Stay For Love

Stay For Love
Episode 61.


__ADS_3

" Hendrik ?"


" Iya, Aku Hendri salah satu mantan mu yang Elo pernah Elo pakai dan buang seperti selembar tisu habis pakai." Jawab Hendrik berdiri dari kursi di kedai soto mie di pasar itu lalu berjalan perlahan -lahan untuk menghampiri Agnes Cinora Wang di penjual sayur di depan ruko kedai soto mie.


Namun sebuah lengan laki -laki menarik tangan kanan Agnes untuk pergi ke arah kedai bakmie di ruko seberang yang berada di belakang penjual cakwee dan aneka makanan matang.


" David..Lho kok kamu malah menyusul ke pasar pagi ,untuk apa?" Tanya Agnes dengan nada lega sekali karena suaminya yang datang dengan tepat waktu sebelum Hendrik mendekatinya di depan penjual sayur di depan kedai soto mie.


" Ya, Aku mencari sarapan pagi lah bersama mu dan Aku juga ingin membelikanmu pakaian baru untuk mu di rumah sebelum Aku pergi kerja di bengkel Pak Usman." Jawab David Yudistiro yang ternyata Kakak tirinya Raymond Gilberto Xu dari Mama Regina Wulandari Lin mantan Istri dari Almarhum Daddy Handoko Gilberto Xu.David ini sekarang menjadi suami sahnya Agnes Cinora Wang.


" Ouh, makasih sayang.Kamu tak perlu susah -susah membuang uang untuk membelikan aku baju baru untuk di rumah.Karena Aku masih ada pakaian yang bagus di rumah." Kata Agnes Cinora Wang yang menolak halus niat baik suaminya itu namun sebenarnya Agnes merasa malu sekali jika Ia di belikan pakaian baru di pasar pagi ,karena Ia ingin di belikan pakaian baru di mal besar oleh suaminya.


"Gak apalah ,Sayang.Aku membuang uang ku buat kamu istriku yang sangat baik dan mulia seperti mu yang mau menerima Yogi yang bukan darah daging mu sendiri sebagai putra mu sendiri." Kata David Yudistiro tersenyum tulus dan sayang pada Agnes Cinora Wang.


" Iya, Sayangku.Aku menikahi Ayahnya Yogi yang berarti Aku harus menerima,mengasuh dan juga menyayangi dan mendidik Yogi sepert putra Aku sendiri.Ya,Aku turut prihatin karena Ibu kandung nya Yogi sudah meninggal dunia saat melahirkan anak itu.Hhh,Aku sangat kasihan sekali terhadap kamu suamiku." Kata Agnes Cinora Wang dengan nada halus kepada David Yudistiro sambil jemari tangannya menyentuh wajah manis David yang bentuknya bulat telur.


"Aduh, Aku sungguh bersyukur sekali mempunyai Istri secantik dan sebaik kamu,Sayang.Ahh, Aku jadi kepengen segera memberikan seorang adik untuk Yogi darimu, Sayang." Kata David Yudistiro menatap Agnes dengan pandangan matanya itu menyelusuri lekuk lengkung tubuh indah Agnes.


"Amm..Sabarlah Sayang.Aku masih tahap proses penyembuhan untuk kesehatan dalam ku.Ahh, Kau jangan memasang wajah seperti itu dong? Aku ini sungguh juga ingin menunaikan tugasku sebagai istrimu terhadap mu, Sayang." Kata Agnes Cinora Wang yang selalu memakai alasan kesehatan di dalam organ tubuhnya untuk menolak melakukan hubungan suami -istri dengan David Yudistiro.

__ADS_1


"Ah, ya baiklah Istriku.Aku akan sabar menunggu mu sembuh untuk kamu bisa menunaikan tugas mu sebagai istriku." Jawab David Yudistiro yang sudah sangat mencintai Agnes Cinora Wang itu tak dapat menolak apa pun yang di minta oleh Agnes itu.


" Terimakasih banyak, Sayang.Kamu sungguh pria yang paling bijaksana sekali sebagai suami Aku yang paling ideal deh." Kata Agnes Cinora Wang mengecup bibir David Yudistiro untuk suaminya itu selau menurutiya.


