
Sesuai dengan keinginan yang kuat dari dalam hatinya untuk mengunjungi saudarinya yang tinggal di kota Surabaya membuat Ray mengajak istri dan anak-anaknya pergi ke kota Surabaya.
"Kak Rita..! " Panggil Ray dengan nada halus dan sopan menyapa seorang wanita muda yang usia nya sebaya dengannya. Ia menatap sendu dan penuh keharuan terhadap saudari kembarnya itu.
" Ray..? Tumben kamu datang ke rumah Kakak Rita di kota Surabaya dengan mengajak istri dan anak -anakmu. " Sapa balik Rita dengan nada haru biru melihat adiknya mengunjunginya
"Iya, karena aku beserta keluarga ku merindukan kakak dan keluarga kakak sekaligus kami ingin berwisata di kota Surabaya, Malang dan sekitarnya untuk liburan akhir tahun kami. " Jawab Ray tersenyum bahagia melihat Kakaknya dan keluarga kakaknya hidup bahagia.
" Wah, kami sungguh merasa senang dengan kehadiran kalian disini di rumah kami.. Mari masuk dan mengobrollah dengan nyaman. " Kata suami kakaknya yang bernama Edo Dinardi yang memperkenalkan mereka dengan Bernard Dinardi, Ester Dinardi dan Hendri Dinardi anak -anak dari kakaknya.
"Selamat datang di rumah kami untuk Uncle Ray dan Aunty Evelyn serta adik Richard dan adik Renata.. Perkenalkan nama saya Bernard Dinardi putra pertama dari Mama Rita dan Papa Edo Dinardi. " Sapa Bernard Dinardi dengan nada sopan kepada Ray yang menganggukkan kepala untuk menyapa balik keponakannya itu.
" Halo, Bernard Dinardi. " Sapa Evelyn dengan senyum ramah kepada Bernard Dinardi.
" Halo, Uncle Ray dan aunty Evelyn kalau nama saya Ester Dinardi putri tunggal dan anak kedua dari Mama Rita dan Papa Edo Dinardi. " Sapa anak perempuan dari kakaknya dengan senyum manis sekali yang baru berusia lima tahun.
"Halo anak manis senang berkenalan dengan mu sayang. " Sapa Evelyn tersenyum manis untuk Ester Dinardi.
"Kalau ini pasti Hendri Dinardi ya 'kan? " Tanya Ray dengan senyuman ramah kepada anak laki-laki usia dua tahun yang sebaya dengan usia anak -anaknya.
__ADS_1
" Iya, Uncle Ray dan aunty Evelyn. " Jawab Hendri Dinardi dengan senyuman manisnya.
Lalu, Ray dan Evelyn beserta anak-anaknya nya di temani jalan -jalan ke keliling kota Surabaya di hari pertama mereka datang ke rumah Kakak mereka oleh keluarga dari kakaknya.
" Wah kota Surabaya sungguh cantik sekali dan hidangan khasnya juga lezat. " Kata Evelyn yang menyukai segala jenis makanan apa saja.
" Ya, Eve kamu nikmatilah hidangan khas dari kota Surabaya yang paling terkenal di seluruh kota Surabaya ini dengan perlahan-lahan ya. " Kata Kakak Rita dengan nada sayang kepada Evelyn.
" Ray, sebenarnya ada tujuan apakah kamu dan keluarga mu mengunjungi ku di kota Surabaya? " Tanya Rita di luar kedai makan kepada Ray.
" Aku ingin memberitahu mu tentang keluarga kita yang dari Papa Doni Wildan telah tiada semuanya dan aku juga akan memberitahu mu bahwa kita adalah saudara dan saudari kembar yang berasal dari keluarga Gilberto Xu yang telah di pisahkan oleh kedua orangtua kita usai mereka bercerai dan memiliki keluarga masing -masing, selain itu aku juga memberitahu mu bahwa kita masih mempunyai seorang kakak laki-laki yang bernama Chiko Gilberto Xu yang saat ini sedang aku cari tentang keberadaan nya itu dan kita masih ada adik perempuan yang bernama Natusha Gilberto Xu yang saat ini tinggal bersama dengan ku di Jakarta Utara. " Jawab Ray dengan detail menceritakan tentang riwayat hidup Rita kepada Rita.
