Stay For Love

Stay For Love
Season 2 :( Episode 10).


__ADS_3

Suasana pagi hari ini di sekolah menengah atas 'Mutiara Hati ' terlihat begitu berbeda untuk seorang Natusha Gilberto Xu karena hari ini Ia akan tampil di panggung perayaan kelulusannya dan teman-teman seangkatannya.


" Hari ini aku juga harus bisa menyampaikan isi hati aku kepada Yudha yang telah banyak bantu aku selama ini di sekolah ini. " Batin Natusha Gilberto Xu dengan tekadnya.


" Nat, ayo.. Sekarang ini giliran kamu untuk naik ke atas panggung. " Kata wali kelasnya dengan nada lembut.


" Ya, Bu guru. " Jawab Natusha Gilberto Xu yang segera naik ke atas panggung lalu mulailah ia memetik gitarnya dan mengalunkan melodi yang merdu sekali.


' Wahai, pahlawan-pahlawanku yang aku cintai. Hari ini ku ungkapkan rasa syukur aku dapat menimba ilmu darimu yang membuat aku tahu banyak hal.


Wahai, pujaan hatiku yang aku kasihi, dengarkanlah suara hatiku yang ingin bilang aku sayang kalian para pahlawan ku '


Lagu yang dinyanyikan oleh Natusha Gilberto Xu menyentuh hati setiap guru dan siswa SMA nya sehingga ia mendapatkan penghargaan khusus untuk mengenang masa indahnya di sekolah menengah atas' Mutiara Hati'.


" Natusha Gilberto Xu, ini Piagam khusus untuk kamu karena kamu telah mempersembahkan sebuah lagu yang sangat berkesan untuk kami para guru-guru mu, terimakasih nak atas segala apresiasi mu ini. " Kata kepala sekolah dengan senyuman bangga kepada Natusha Gilberto Xu seraya menyerahkan Piagam itu kepada gadis remaja yang manis itu.


Natusha Gilberto Xu juga mendapatkan nilai tertinggi di sekolahnya yang dapat digunakan untuk jenjang pendidikannya selanjutnya yaitu di universitas Harvard University, Boston.


" Natusha, aku ada sesuatu yang ingin aku kasih ke kamu. " Kata Yudha yang malah mendatangi Natusha Gilberto Xu di parkiran sekolah setelah pesta kelulusan mereka berakhir.


" Ya, Yudha. Ada apa ? " Tanya Natusha Gilberto Xu dengan senyuman manis kepada Yudha.

__ADS_1


" Ini sekotak hadiah kecil untuk mu dan semoga kamu akan selalu ingat aku di Indonesia setelah kamu pergi ke luar negeri untuk kuliah di Amerika Serikat. " Jawab Yudha dengan nada tulus menyodorkan kotak hadiah yang di beri pita warna ungu warna kesukaan Natusha Gilberto Xu kepada gadis itu.


" Wah, makasih ya Yudha. Aku pasti akan selalu ingat kamu kok karena kamu adalah sahabat aku di Jakarta. Ohya, ini aku juga ada sedikit hadiah kecil untuk mu ya semoga kamu suka dan ingat aku selalu. " Kata Natusha Gilberto Xu dengan nada lembut memberikan hadiahnya kepada Yudha.


" Makasih. " Kata Yudha tersenyum manis pada Natusha Gilberto Xu sebelum masuk ke mobil jemputan dari orangtuanya.


" Yud, ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kamu. " Kata Natusha Gilberto Xu kepada Yudha yang segera keluar dari mobil untuk mendengar apa yang ingin di katakan oleh Natusha Gilberto Xu kepadanya.


"Nat, biar aku saja yang ngomong sama kamu. Aku suka kamu maukah kamu menjadi pacarku dan menanti aku sampai aku sukses agar aku bisa menikah dengan kamu?! " Kata -kata ini meluncur begitu saja dari mulut Yudha kepada Natusha Gilberto Xu.


" Ya, aku mau jadi pacar kamu, Yudha. " Jawab Natusha Gilberto Xu dengan nada bahagia pada Yudha.


