
Kota Balikpapan,Kalimantan Timur.
Ray mengerjapkan sepasang matanya saat dirinya terbangun dari tidurnya yang cukup lama yang di sebabkan karena Ia jatuh sakit dengan mengidap penyakit kuning atau Hepatitis tingkat yang cukup membahayakannya nyawanya.
" Ray, ini Gue bawain minuman sehat berkhasiat tinggi untuk kesembuhan Elo." Kata William yang mengunjungi di ruang pasien melalui lubang pintu kamar pasien karena Ray tak mau William dapat tertular penyakitnya itu.
"Ah,ya makasih Wil." Jawab Ray mengambil alat infusnya sebelum bangun dan berjalan menuju ke pintu kamar untuk mengambil sebotol minuman sari temulawak asli kiriman langsung dari Mama Jenny di Kota Tangerang, Banten.
"Ray,gimana kondisi Elo pagi hari ini?Apakah Elo sudah merasa baikan dari kemarin Gue jenguk Elo di rumah sakit?" Tanya William melalui lubang pintu kamar pasien.
"Ya,Gue lebih baik karena kuku jari -jari tangan Gue udah gak terlalu kuning langsat usai Gue minum obat yang Dokter berikan kepada Gue pada pagi hari ini sebelum Gue di antarin sarapan pagi." Jawab Ray tersenyum sambil minum minuman sari temulawak yang di bawakan oleh William dari kiriman Mama Jenny untuknya.
" Syukurlah,Ray pokoknya Elo harus semangat untuk sehat kembali,ya Ray? Elo harus ingat Eve yang sedang hamil di rumah Elo dan Elo juga harus ingat kita semua menyayangi Elo." Kata William yang menahan tangisannya yang nyaris meledak karena William ingat kalau hari itu ialah hari pemakaman Delia yang sama sekali tidak boleh di ketahui oleh Ray sampai Ray sembuh dan keluar dari rumah sakit yang sesuai di pesankan oleh Mama Jenny kepada William melalui Wa nya Mama Jenny sebelum William pergi menjenguk Ray di rumah sakit.
__ADS_1
"Iya, William.Elo jangan nangis kayak gitu dong 'kan Gue jadi mellow nih ingat Eve di rumah Gue." Kata Ray yang merenung di balik pintu kamar pasiennya.
Entah karena hal apa yang membuat hatinya Ray sangat pedih sekali seakan ada sesuatu yang tak bisa di bendungnya itu ,maka air matanya Ray pun berjatuhan dari kedua bola matanya yang indah.
Di Pemakaman yang sangat kelabu terlihatlah raut wajah Akong Xu dan keluarga yang mendung dan menatap gundukan tanah yang penuh taburan bunga -bunga yang menghiasi gundukan tanah yang ada tulisan 'Makam Delia Gilberta Xu usia 16 tahun ' di bawah tanda Salib yang berbentuk batu marmer warna kelabu.
" Akong, kita mendapat kabar di Kota Balikpapan mengenai Ray yang sedang sakit hepatitis A di salah satu rumah sakit di kota Balikpapan." Kata Jerry Gilberto Xu sepupunya Ray lainnya kepada Akong Xu.
" Ahhh..Urusan Delia belum tuntas sekarang Aku harus menangani urusan Ray yang sedang sakit hepatitis A...!Jerry, kau hubungilah pengacara Ferdy Simanjuntak untuk mengurus masalah Delia yang membuat ku penasaran sekali karena Delia di katakan oleh orang -orang itu kalau Delia itu meninggal dunia karena terjatuh dari tangga di sekolahnya." Kata Akong Xu yang menatap pilu makamnya Delia yang masih basah oleh taburan bunga tabur.
"Akong sendiri yang akan membawa pulang Ray ke Jepang untuk pengobatan yang lebih baik lagi untuk Ray bisa secepatnya sehat dan membantu Akong mengusut masalah Delia dan adik lain yang di miliki oleh Ray namun Ray sama sekali tidak pernah mengetahuinya." Jawab Akong Xu dengan suaranya yang amat getir itu.