" Iya, aku juga memberitahu mu kalau aku ingin melihat mu dengan kedua mata kepala ku sendiri bagaimana kehidupan mu di kota Surabaya ini agar aku bisa merasakan kamu hidup bahagia bersama dengan keluarga mu sesuai dengan amanah terakhir dari Akong kita sebelum beliau meninggal dunia di rumah sakit di kota Osaka, Jepang. " Kata Ray dengan nada terharu sekali kepada Rita.
Di balik pelukan hangat itu tersimpan kesedihan di hati Rita yang tak mau membuka rahasia nya agar Ray tidak pernah mencemaskan dirinya lagi karena Ia ingin Ray hidup bahagia selalu.
" Maaf, Ray. Aku tak pernah bisa menceritakan tentang kehidupan ku yang sebenarnya kepada mu agar kamu tak pernah mencemaskan diriku di kota Surabaya ini. Aku akan tetap tegar dan semangat untuk menjalani mahligai kehidupan rumah tangga ku yang terlihat harmonis dan bahagia di luar namun kenyataannya aku justru menderita sekali. " Kata Rita di dalam hatinya seraya menangis di pelukan Ray.
" Kak Rita, cobalah ke sini..!" Panggil Evelyn yang ingin mengajak Rita pergi ke mal untuk belanja baju bersama-sama.
__ADS_1
" Oke, Eve. Kak Rita datang kepada mu. " Jawab Rita segera menghapus airmata nya lalu wanita ini memperlihatkan senyuman cerahnya kepada Evelyn.
Ray merasakan kesedihan di balik senyuman manis dari Kakak Rita nya itu namun Ia pura -pura tak tahu apa -apa dengan sikapnya yang tenang berbicara dengan akrab kepada Kakak iparnya di perjalanan menuju ke Kota Malang.
" Kak, di sini terkenalnya makanan apa saja selain bakso malang? " Tanya Ray ingin tahu di saat Ia di ajak wisata kuliner khas kota Malang oleh Edo Dinardi.
" Ada rujak cingur, tahu lontong khas kota Malang dan masih banyak lagi.." Jawab Edo Dinardi yang memperkenalkan aneka makanan khas kota Malang kepada Ray.
" Wah, aku jadi gak sabaran deh untuk mencoba semua makanan khas kota Malang dan sekitar nya, Kak. Ya mumpung aku masih liburan di kota Surabaya, Malang dan sekitarnya juga hingga akhir tahun ini. " Kata Ray dengan wajahnya amat tertarik dengan rekomendasi makanan dan tempat -tempat wisata yang populer di kota Surabaya dan Malang dari Edo Dinardi.
" Iya, tentu saja Ray.. Kakak akan senang hati menjadi pemandu wisata mu loh. " Jawab Edo Dinardi dengan senyuman bersahabat kepada Ray.
Di sisi lain, anak-anak mereka dapat berteman dengan baik satu sama lainnya bahkan Bernard Dinardi memimpin anak-anak yang terkecil untuk bermain bersama di vila.
" Ayo, adik -adik mari kita bermain petak umpet yuk! " Ajak Bernard Dinardi dengan senyuman riang kepada Richard dan Renata Gilberto Xu seraya mengajak adik -adiknya bermain juga.
" Iya, ayo Kak Bernard Dinardi.Mari kita mulai bermainnya..! " Kata Hendri Dinardi dengan suara riang gembira kepada Bernard Dinardi.
Mereka pun bermain petak umpet dengan sangat senang sekali sampai mereka nyaris lupa waktu untuk makan siang yang sudah di siapkan oleh Bi Sri asisten rumah tangga Ray yang selalu setia melayani keluarganya Ray.
__ADS_1
Bersambung!