
Benny Wildan mengacuhkan Sally yang menangis di lantai teras rumah itu dengan Benny berjalan ke dalam rumah untuk merapikan barang -barangnya di salah satu kamar di rumah itu.
" Kak Ben..!Aku turut prihatin atas segala musibah yang kamu alami ini dan ku harap kamu dapat melaluinya dengan tegar dan terus maju untuk menggapai kebahagiaanmu sendiri." Kata Mia yang mendatanginya di kamar dekat ruang makan yang di batasi jendela yang menuju ke ruangan dapur dan tempat cuci piring serta kamar mandi utama.
" Ya, Mia makasih banyak pengertianmu dan Aku sungguh malu sekali karena aku harus menetap di rumah sebagai perusuh di rumahmu ini dengan Aku mengatakan hal yang tidak enak di dengar oleh tetangga di sekitar." Kata Benny dengan nada yang penuh rasa sungkan kepada Mia Renata.
"Sstt, Kak Ben tolonglah kau jangan merasa tak enak kepadaku.Aku sendiri sudah menganggap kamu sebagai saudara yang melindungi aku dan Susan dengan sangat baik." Kata Mia Renata yang dengan penuh keiklasan hatinya kepada Benny.
"Oh,baiklah terimakasih banyak Mia.Kau sungguh baik sekali kepadaku..! Aku dengan minta maaf sekali kepadamu untuk meminta izin kepadamu untuk menikah denganku sebagai istri kedua ku dan Aku bersumpah untuk mencari cara yang paling tepat untuk Aku bisa menceraikan Sally setelah Aku sukses nanti."Kata Benny dengan hati yang sangat sakit sekali melakukan suatu hal yang menurutnya terbaik untuk saat ini baginya dan Sally.
"Aku tidak mau menjadi istri keduamu, Kak Benny. Karena Aku dulu juga pernah di minta oleh masa lalu ku itu untuk melakukan pernikahan poligami namun ku menolaknya dengan tegas sekali. Aku hanya ingin menjadi seorang istri dan satu -satu nya di dalam hidup dan rumah suamiku untuk selama hidupku." Kata Mia dengan begitu tegas menolak permintaan Benny itu.
"Ahmm..Baiklah..Tapi,ku minta tolong untuk kita bisa memainkan sandiwara keluarga poligami di hadapan Sally sampai Aku punya solusi yang tepat aku bisa terbebas dari Sally dan keluarganya yang haus tahta dan kasta." Kata Benny dengan mengerti dengan maksud hati Mia dari ucapan Mia itu kepadanya.
Di saat Benny Wildan dengan bingung mencari solusi untuk dirinya dapat terbebaskan dari Sally dan keluarganya Sally.Tiba -tiba ada suara dering hpnya dari saku celana panjang bahan katunnya itu.
__ADS_1
" Ray..?" Secercah kilauan di matanya melihat ada nama yang tertera di layar hp batangannya itu.Ia pun segera mengaktifkan tombol oke untuk Ia bisa berkomunikasi dengan Raymond Gilberto Xu sepupunya itu di hpnya.
" Hallo , Ray..Kau berada di mana sekarang? Ahhh di Itc Bekasi Square? Wah ,baiklah Gue segera ke sana ya untuk temui Elo yang udah lama banget kita gak bertemu semenjak Elo menikah dan Gue juga menikah, lalu kita berdua tinggal di daerah dan kota yang berbeda," Kata Benny Wildan yang amat cepat untuk berpikir untuk solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalah hidupnya itu dengan Ia mungkin dapat meminta pertolongan dari Ray yang memiliki kasta dan keuangan serta pekerjaan yang berada di atas Sally dan keluarga nya Sally bahkan mungkin sekarang Ray dapat mengimbangi status dan kasta nya artis Raffi Ahmad atau Ruben Onsu cuma bedanya Ray itu bukanlah selebritis tajir seperti mereka berdua.