Hendrik di kedai soto mie mencibir mereka berdua dengan senyuman mengejek langsung di tujukan kepada Agnes Cinora Wang yang menelan saliva nya karena Agnes Cinora Wang merasa takut luar biasa kepada Hendrik.


" Hendrik..Apakah Ia ingin tahu tentang putrinya yang pernah ku lahirkan dahulu tapi Aku buang ke panti asuhan di Kanada?" Pikir Agnes yang tak pernah ada perasaan bersalah sekali pun atas segala hal yang pernah di lakukannya di Kanada.


Hendrik tak bisa terlalu lama memandanginya dari kedai soto mie.Hal itu ,disebabkan oleh datangnya seorang wanita muda yang menenteng keranjang sayuran yang sudah penuh kepada Hendrik.


" Siapakah wanita muda itu yang mendatangi pria berengsek itu?" Pikir Agnes dengan rasa ingin tahu sekali terhadap wanita muda yang membawa keranjang sayuran yang sudah penuh kepada pria yang pernah menjadi Ayah kandung putrinya yang pernah di lahirkannya itu.


"Gita, masuklah." Kata Hendrik membukakan pintu mobil merek fortuner warna hitam untuk wanita itu.


" Ya, Kakak Hendrik.Ohya, apakah kamu sudah sarapan pagi dengan soto mie tadi di pasar?" Tanya Gita Purnamasi istri dari Hendrik Gunawan.


" Sudah." Jawab Hendrik Gunawan dengan singkat sekali kepada Gita Purnamasari sambil pria muda usia tiga puluh tahun itu mengaktifkan mobilnya.


"Kak Hendrik,apakah kamu mau menemani Aku untuk check up ke dokter kandungan untuk sore hari sesudah kamu pulang kerja?" Tanya Gita yang mengelus perutnya yang terlihat agak buncit itu kepada Hendrik Gunawan yang meliriknya dari kursi di sampingnya.

__ADS_1


" Iya,Gita." Jawab Hendrik dengan nada singkat lagi kepada istrinya itu.


Mobil mereka mengarah ke perumahan Pantai Indah Kapuk yang berada di Jakarta Utara yang merupakan kawasan perumahan tempat tinggal Ray dan Evelyn.


Dan, rumah mereka berada di sebelah rumahnya Ray dan Evelyn yang hanya di batasi pohon buah nangga apel untuk pembatas rumah mereka dan rumahnya Ray dan Evelyn.


Pandangan mata Gita Purnamasari tertuju pada Evelyn yang sedang membeli sayur di penjual sayur keliling kompleks perumahan mereka dan karena Eve merasa ada yang memandanginya itu segera menoleh dan menemukan seorang wanita hamil yang tinggal di sebelah rumahnya itu yang sedang memandanginya itu tersenyum ramah dan memberikan anggukan kepalanya dengan sopan.


" Sungguh seorang gadis muda yang sangat amat manis dan sopan sekali." Puji Hendrik Yudistiro yang sudah keluar dari mobilnya dan membawa keranjang sayur istrinya lalu berdiri di samping kiri istrinya seraya memberikan senyuman ramah dan bersahaja kepada Evelyn.


" Iya, Dia tetangga baru kita, Kak Hendrik." Jawab Gita Purnamasari yang menuntun suaminya untuk berjalan masuk ke rumahnya tanpa membalas sapaan ramah Evelyn.


" Eh..?" Gumam Evelyn mengigit bawah bibirnya merasa heran dengan sikap tetangganya itu pada dirinya.


" Neng, apakah Neng jadi untuk membeli sayur singkong dan ikan dendeng manis milik Saya ini? " Tanya penjual sayur keliling dengan tersenyum kepada Evelyn.


"Oh, jadi dong Pak De. Aku bahkan mau membeli krupuk makaroni mu ini sebanyak lima bungkus loh untuk camilan ku nanti siang." Jawab Evelyn tertawa riang kepada penjual sayur keliling yang ikut tertawa melihat senyuman semanis itu dari gadis muda secantik Evelyn di pagi hari.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2