
Ray mendekati Eve yang sedang melipat baju di beranda lantai atas. Secara perlahan -lahan Ray mengulurkan kedua lengannya dengan maksud hati ingin memeluk Eve dari belakang gadis itu.
" Eve.." Panggil Ray lembut memeluk gadis itu.
" Kak Ray sedang apa kau di situ?" Tanya Evelyn di balik mesin cuci dan mengejutkan Ray yang salah memeluk. Ray segera minta maaf karena Ray tak sengaja memeluk Kakak kedua nya Eve yang di kira Ray adalah Eve.
" Ouhh..Maaf , Kak Erna hehehe Ray kira Kakak adalah Eve.." Kata Ray cengesan sambil garuk -garuk belakang kepalanya yang tak gatal untuk Ia bisa menghilangkan rasa malu nya karena salah memeluk.
" Dasar kau Ray..Ray..Saking kangennya sama Eve sampai gak bisa ngebedain antara Eve dengan Kak Erna ? ," Ucap Kakak Kedua Eve itu dengan menertawakan tingkah konyol Ray itu.
" Hihihi ya ,maaf deh Kak Erna." Kata Ray dengan memberikan tanda damai dua jari kepada Kakak Keduanya Eve yang melewatinya sambil bawa baju yang sudah di lipat rapi dengan mengusap kepala Ray dengan gemas.
" Hahahaha Kakak Ray lucu banget di marahi Kak Erna " Kata Ziko dari ruang aula lantai atas pada Ray yang cengir lebar kepada Ziko.
Ray kemudian menghampiri Eve yang sedang cuci baju di ruang paling belakang di lantai atas. Ray mengambil celana jeans yang akan di bilas Eve di ember besar warna biru untuk membantu Eve mencuci celana jeans.
" Hai , besok Aku sudah akan berangkat ke kota Palembang lho. Apa kamu mau memberi pesan sesuatu untuk ku sebelum Aku pergi kerja ke luar kota selama sebulan dan jauh darimu ? "Tanya Ray kepada Eve sambil memeras celana jeans dari ember besar warna biru ke ember besar warna hijau tua.
" Gak ada." Jawab Eve apa adanya.
" Kenapa gak ada pesan untuk ku ? Kau tak mau pesan oleh -oleh dariku misalnya?" Tanya Ray yang menghela napas karena Eve sungguh tak ada rasa akan merindukannya selama sebulan tak jumpa dia padahal Ray belum pergi saja sudah rindu setengah mati kepada Eve.
" Ada." Jawab Eve sambil mencuci pakaian dalam dengan bebas dan tanpa sungkan di hadapan Ray yang membayangkan pakaian dalam Eve yang ukurannya kecil dan gambar hello kitty warna pink dan kuning sambil membayangkan ukuran tubuh Eve di otak Ray.
" Eh ,Aku mikir apa ya barusan ? " Bantah Ray di benaknya dengan bertanya lagi kepada Eve tanpa melihat ke pakaian dalam yang mulai di gantung Eve di jemuran lingkaran warna merah.
" Ya, Eve..Pesan apa untuk ku darimu ?" Tanyanya menatap ke arah tubuh Eve yang tercetak indah di kaos rumahan Eve yang bergambar boneka teddy bear lalu mengerjapkan matanya untuk usir aura negatif yang menghantuinya itu dengan alihkan pandangan matanya ke arah Ziko yang sedang menggunting pohon bunga melati Jepang yang di taruh di dinding oleh Ziko.
__ADS_1
" Jangan telat makan ,minum dan tidur. Jagalah kesehatan Kakak dan pempek untuk oleh -oleh yang Eve minta untuk di belikan oleh Kak Ray untuk Eve." Jawab Eve kepada Ray yang merasa lega melihat Eve sudah selesai mencuci baju dan menjemur pakaian.
" Iya, Eve tentu saja Kakak Ray akan ingat pesan mu itu." Kata Ray yang mengikuti Eve turun ke lantai bawah.
" Kak Ray bisakah Kakak tunggu Eve di kursi di ruang tv sebentar saja karena Eve mau mandi dan rapi -rapi dulu sebelum Eve temani Kakak Ray ,? Pinta Eve di depan kamarnya kepada Ray yang menganggukan kepala dengan paham.
" Iya, bisa dong." Jawab Ray tersenyum manis kepada Eve.
Selama tiga puluh menit Ray menunggu Eve di kursi ruang tv sampai gadis itu datang dengan pakaian rapi dan wangi sampo serta sabun dan bedak Zwitsal yang beraroma manis dan segar serta menyenangkan sekali bagi Ray yang telah menyambut Eve dengan senyuman yang sangat menawan sekali.
" Sudah, Eve udah rapi nih.Yuk ,sekarang Kita bisa main ke mal." Kata Eve meraih jemari Ray lalu Eve berpamitan kepada Tante Nabila dan Kakak -Kakaknya serta Delia dan Ziko sebelum gadis itu menuntun Ray menuju ke mobil sport Ray yang di parkir di depan pintu gerbang rumah gadis itu.
" Eve, gimana kalo lain hari Aku ajari Kamu belajar menyetir mobil untuk keperluan mu sendiri dengan mudah ?" Tanya Ray di belakang kemudi kepada Eve.
