Stay For Love

Stay For Love
Episode 71.


__ADS_3

Akong Xu memanggil Ahma Xu untuk berbicara rahasia di luar sepengetahuan Ray setelah Ray kembali tertidur pulas di ranjang pasien usai Ray minum obat dari para dokter berikan kepada Ray.


"Berlian ,bisakah kamu tidak bahas masalah yang ada di benakmu itu di depan Ray untuk saat ini karena Ray masih sakit?" Tanya Akong Xu dengan nada serius kepada Ahma Xu di ruang aula utama rumah sakit Mount Elizabeth.


"Ya,Vannes.Aku mengerti sekali maksud kamu itu tetapi Aku sudah tak sabar lagi untuk menyuruh Ray menceraikan Evelyn gadis pembawa sial itu yang sudah menyebabkan musibah terus menerus di keluarga kita semenjak Ray menikah gadis yang berbeda segalanya dari kita.Ini seperti mengulang kesalahan Handoko yang pernah menikahi Jenny wanita penghibur rendahan yang pernah hamil di luar nikah sebelum Ia menikah dengan Handoko putra kita." Jawab Ahma Xu dengan pedih hatinya teringat masa lalu almarhum putranya itu.


"Ray dan Rita itu darah daging kita berdua mereka cucu kandung dalam kita meski mereka hadir di rahim Jenny sebelum Jenny menikahi Handoko putra kita.Karena Handoko lah yang telah berbuat terlarang sampai Jenny hamil di luar nikah,Ber..! Dan ,Aku sudah membuat Jenny dan Handoko terpisah dengan anak -anak mereka semenjak kau menilai Jenny pembawa sial sehingga mereka bercerai di usia Delia dan saudari kembarnya baru saja lahir satu minggu dan Ray harus di pisahkan dari saudari kembarnya Rita di usianya masih sepuluh tahun.Lalu Handoko memilih menikahi Regina Wulandari Lin wanita pilihanmu yang harus kamu lihat kenyataannya selalu membuat Ray dan Delia sengsara sejak mereka kecil sudah sangat kehilangan kasih sayang orang tua yang lengkap." Kata Akong Xu dengan suaranya bergetar karena dirinya ingin sekali menangis.


" Lalu kau ingin menyalahkanku karena musibah yang telah terjadi pada keluarga kita?Begitukah makdsudmu,Van?" Tanya Ahma Xu dengan nada marah kepada Akong Xu.


" Tidak..Aku lah yang harus di salahkan karena Aku tidak melarang mu untuk memisahkan Jenny dengan Handoko yang menyebabkan cucu -cucu dalam kita menderita dan yang terutama saudari kembar Delia yang di pisahkan dari kita semua karena kamu tak mau anak itu menderita autis juga seperti Delia.Padahal kita semua tahu kalau Delia mengalami autis bukan karena penyakit dia lahir melainkan trauma anak -anak brokenhome di keluarga yang tak pernah damai sedikitpun di rumah tangga orang tuanya.Dan ,Ray tumbuh jadi seorang yang kadang labil dan kadang normal itu disebabkan penderitaan dan beban hidupnya yang amat berat sejak Ia kecil sekali sebagai anak laki -laki di keluarga Xu generasi ketiga."Jawab Akong Xu yang membersihkan ingusnya dari hidungnya yang basah karena tangisannya yang akhirnya tak bisa di bendungnya itu.


"Vanness,Apakah kamu tahu dimanakah saudari kembarnya Delia berada setelah di pisahkan dari kita?" Tanya Ahma Xu yang merasa bersalah dan pedih sekali terhadap cucu perempuan dalamnya itu.


