tangerang besok pagi setelah Gue nganterin Delia pergi sekolah dengan di temani oleh Bi Umi Art Gue." Jawab Ray yang kini mengantar Dokter Edgar keluar dari rumah apartemennya ke pintu lift.
" Ohya, Ray apa Elo belum ada rencana untuk obati Delia dengan metode rehabilitasi di pusat rehabilitasi anak -anak autis yang pernah Gue sarani ke Elo tempo hari ? Kasihan Lo untuk masa depan ade Elo ,jika Elo biarin begitu aja tanpa ada tanggapan yang serius dari Elo untuk mengobati ade Lo menjadi anak yang normal dan Gue yakin sekali Delia itu bisa menjadi gadis abg normal yang sangat cerdas dan hebat di masa depan." Kata Dokter Edgar begitu memberikan sebuah ide dan solusi yang tepat dan terbaik untuk Delia pada Ray.
" Iya, Elo benar. Gue udah diskusi dengan Akong Xu yang katanya akan membawa Delia ke pusat rehabiltasi anak -anak autis di Tokyo secepatnya dan Gue hanya ikuti yang terbaik saja untuk ade Gue.Namun sebelum itu Gue akan coba untuk ikuti saran Lo untuk ajak ade Gue ke pusat rehabilitasi anak -anak autis yang pernah Elo beritahukan ke Gue pada waktu lalu. Dan,Gue akan lakukan hal itu lusa depan karena jadwal Gue di hari lusa depan itu kosong." Jawab Ray begitu mempercayai ide dan solusi yang di berikan oleh Dokter Edgar untuk menangani kasus Delia.
" Ok, kalo gitu Gue tunggu kabar Elo bawa Delia ke pusat rehabilitasi anak -anak autis yang pernah Gue sarani ke Elo pada lusa depan, Ray.Baiklah Gue pulang dulu ya dan jangan lupa jaga juga kesehatan diri Elo juga.Jangan sampai Elo drop dan mengacaukan segala rencana dan jadwal yang sudah Elo rancang dengan sebaik mungkin." Kata Dokter Edgar yang melambaikan tangannya di dahi untuk pamitan kepada Ray di dalam lift sebelum lift tertutup di depan Ray.
Bersambung..!!
__ADS_1