" Kak Ben, apakah kamu mau meminjam uang dari Kakak Ray sepupu mu itu untuk menceraikan Sally dan terbebas dari tekanan hinaan keluarganya Sally?" Tanya Mia Renata yang tampak sumringah di wajahnya karena Ia mungkin ada harapan yang amat besar untuk memiliki Benny Wildan untuknya dan Susan.
" Iya,Mia.Sekarang juga Aku harus segera temui Ray di tempat yang kami janjikan.Aku pergi dulu ya..!" Jawab Benny Wildan dengan senyum pada Mia Renata.
Sally yang masih menangis di teras rumah sama sekali tidak mendengar percakapan itu dan Ia pun juga tak melihat Benny Wildan keluar menuju ke pintu gerbang rumah.Ia hanya kaget sekali saat Ia mendengar deru mobil Avanza silver di luar rumah itu yang melaju cepat dan menghilang dari luar rumah itu.
Di Itc Bekasi Square.
Ray menunggu kedatangan Benny Wildan di salah satu resto cepat saji yang bermerk Burger King.Ia memesan secangkir kopi cappucino dan satu Burger plus kentang goreng dan ice cream yang di letakkan di ataa meja resto itu.
" Sayang, kamu lihat gak buku di gramedia tadi? Aku ingin membelinya,boleh gak?" Tanya Evelyn di kursi di sampingnya dengan pandangan kedua mata istrinya itu berbinar untuk meminta izinnya membeli buku novel yang di inginkan istrinya itu di toko buku tadi mereka lihat bersama di dalam Mal yang mereka kunjungi itu.
__ADS_1
" Ya, boleh dong. Sana kamu belilah buku -buku novel yang kamu inginkan." Jawab Ray dengan lembut kepada Evelyn.
" Uangnya mana dahulu,dong?" Pinta Evelyn nada manja mengulurkan telapak tangannya kepada Ray yang tertawa geli dengan sikap manjanya itu.
" Ini pakai kartu ku saja..Kamu tahu kan password nya,Sayang? Selain kamu mau membeli buku -buku itu, kamu juga bisa membeli pakaian baru untuk kenyamanan mu dan kedua baby kita di rahimmu itu yang mulai membesar itu." Kata Ray yang mengeluhkan cara berpakaian Evelyn yang tetap penampilan ketat dengan celana jeans dan kaos yang menurutnya amat mencetak bentuk tubuh indah Evelyn yang perutnya sudah mulai sedikit buncit karena usia kehamilan Evelyn sudah memasuki usia 13 minggu atau tiga bulan lebih dan untuk ukuran hamil anak kembar sudah cukup agak terlihat bentuk kehamilannya itu.
" Ahh..Ya, Kak Ray.Aku akan membeli pakaian hamil yang sesuai kamu minta dariku." Kata Eve yang menyadari teguran halus dan tegas dari Ray suaminya itu.
" Belilah pakaian dress atau seperti daster batik juga gak apalah, Eve.Terutama untuk kenyamanan mu dan kesehatan kedua baby kembar kita loh..Oh ya kemarin usg apa sudah tahu jenis kelamin dari kedua baby kita ?" Tanya Ray yang menatap Eve menikmati ice cream dengan lahap.
" Ehmm..Satu perempuan dan satu laki -laki, Kak Ray." Jawab Eve dengan nada biasa saja tetapi Ray sangat bahagia sekali begitu mendengar dan mengetahui jenis kelamin kedua baby kembar mereka berdua di rahimnya Evelyn.
" Wow , luar biasa indahnya anugerah Tuhan pada kita berdua, Sayang.Aku sangat tak sabar lagi untuk menimang mereka berdua di kedua tangan ku ini..Ah sekarang kita harus mempersiapkan perlengkapan mereka dengan kamar yang sesuai dengan mereka berdua.Ayolah usai kita jumpai Benny di sini..Kita pergi belanja dekorasi kamar untuk kedua baby kita.." Kata Ray dengan suara nya begitu riang gembira sekali kepada Evelyn.
Bersambung...!!
__ADS_1