"Di panti asuhan di Ibukota Manila,Filipina.Aku tahu dari surat wasiat Handoko yang telah Aku temukan di balik bantal kepala Handoko di kamar tidur putra kita itu di rumahnya di sini,Singapura ini.Pokoknya,Aku ingin cucu kita kembali ke sisi kita dan Aku juga tak ingin kamu menuduh Evelyn sebagai wanita pembawa sial juga karena Ray akan marah dan sedih hatinya.Apalagi ,kalau kau sampai ingin Ray menceraikan Evelyn..Ah ,kamu akan menambah penderitaan Ray dan kita semua karena Eve sangat berarti bagi cucu dalam kita yaitu Ray." Jawab Akong Xu yang memucat raut wajahnya itu karena Ia melihat Ray di kaca jendela ruang loby utama rumah sakit Mount Elizabeth.

__ADS_1


"Ray...???"


Ray memandangi kakek dan neneknya dengan kacau balau karena Ia mendengar percakapan itu secara tak sengaja dengan niat hatinya itu ingin memberitahu Akong dan Ahma nya kalau Ia akan segera bisa pulang dari rumah sakit usai Dokter mengabarinya telah sembuh dari penyakit yang di deritanya itu.


"Apa yang ku dengar tadi adalah mimpi?" Tanya Ray dengan suara pelan sekali kepada Akong Xu dan Ahma Xu.


" Ray..Tolong,dengarkan kami..!" Pinta Akong Xu.


" Ya..?" Tanya Ray sopan kepada Akong Xu yang berdebar hatinya itu.


" Ya,Ahma ? Jelaskan kepada Ray sekarang juga apa maksud Ahma mengatakan Eve sebagai gadis pembawa sial ?Ahma mau Ray menceraikan Eve istri Ray sendiri yang sedang hamil anak -anaknya Ray? Gila aja ?! "Nada suara Ray meninggi tanpa sadar sampai beberapa orang pengunjung rumah sakit Mount Elizabeth menoleh kepada mereka.


" Ray,tolong pelankan suaramu..Mari kita cari tempat yang aman untuk membahas masalah kita semua." Kata Akong Xu yang menenangkan Ray.


" Oke.." Jawab Ray berjalan kembali ke lift untuk menuju ke ruangan kamar pasiennya lagi yang Vvip itu.

__ADS_1


"Ray,kami minta maaf mengenai masalah orang tua mu yang membuatmu dan Delia terpisah dari mereka sejak kamu kecil.Kami juga minta maaf karena kamu baru tahu mengenai Rita bukanlah Kakak perempuan angkatmu melainkan saudari kembar mu sendiri juga mengenai Delia yang juga terpisahkan dari saudari kembarnya karena kami yang sangat mencemaskan nama baik keluarga kita dari penyakit yang di anggap memalukan seperti yang di alami oleh Delia selama anak itu hidup." Kata Akong Xu usai menceritakan masa lalu secara detail kepada Ray yang duduk bersila di ranjang pasien dengan wajah kaku dan tatapan matanya kosong.


"Selama Delia apa? Masa hidupnya Delia?Apa yang kalian katakan barusan tadi mengenai adik ku Delia?" Tanya Ray dengan suara bergetar dan hati hancur.


" Ya,Ray..Delia sudah tiada sekarang..Delia..Dia sudah meninggal dunia.." Jawab Akong Xu yang menangis melihat Ray begitu terpukul sekali.


" Apa penyebab Delia meninggal dunia,Akong? Ia sakit apa?" Tanya Ray mengangkat wajahnya yang sudah basah air mata.


"Terjatuh di tangga sekolahnya menurut yang kami dengar dari keluarga Mama mu di Indonesia," Jawab Akong Xu yang memeluk Ray yang kini tak dapat menahan tangisannya setelah Ray dapat mengetahui Delia meninggal dunia.


" Delia..Oh Delia...Adik Kakak Ray...!" Jerit Ray di pelukan Akong Xu yang tangan lain Akong Xu di genggam erat Ahma Xu untuk mereka saling beri kekuatan dalam mengatasi kesedihan mereka.


" Ray,kamu harus kuat dan tabah untuk kamu bisa mencari tahu keberadaan adik mu yang lain di Filipina." Kata Ahma Xu yang menghentikan Ray menangis seketika itu juga karena kaget sekali Ray dengar berita hebat itu.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2