" Wahh, jawaban kamu membuat aku bahagia, Nat. Makasih ya..! " Kata Yudha yang mendekati Natusha Gilberto Xu untuk memberikan sebuah pelukan hangat untuk Natusha Gilberto Xu.


" Ya, mereka bukan orangtua aku tetapi pelayan dan pengawal pribadi ku. " Kata Yudha yang mengelus-elus rambut panjang dan warna coklat Natusha Gilberto Xu.


"Oh, walaupun begitu kamu harus menghargai mereka dong dan jangan membuat mereka menunggu mu di mobil mu. " Kata Natusha Gilberto Xu dengan nada lembut sekali kepada Yudha seraya merasakan sentuhan lembut di rambutnya oleh Yudha.


"Oh, Nat. Kamu hari ini tak ada yang jemput ya? Dimana pak Alex supir yang bisa mengantarkan dan menjemput kamu di sekolah? " Tanya Yudha yang mengedarkan pandangan sepasang mata ke arah parkiran mobil di sekolah kepada Natusha Gilberto Xu.


" Nggak, hari ini aku pergi sendiri dengan naik motor online karena pak Alex mengantarkan Kakak dan Kakak ipar aku ke bandara karena mereka ingin pergi ke Praha atau Cekoslowakia. " Jawab Natusha Gilberto Xu kepada Yudha yang menganggukkan kepalanya untuk memahami Natusha Gilberto Xu.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan mengantarkan kamu pulang ke rumah mu dengan mobil aku..! Ayo, masuk ke mobil ku..! " Kata Yudha yang menggandeng tangan Natusha Gilberto Xu untuk di ajak naik dan masuk ke mobilnya.


******


Hari yang sama tetapi suasana hati berbeda, itulah yang sedang di alami oleh seorang Rainy Yen istri dari Chiko Gilberto Xu yang menerima surat hasil USG nya yang baru saja di terima olehnya dari rumah sakit tempatnya melakukan cek kesehatannya itu.


" Aku akhirnya bisa hamil setelah hampir satu tahun lebih aku tak pernah mendapatkan kabar gembira ini. " Kata Rainy Yen yang memeluk surat itu di dadanya. Ada perasaan haru dan sedih menjadi satu di dalam perasaannya itu. Ia sangat khawatir akan jawaban dari suaminya ketika ia mengabarkan kabar kehamilannya ini kepada suaminya pada sore harinya sesudah suaminya pulang kerja.


" Aku sangat khawatir kalau Kak Chiko tidak menyukai kabar baik dan gembira dari aku. " Batin Rainy Yen.


Di saat Ia sedang sibuk dengan pikirannya itu. Ia mendapatkan pesan WA dari seseorang yang jauh di luar negeri yaitu temannya yang selalu menjadi tempat curhatnya itu.


" Hai, Jennie apa kabar kamu sekarang ini? " Tulis WA dari Rainy Yen kepada temannya itu.


" Oh, kabar aku sangat baik nih, Rain. Aku tadi habis dari bayar pajak warung aku yang baru saja aku buka di daerah Kowloon. " Balasan tulisan WA dari Jennie kepada Rainy Yen.


" Wah, asyik dong kamu sekarang punya dua warung di Hongkong untuk membantu warga Indonesia yang tinggal di sana bisa membeli produk Indonesia. " Tulis WA dari Rainy Yen kepada Jennie.


" Ya, bagus sih untuk usaha ku yang sederhana ini, cuma aku sedang bete banget sama suami aku si Chen Long itu. " Tulis WA dari Jennie kepada Rainy Yen.


" Loh, emangnya kenapa suamimu itu bukannya kalian selalu harmonis? " Tulis WA dari Rainy Yen kepada Jennie.

__ADS_1


" Harmonis apanya? Orang kita ini lagi perang dingin yang di sebabkan oleh mertua aku yang ngebet pengen aku lahirin anak cowok buat penerusnya. Ahh, mana bisa kita hamil secara instan emangnya adonan tepung bikin kue apa. " Tulis WA dari Jennie kepada Rainy Yen.


Bersambung!


__ADS_2