
Cuaca berangin kencang yang disertai daun - daun yang berguguran dari dahan -dahan pohon di seluruh jalanan Ibukota Seoul, Korea Selatan. Dimana setiap orang harus berhati -hati dalam berjalan supaya tak terjatuh karena menginjak daun -daun yang kering maupun yang basah oleh air hujan atau embun di pagi hari.
Edgar merapatkan jaket dan topi cupluknya di kepalanya untuk menghindari angin masuk di kepalanya yang harus di lindungi supaya dirinya bisa selalu fit untuk kerja melayani masyarakat di bidang kesehatan.
" Hai , Dokter Edgar..? " Sapa seorang gadis bule rambut pirang dari depan halte bus tempat nya menunggu bus untuk menghadiri acara seminar di salah satu kota Korea Selatan.
" Hai , juga..! " Sapa balik Edgar tersenyum yang amat ramah tamah kepada gadis bule itu.
" Dokter tumben hari ini berangkat pagi sekali sudah tiba di halte bus..Apakah Dokter memiliki urusan lain selain di rumah sakit sehingga Pak Dokter harus sampai di halte bus pagi sekali ?" Gadis bule menanyakan Edgar dengan sikap yang bebas sekali.
" Iya, benar sekali..Ohya, kamu siapakah dan darimana kamu tahu kalau Aku seorang Dokter? " Tanya Edgar dengan nada selidik sambil duduk di kursi halte dan mengeluarkan bekal sarapan pagi nya berupa roti rasa minyak zaitun merek subway dari dalam kotak makan dalam tas nya dan memakan roti itu dengan lahap.
" Ouh, perkenalkanlah nama ku adalah Eugene Natalie dan asalku dari kota Sidney, Australia. Aku kenal Pak Dokter karena Aku pernah temani tetangga ku yang isteri dan putra nya menjadi korban kebakaran di unit apartemennya yang satu gedung apartemen denganku..! Apakah Pak Dokter tak mengingatnya? " Eugene tersenyum simpul kepada Edgar.
" Ah, ya..Maafkan Aku ya yang tak mengingat kamu yang merupakan tetangga dan teman dari keluarga pasienku beberapa bulan yang lalu..! " Kata Edgar tersenyum malu menepuk dahinya.
" Ah, gak apa -apa kok Dok..Aku ngerti kesibukan Anda yang membuat Anda gak terlalu banyak untuk memerhatikan sekeliling Anda..! " Kata Eugene yang selalu bersikap terbuka dan apa adanya itu kepada siapapun termasuk kepada Edgar yang menarik hatinya itu.
__ADS_1
" Wah , kebetulan sekali Aku bisa mencari tahu tentang cowok duda itu siapa nya Irene gadis pujaan hati ku yang selalu menjadi bunga mimpi ku di dalam tidur dan lamunanku kepadanya..! " Pikir Edgar menatap Eugene yang juga melihat ke arahnya.
" Aku senang sekali ada kesempatan emas ku untuk berkenalan lebih dekat dengan Dokter Edgar yang tampan dan baik hati ini...!" Pikir Eugene tersenyum lebar kepada Edgar.
Baru saja Edgar mau bertanya lebih lanjut pada Eugene gadis bule ramah itu mobil bus tujuan nya telah tiba di depan halte yang membuatnya membatalkan niatnya untuk bicara lebih banyak dengan Eugene karena ingin tahu tentang cowok duda keren yang di peluk Irene beberapa bulan lalu di depan rumah duka di rumah sakit tempat Edgar bekerja yakni rumah sakit Asan Medical Center.
" Ahh, semoga ada lain waktu untuk Aku bisa berjumpa lagi dengan si bule tetangga cowok duren yang di peluk Irene beberapa bulan yang lalu...!" Batin Edgar sambil berdiri dari kursi halte lalu berjalan dan menaiki tangga masuk bus.
Eugene memerhatikan Edgar dengan perasan ingin lebih lama lagi bersama dengan pemuda itu di waktu dan tempat yang sama seperti di halte ini.
" Aduh, kenapa aku tadi berharap bisa bertemu lagi dengannya di lain waktu agar aku bisa tanya nomor wa dan telepon nya..?! " Pikir Eugene.
" Kopi susu untuk mu, Nona pinguin...!" Sapa pria yang segera di kenalinya sebagai rekan kerja Jeremi Song yang bernama Gunawan Toha asal kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
" Wah, terimakasih banyak atas kopi nya, Teman ramah..! " Sapa balik Eugene tersenyum manis menerima sekaleng kopi susu itu dari Gunawan.
" Ouh, sama -sama Nona Pinguin...! " Jawab Gunawan tersenyum ramah bersahabat kepada Eugene Natalie yang di kenalnya sangat dekat dengan Jeremi Song yang membuatnya memiliki harapan besar untuk Jeremi bisa kembali kerja dan tinggal di Seoul usai mengurus pemakaman istrinya dan putra nya Jeremi Song di Indonesia.
__ADS_1
*******
Angin yang juga sangat sejuk menerpa rambut Ray yang baru saja keluar dari kantor cabang dari perusahaannya yang lain yang berada di kota Palembang, Sumatera Selatan. Ia ingin pergi ke kantin untuk makan siang bersama para teman -teman kerja nya namun di tengah jalan Ia menemukan seorang gadis kantin yang sedang memunguti barang dagangan yang berserakan di jalan menuju kantin , maka untuk kesopanan dan keramahtamahan yang mencari ciri khasnya itu,.
Ray berjongkok dengan ramah membantu gadis kantin merapikan barangan dagangan gadis itu yang berupa kue -kue kering dalam bungkusan plastik dan daun pisang. Sikap ramahnya Ray itu di kagumi oleh semua teman -teman kerja nya yang ikuti melihat serta membantunya untuk bantu gadis kantin yang manis itu dengan ikut merapikan barang dagangan gadis kantin.
" Ah, makasih banyak atas bantuan Anda, Pak Ray...! " Kata gadis kantin tersenyum manis pada Ray setelah Ray dan teman -teman kerja Ray telah membantunya merapikan barang - barang dagangannya yang terjatuh di jalan karena saat gadis kantin membawa barang dagangannya itu dengan keranjang tersenggol para karyawan lain sehingga berserakanlah barang dagangannya itu di jalanan menuju ke kantin.
" Sama -sama..Kamu lain hati-hati kalau berjalan dalam membawa barang daganganmu supaya tak terulang lagi kejadian tadi yang membuat mu nyaris mengalami kerugian besar kalau barang dagangan mu rusak dan tak bisa di dagangkan olehmu..! " Kata Ray menasehati gadis kantin.
" Ah, ya Pak Ray..Makasih banyak atas nasehat Anda untuk Saya..Mulai hari ini Saya akan hati -hati dalam berjalan..Makasih..! " Jawab gadis kantin yang sangat senang sekali mendapatkan nasehat dari Ray.
" Oke..Sama -sama..! " Kata Ray singkat.
Ray dan teman -temannya melanjuti perjalanan mereka menuju ke kantin sambil berbincang -bincang santai dan ramai satu sama lainnya tapi Ia tak menyadari kalau gadis kantin terus saja memandangi dirinya hingga Ia masuk ke dalam kantin dan memesan makanan dan juga minuman untuk makan siang nya di tempat kerja nya.
" Sungguh cowok yang sangat unik dan langka sekali Pak Ray itu...Ahh, Aku semakin terpikat oleh nya..! " Pikir gadis kantin itu dari jalanan ke arah kantin sambil memeluk barang dagangan nya di dalam keranjang.
__ADS_1
Bersambung...!!