"Adik lain yang di miliki oleh Ray? Siapakah adik lain itu,Akong?" Tanya Jerry yang membawakan payung untuk Akong Xu.
__ADS_1
"Saudari kembar Delia yang di pisahkan dari Jenny maupun Handoko setelah Delia terlahir dalam kondisi yang tidak normal.Mengenai hal ini Aku pun belum lama ini mengetahuinya usai Aku baca surat peninggalan Handoko di kamar bekas nya Handoko dan adik kembarnya Delia itu di titipkan kepada pembantunya Handoko yang berasal dari negara Filipina."Jawab Akong Xu meremas dada nya yang merasa sakit karena Akong Xu masih merasa sedih karena kehilangan Delia salah satu cucu perempuan dalamnya yang paling di sayangi nya.
Di suatu tempat lain di daerah pantai reklamasi di daerah Jakarta tengah berdiri Benny Wildan yang memandangi laut yang tenang dengan suasana hatinya amat galau mengenai kehidupannya yang tak sesuai dengan harapannya ketika Dia memilih untuk menikah dengan Sally gadis pertama yang mendatangkan rasa cinta yang amat besar.
" Tapi sekarang rasa cinta itu telah pupus sudah dan di gantikan oleh rasa benci yang sangat dan amat dalam yang membuatku ingin terlepas dari Sally untuk memulai hidupku yang baru." Kata -kata itu terus di ulang oleh Benny yang tangannya itu menggenggam hp nya usai Benny menerima telepon dari pengacara nya Ray yang menangani masalah perceraiannya dengan Sally.
"Pak Ben setelah Saya meninjau kasus Anda ini dengan terperinci sekali, Saya bisa memberikan bantuan pembelaan terhadap Anda di pengadilan perceraian Anda dengan Istri Anda dengan baik dan cepat bahkan Anda tidak akan pernah dapat kerugian apa pun dari bayaran yang diminta oleh pihak keluarga Bu Sally di kota Bogor.Semua itu di karenakan Bapak Raymond yang sudah menuntut balik keluarga Bu Sally dengan tuntutan tentang pemerasan tenaga dan pikiran Anda kepada pihak keluarga Bu Sally dengan senilai bayaran yang melebihi pembayaran yang di minta oleh keluarga Bu Sally untuk Anda dapat menceraikan Bu Sally dengan cepat.Selain itu sampel D.N.A untuk janin yang di kandungan Bu Sally membuktikan kalau janin itu bukanlah darah daging Anda melainkan darah daging Bapak Tommy.Hal ini di ketahui oleh Dokter Edgar yang merupakan sahabat baik dari Bapak Ray yang melakukan riset D.N.A janin dari sampel hubungan terlarang antara Bu Sally dan Bapak Tommy secara terperinci sekali." Semua itu di katakan oleh pengacara Ferdy Simanjuntak di hp kepada Benny Wildan.
" Kalau begitu kapan Aku harus datang atau hadir di pengadilan Agama kota Bogor untuk sidang pertama perceraianku itu ?" Tanya Benny Wildan dengan suara mantapnya kepada pengacara itu di hp nya.
"Lusa depan atau awal bulan besok pada pukul sembilan lewat sepuluh menit Waktu Indonesia Bagian Barat." Jawab pengacara tersebut kepada Benny Wildan.
Dan,sekarang Benny merenung kembali segala percakapan itu di pantai reklamasi sebelum Ia pulang ke rumah Lestari di Kota Bekasi Barat tapi Ia di kejutkan dengan kabar buruk yang di terima olehnya melalui Wa nya dari Tante Jenny yang mengabarkan berita meninggal dunianya Delia.
__ADS_1
" Astaga, kabar buruk lagi..! Ah,gimana Ray ya? Apakah Dia sudah tahu mengenai kabar yang sangat menyedihkan ini mengenai Delia ?" Tanya Benny Wildan menatap layar hpnya untuk cari nama Ray di daftar nama Wa nya.
Bersambung..!!