
Kerisauan yang di alami oleh Hilda juga sedang di alami oleh Doni Wildan yang mendapatkan surat ancaman yang di layangkan kepadanya itu dari William Wildan putranya sendiri yang sudah bertentangan dengannya.
" Papa, sebaiknya Papa nggak usah kita campur urusan pribadi William dengan Sarah atau Wili akan mengadukan segala perbuatan Papa yang sangat tak manusiawi kepada Kak Ray terhadap Delia dan Mama Jenny yang di tutup dengan amat rapat oleh Papa dari Kak Lukas, Benny dan Ray..!" Surat yang di layangkan William kepada Doni.
Doni pun hanya bisa menggeram dengan amat geram sekali atas tindakan putranya itu kepada dirinya sambil meremas hancur surat dari putra bungsunya itu di pintu warung nya itu.
" Pak Doni..Saya mau beli gula pasir seperempat dan tepung terigu seperempat nih..!" Sapa salah satu dari pembeli yang datang ke warung nya.
" Ah, ya tunggu bentar ya..!" Jawab Doni yang cepat melayani pelanggannya sesuai pesanan barang yang di inginkan dan di beli oleh pembeli nya itu.
" Berapa ya semuanya, Pak ?" Tanya pembeli itu sambil menerima gula dan terigu dalam kantong plastik dari Doni.
" Enam rupiah saja..! " Jawab Doni tersenyum.
" Ini uangnya..Makasih ya ! " Kata pembeli usai memberikan uang sesuai harga dua barang yang di belinya itu kepada Doni.
Lalu Doni kembali melamun seorang diri di kursi dalam warung nya sambil mengunyah krupuk warna -warni dan menyeruput segelas kopi hitam merek kapal api.
__ADS_1
Di saat Doni sedang asyik dengan lamunannya itu , Ia tiba -tiba terbelalak panik dan pucat sekali melihat seorang gadis remaja yang mirip banget dengan Delia sedang berjalan menuju ke warung nya sehingga Ia semakin menggigil ketakutan.
" Hai , Pak warung..! Aku mau membeli wafer kalapa sebanyak dua bungkus dan satu chiki balls rasa coklat..! " Kata Natusha yang sedang berlibur akhir pekan di rumah Bude nya di kota Tangerang.
" Ah, ya..Silakan di ambil saja dan bayarlah wafer dan chiki mu seharga lima ribu rupiah kepadaku. Anak manis..! " Jawab Doni berkeringat dingin di dahinya saat Ia mengambil uang sebesar lima ribu rupiah dari anak perempuan yang persis sekali dengan Delia.
" Makasih , Pak Warung..! " Kata Natusha ceria lalu berlarian dengan lincah kembali ke arah Ia datang ke warung nya Doni Wildan.
" Astaga, hantukah bocah itu ? Atau bocah ini kembarannya Delia yang pernah Aku dengar dari Jenny beberapa waktu lalu di hari awal -awal Aku dan Jenny sedang romantis -romantisnya tanpa terganggu dengan kehadiran si bengal Ray dan si idiot Delia yang datang dari Singapura dan merusak kebahagiaan hidupku dan keluargaku bersama dengan Jenny..?!" Pikir Doni yang terus saja mengamati anak perempuan yang mirip dengan Delia masuk ke rumah sebelah rumah mertua nya Ray.
Natusha masuk ke rumah Bude nya dengan raut wajah ceria sekali sambil membawa jajannya di tangan kanannya lalu duduk di kursi teras sambil menikmati hari senja dengan perasaan bahagia sekali bisa liburan ke rumah Bude nya yang amat baik dan bijaksana.
" Halo, anak- anak Mama yang manis dan juga ganteng udah cakep dan wangi ya..?!" Sapa Eve begitu menemukan putra dan putrinya berada di pelukan Bibi Sri dan Bu Fatma di kursi teras depan rumah Mama nya di senja hari itu.