" Mau sih , Kak. Cuma Eve takut kalo nyetir mobil sendiri dan juga Eve 'Kan gak punya kartu SIM dan mobilnya." Jawab Eve kepada Ray di kursi bagian kiri Ray.
" Jangan cemas Sim akan di dapatkan begitu Eve sudah bisa menyetir mobil dan mengenai mobil nya, Eve bisa memilih mobil apa yang sesuai dan di sukai oleh Eve karena Kakak akan membelikan mobil khusus untuk Eve pakai untuk keperluan Eve sehari -hari terutama untuk Eve pakai untuk antar Ziko pergi HD di rumah sakti dan Delia serta Aldo pergi ke sekolah dan les bimbel mereka tanpa Eve harus repot mennggunakan jasa mobil online." Kata Ray seraya mengulurkan jemarinya ke atas rambut Eve untuk membelai lembut rambut indah gadis itu.
" Wah , ada jajanan takoyaki , sushi dan mie ramen juga." Kata Eve begitu senang menyusuri mal itu bersama dengan Ray.
" Beli dan cobain gih." Kata Ray yang membelikan semua makanan itu untuk Eve sambil menunggu film yang akan mereka tonton di bioskop mal itu di mulai.
" Wah , ya Kak Ray ,makasih banyak." Kata Evelyn tersenyum riang menikmati makanan itu sambil melihat -lihat suasana di dalam mal itu.
" Habis ini Kita pergi ke toko baju itu ,yuk ?" Ajak Ray yang sudah mengincar sebuah butik yang di minatinya untuk membelikan pakaian untuk Eve.
" Untuk apa ke butik itu ? " Tanya Eve merasa tak perlu untuk melihat butik yang terlihat mahal itu.
__ADS_1
" Lihat -lihat aja." Jawab Ray segera karena Ray melihat ekspresi wajah Eve yang enggan untuk pergi ke butik itu.
" Emm gausah nanti di kira kita mau mencuri pakaian orang lho." Kata Eve sambil makan mie ramen.
" Tampang kita tak mirip pencuri kok." Kata Ray tertawa kecil melihat Eve khawatir mereka tidak akan sanggup untuk membeli pakaian di butik di seberang area food court, jika di lihat dari lantai atas tingkat tiga dari mal Aeon.
" Pokoknya jangan masuk ke butik itu deh lebih baik kita masuk ke toko di lantai dua saja ada merek Giordano, Eksekutif , Polo , Esprize yang harganya terjangkau untuk kita mau membelinya." Kata Eve selesai menghabiskan makanannya dan bergandengantangan dengan Ray untuk melihat -lihat seluruh isi dalam mal nuansa Jepang.
" Tapi, Aku tetap mau masuk ke butik itu.Ayolah kita coba saja." Kata Ray yang membujuk Evelyn untuk masuk ke butik pakaian itu.
" Mereknya Prada semua." Kata Eve tak tertarik melihat -lihat baju -baju di butik itu yang menurut Eve bisa menggantung leher di tiang jemuran.
" Kau cobalah pakaian ini ,tas dan sepatu yang sudah ku pilihkan untukmu." Kata Ray yang tahu -tahu menaruh sejumlah pakaian ,tas dan sepatu kepangkuan Eve.
" Ei, Kak Ray..? Bahaya kalau rusak gimana ?" Ujar Eve ngeri.
"Gak bakal rusak.Sana masuk ke fitting room dan coba pakaian itu , semuanya..!" Kata Ray yang menuntun Eve ke ruang ganti pakaian dan Ray menunggu di luar ruang ganti pakaian.
" Kak Ray ,gimana menurutmu ? Bagus ,gak baju ini untuk ku? " Tanya Eve tak lama kemudian pada Ray dari pintu ruang ganti pakaian.
" Cantik dan cocok untukmu." Jawab Ray senang sekali mendandani Eve sesuai dengan style ciri khas yang Akong Xu inginkan dari calon cucu menantu dari Akong nya Ray itu.
" Udah ,ya Kak ? Eve hanya cobain baju itu bukan untuk membelinya. Karena harga baju itu mahal sekali bisa seharga motor baru..Emm ,Eve bukan Sarwendah Istrinya presenter kondang Ruben Onsu atau Nagita Slavina Istrinya Raffi Ahmad." Kata Eve yang sudah mengganti baju itu dengan baju nya sendiri yang hanya kaos sederhana dan celana jeans santai.
" Iya, Eve."Jawab Ray yang terkesan dengan Eve yang tak pernah tergiur dengan barang -barang branded.
" Kak, kita harus segera pergi ke bioskop karena filmnya akan segera di mulai." Kata Eve melihat jam tangan di pergelangan tangan gadis itu untuk memberitahu Ray mengenai mereka berdua akan terlambat untuk menonton film yang akan mereka tonton di bioskop.
__ADS_1
" Iya, Eve.Ayo kita segera pergi ke lantai atas untuk ke bioskop." Kata Ray menggandeng tangan Eve lalu keduanya tergesa -gesa menuju ke lantai atas di area mal itu untuk pergi ke bioskop.
Bersambung..!!