Stay For Love

Stay For Love
Episode 21.


__ADS_3

Ray menjenguk Ziko yang berbaring di tempat tidur di kamar anak itu. " Hai , Ziko gimana kabar mu nih ?" Sapa Ray seraya memberikan uang tahun baru Imlek tanpa kertas angpao kepada Ziko.


" Ya ,begini deh Kak Ray..Wah banyak benar nih angpao yang kasih Kakak untuk Ziko.Makasih ,ya Kak" Jawab Ziko ceria menghitung jumlah uang yang diberikan Ray untuknya.


" Gak apa, Zik. Uangnya bisa kamu pakai untuk kamu jajan apa yang kamu mau dan untuk jalan -jalan kemana aja kamu inginkan.Emm simpanlah ya ? " Ray mengelus lembut kepala Ziko dengan kasih sayang.


" Iya ,Kakak Ray makasih banyak. Ohya , Kakak Ray mau temani Ziko pergi HD rutin dua kali tiap minggu yaitu setiap hari rabu dan sabtu selama lima jam menunggu Ziko di rumah sakit ?," Pinta Ziko kepada Ray yang dengan sabar menyuapi Ziko makan nasi dan lauk sayur sawi putih dan telur rebus.


" Iya, Ziko sayang. " Jawab Ray nada lembut pada Ziko.


Eve memperhatikan sikap dan tutur kata Ray yang begitu baik dan perhatian sekali terhadap Ziko sungguh penuh kasih sayang seperti Ray yang menyayangi Delia saja.


" Kak Ray kamu sungguh baik sekali terhadap Ziko adikku." Batin Eve terharu kepada kebaikan Ray.


Ray menengok ke belakangnya dan melihat Eve mengamatinya di depan pintu kamar tidur Ziko. Ia pun berdiri dan berjalan untuk menghampiri Eve yang kemudian di tuntunnya untuk menemani Ziko bersama -sama dengannya sampai Ziko tertidur pulas dengan nyaman dan hangat.


" Eve , bulan depan Aku ada tugas kerja ke luar kota selama satu bulan penuh aku kerja di kota palembang. Ku harap kamu bisa menjaga dirimu dan keluarga kita dengan baik ,ya? Aku juga akan memindahkan Delia kembali kemari untuk teman Tante Nabila dan Kamu di sini selama para Kakak tak ada di sini. Hmm ,begitu juga dengan Bi Umi yang akan membantu mu dalam mengerjakan bersih -bersih rumah agar kamu gak kecapaian." Kata Ray yang rupanya sudah mengatur semua itu untuk kebaikan Eve dan keluarga dalam peranan Ray untuk mengurangi beban keluarga Eve dan juga Eve.


" Kak Ray , menurutku kamu itu terlalu baik banget kepadaku. Aku jadi enak hati." Kata Eve yang jari -jari tangannya di genggam erat Ray yang duduk di kursi putar dekat meja belajarnya Ziko.

__ADS_1


" Hus..Jangan berkata kamu merasa tak enak hati kepadaku. Dengar,ya Eve kamu itu gadis manis kesayanganku.Segala hal tentang dirimu adalah bagian dari hidupku.Aku sangat menyayangi dan mencintai dirimu apa adanya yang seperti gadis kecil yang sangat manis dan menyenangkan hati ku selalu." Kata Ray dengan senyuman manisnya kepada Eve.


"Mmmm..Makasih ya Kak Ray.." Kata Eve yang mengalungkan kedua lengannya di leher Ray.


" Sama -sama sayangku." Jawab Ray lembut pada Eve seraya mendekatkan hidungnya ke hidung Eve lalu ada terbersit keinginan kecil di hati Ray yang ingin merasakan sentuhan hangat bibir manis Eve.


" Kak Ray kau kenapa menelan ludahmu sendiri ? " Tanya Eve polos melihat jakun Ray bergerak naik turun dengan susah payah.