" Iya, dong..Mama..! Rich dan Rena ingin sambut Mama pulang kerja..! " Sahut Bibi Sri yang wakili Rich yang menggapai -gapai tangan untuk minta di gendong oleh Eve.
" Ouh , Sayang..Tunggu bentar ya Mama mandi dulu barulah Mama bisa gendong kamu dan Adik mu Rena..! " Kata Eve yang memahami keinginan buah hatinya yang kembar itu sambil berjalan ke dalam ruangan rumah Mama nya.
__ADS_1
Bibi Sri dan Bu Fatma membawa si kembar Rich dan Rena ke ruang keluarga untuk di peluk oleh Mama Nabila dan Ziko yang sangat senang luar biasa mengajak bermain si kembar lucu itu.
Selagi mereka menanti Eve selesai mandi dan rapi -rapi. Mama Nabila menengok ke hp nya yang berdering di meja ruang tv lalu di ambilnya hp itu dan membuka hp untuk melihat nama yang tertera di layar hp sebelum menerima dan menjawab telepon dari hp nya yang bermerek Samsung S 3 mini.
" Hai, Winda..Apakabarmu di Taiwan tumben kau telepon Tante Nabila di Indonesia ?" Tanya dan Sapa Mama Nabila dengan sukacita sekali dapat telepon dari saudari nya yang tinggal di Taiwan.
Kemudian Mama Nabila di sibukkan dengan percakapannya itu di hp nya dengan adiknya yang nomor tujuh yang tinggal di luar Indonesia sejak dua puluh satu tahun yang lalu di ruangan lain usai menyerahkan kembali Richard kepada Bibi Sri.
Eve melihat pesan wa yang di terimanya dari wa nya Ray yang menanyakan kabarnya dengan si kembar Rich dan Rena selama beberapa bulan di tinggal bekerja di luar kota oleh Ray.
" Hai , Sayang...Sudah berapa besarkah rasa rindu kamu dan anak -anak kepadaku yang jauh dari kalian selama kurang lebih sudah empat atau lima bulan lama nya?" Tanya Ray melalui Wa kepada Eve yang bisa melihat suaminya itu sedang duduk di kantin.
" Ya , sebesar gunung bromo karena kamu telah meninggalkan mereka pada saat mereka masih bayi usia tiga bulan lebih dan sekarang mereka sudah berusia delapan bulan lebih untuk bekerja di kota Palembang..! " Jawab Eve tersenyum di bibir nya indah untuk Ray yang menatap layar hp dengan perasaan begitu merindukan istrinya itu dan juga anak -anaknya.
" Lalu gimana dengan dirimu sendiri ? Apakah kau tak merasa rindu kepadaku, suamimu?" Tanya Ray menatap rindu layar hp yang muncul kan wajah Eve yang segar dan bersih yang bisa di lihatnya itu bahwa Eve baru saja selesai mandi dan rapi-rapi untuk sore menjelang malam hari sebelum waktu makan malam dan tidur istrinya tiba.
" Rindu dong..Aku bahkan setiap pagi, siang dan malam ku selalu teringat kamu yang jauh dariku namun selalu dekat di hati dan layar hp ku tiap saat." Jawab Eve dengan suara sebening embun pagi bagi Ray.
__ADS_1
" Ouh, manisnya kata -katamu itu sayang untuk ku sampai aku tak sabar untuk mengabarkanmu mengenai Aku akan segera pulang ke rumah kita di Jakarta karena pekerjaanku di kota Pempek Palembang ini akan segera selesai ku kerjakan..! Ya kira -kira sekitar dua atau tiga minggu lagi dan bertepatan menjelang hari pernikahannya William adik kita itu dengan pacarnya yang nama nya Sarah..!" Kata Ray tersenyum lebar untuk Eve yang membalas senyuman suaminya dengan air mata kerinduan yang mendalam melalui layar wa di hp nya merek Samsung s 6.
Bersambung...!