" Gak napa -napa." Jawab Ray cepat dan pemuda ini melepaskan dirinya dengan lembut dari kedua lengan Eve yang mengurung lehernya.


" Oh ,gitu ya ? Atau Kakak Ray merasa kelaparan karena sekarang jam sembilan malam dan Kak Ray belum makan apa -apa sejak tadi sore Kakak datang kemari. " Kata Eve yang salah duga arti Ray menelan ludah sendiri barusan.


Ray hanya mengangguk -angguk untuk memberi jawaban pada Eve yang segera tertawakan nya lalu meninggalkan kamar tidur Ziko untuk siapkan makan malam untuk Ray.


" Kau yang telat beraksi sampai gagal dengan misi mu sendiri. Ah, ckck Kakak Ray yang telmi alias telat mikir." Kata Ziko melirik Ray yang telah pergi keluar dari kamarnya. Ziko rupanya melihat dan diam -diam mendukung niat hati Ray yang ingin mencium bibir Eve tadi melalui mengintip di balik bulu mata lebat Ziko yang menutupi sepasang mata Ziko yang terpejam sedikit.


Ray menikmati makan malam yang sederhana di ruang makan dalam rumahnya Eve namun bagi Ray merupakan makan malam yang sangatlah menyenangkan sekali karena Ray bisa makan malam karya tangannya Eve.


" Wah , Aku udah lama kagak makan malam menu lezat buatan mu , Eve." Kata Ray mengunyah nasi dan daging empal yang empuk serta sup lobak yang manis dan sejuk di tenggorokan.

__ADS_1


"Ya , Kak Ray benar sekali dan Eve juga sudah lama kagak dengar pujian dari Kakak Ray yang menyukai masakan Eve yang gak selevel dengan masakannya Bi Umi yang ahli masak di rumahnya Kak Ray." Kata Eve yang selalu rendah hati sekali dan menjadi satu nilai yang baik di mata dan hati Ray mengenai sifat dan perilaku Eve yang sangat mulia menurut Ray.


Lalu seperti yang biasanya yang sering di lakukan oleh Ray sesudah makan malam di rumahnya Eve yakni membantu Eve mencuci piring dan alat -alat masak di dapur dengan sukarela sekali.


" Kak Ray, bisakah Kakak membantu Eve untuk membuang sampah dapur ke tempat sampah di luar rumah ? " Pinta Eve kepada Ray sambil Eve mengelap -lap kompor dan meja makan serta dapur sebagai aktivitas terakhir Eve sebelum Eve istirahat di rumah.


" Ya, bisa dong." Jawab Ray cepat dan iklas sekali membantu sang kekasih untuk mengerjakan apa saja yang ingin kekasihnya minta untuk segala hal yang bisa di kerjakannya.


Ray pun menjinjing tempat sampah dapur dari dapur menuju ke luar rumah dan saat Ray akan membuang sampah di tempat sampah yang ada di depan kiri rumah nomor 208.


" Hai ,Ray sedang apa kamu di situ ? " Sapa gadis cantik berpakaian modis yang berdiri di depan sebuah mobil sedan yariz warna merah terang kepada Ray.


" Eh..Belinda rupanya rumah kamu yang ada di seberangnya rumah pacar Gue, Eve ?" Tanya Ray acuh tak acuh kepada gadis cantik sepupunya Agnes Cinora.


Lalu seorang pemuda usia dua puluh satu tahun keluar dari dalam rumah itu dan menjinjing sebuah kantong belanjaan untuk di bawa ke rumah nomor 208 dan bertepatan dengan Eve yang keluar dari dalam rumah nomor 208.


" Revan..!" Sapa Eve riang.


" Eve , ini selamat hari Valentine days untukmu dan ku harap kamu suka hadiahku." Kata Revan yang merupakan salah satu teman mantan alumni Smu nya Eve.

__ADS_1


" Hadiah Valday ? " Tanya Ray nada keras sekali seraya menepis tangan Revan yang mengulurkan hadiah itu kepada Eve.


Bersambung..!!


__ADS_2