Stay For Love

Stay For Love
Episode 14.


__ADS_3

Senja hari yang mulai meredup dan menandakan malam akan datang semua itu ibarat penantian yang panjang bagi Ray yang menunggu Evelyn pulang dari lamaran pekerjaan di tempat kerjanya Thomas teman masa Smp Evelyn.


" Sudah jam enam sore gini. Evelyn belum juga pulang..! Hhh , cemas Aku." Kata Ray menengok ke pintu gerbang rumah nomor 208 berkali -kali untuk melihat mobil Xenia silver yang di kendarai oleh Thomas akan segera muncul di depan Ray.


Namun , nyatanya dan faktanya adalah Ray harus menunggu sampai jam sembilan malam dan hal ini semakin meresahkan hati Ray dan juga hati Tante Nabila dan Ziko serta Delia di ruang tv.


" Ray , coba kau hubungi hp nya Eve. Apakah kau bisa membantu Tante untuk hubungi Eve ? Aduh hati Tante kok jadi gak enah gini ,ya ? " Pinta Tante Nabila yang sangat gelisah sejak pukul enam sore tadi.


" Iya , Tante. Ray suddah hubungi Eve sebanyak 300 kali telepon ,200 wa tapi gak dijawab dan gak balasannya dari Eve." Jawab Ray menggepalkan tinjunya dengan cemas.


" Coba kau hubungi Thomas ,Ray ? " Tante Nabila mengusulkan kepada Ray usai Ziko menemui Ibu dan Ayah Thomas di rumah nomor 201namun Ibu dan Ayahnya Thomas tak ada di rumah itu.


" Kalau kayak gini sih biar Ray cari tempat kerja si berengsek itu dengan motor Ray ,sekarang juga." Kata Ray yang sudah tak bisa menahan diri lagi untuk mulai mencari Eve dengan sepeda motornya ke tempat kerja Thomas sesuai petunjuk alamat dari Tante Nabila kasih tahu Ray tempat kerja Eve melamar pekerjaan.


" Ray hati -hati bawa motornya." Pesan Tante Nabila kepada Ray sebelum Ray melajukan motor dengan kecepatan tinggi sampai nyaris menabrak pembatas jalan pintu gerbang perumahan Anyelir.


Ray di sepanjang jalan raya dengan hatinya yang amat gelisah itu tidak pernah berhenti untuk Ray berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan diri Eve yang sangat di cemaskan itu dari marabahaya.


Di sebuah gang kecil dekat gudang yang sangat lama dan gelap , Ray mendengar suara teriakan yang sangat kencang dari dalam gudang itu dan suara itu adalah suara Eve yang menjerit minta pertolongan.


" Tolong..!! Tidakk..!! Thomas tolong jaga sakiti Aku..!! " Jerit Eve dari dalam gudang lama itu.


Ray dengan marah dan cemas menjadi satu rasa hatinya itu menabrakkan pintu gudang dengan motornya dan ini adalah motor kedua yang Ray korbankan untuk menyelamatkan Eve gadis yang di kasihinya itu.


Brakkk...!


Nggengg..!!

__ADS_1


Ray menemukan Eve yang berusaha keras untuk memberontak dari perlakuan tak senonoh yang akan di lakukan Thomas kepada Eve yang malang itu.


Dengan amarah yang membuncah yang melanda hatinya itu membuat Ray menerjang Thomas dan memukulnya dengan tinju yang sangat keras dan membuat pingsan Thomas.


" Eve...! Oh Tidak..! " Jerit Ray dengan wajah pucat sekali memeluk Eve yang menjerit-jerit ketakutan di dera rasa takut luar biasa.


" Huhuhuhu..Kak Ray..! " Lolong Eve menangis di pelukan Ray.


Keributan yang terjadi di gudang lama itu telah menimbulkan kecurigaan warga setempat dan para warga menemukan Thomas pingsan dengan wajah babak belur di lantai dan Ray yang memeluk Eve yang menangis ketakutan.


" Ada apa ini ? Apa yang telah terjadi di gudang lama milik Bapak Burhan ? " Tanya salah satu dari warga setempat kepada Ray.


" Dia penyamun yang nyaris melakukan tindakan kriminalitas terhadap kekasihku dengan dalih akan memberikannya kesempatan lowongan kerja di daerah kayu manis , Jatake ini. Ini buktinya.." Jawab Ray menunjukkan cv Eve kepada warga setempat yang langsung menyeret Thomas ke kantor polisi terdekat.


Ray memberikan keterangan dengan detail sekali kepada pihak polisi daerah setempat yang dapat mempercayai keterangan yang di sampaikan oleh Ray dengan bukti cv Eve dan juga saksi para warga setempat mengenai kejahatan yang nyaris melukai fisik dan mental Eve yang di lakukan oleh Thomas kepada Eve.


" Terimakasih Saya ucapkan kepada Bapak Polisi dan sekarang izinkanlah untuk Saya dan Nona Evelyn untuk pulang ke rumah kami ,jika urusan kami di kantor polisi telah selesai." Kata Ray nada hormat kepada Polisi setempat untuk segera Ray bisa membawa pulang Eve yang masih terlihat traumatik di wajah mungil dan manis gadis itu.


" Ya, Bapak Ray silakan." Jawab Polisi setempat memberikan izin kepada Ray untuk membawa Eve pulang dari kantor kepolisian setempat.


" Eve , izinkanlah Kak Ray menggendong kamu di punggung Kakak untuk perjalanan kita pulang bisa lebih mudah." Kata Ray lembut kepada Eve yang tiada henti menangis.


" Ya , Kak Ray." Jawab Eve.


Ray menggendong Eve dari luar kantor polisi yang ada di daerah Jatake ke depan halte untuk Ray memanggil taxi yang melintas di depan jalan raya setempat.


Di dalam Taxi , Ray memakaikan Eve jaket kulit warna krem dan merangkul Eve sampai gadis ini menjadi tenang perasaannya dan terlelap dengan nyaman di rangkulan Ray.

__ADS_1


" Mulai detik ini tak ada satu orang pun yang Aku izinkan untuk mendekatimu dan menyakitimu Eve karena mulai detik ini Kamu adalah tanggung jawabku sepenuhnya. Aku tak bicara palsu akan hatiku yang sangat menyayangi mu dan Aku pun berharap kau tahu kalau Aku adalah pria yang terbaik untukmu." Kata Ray di dalam hatinya pada Eve.


" Kak Ray , terimakasih karena Kakak sudah baik hati untuk datang dan menolong Eve." Kata Eve pada Ray sesampainya mereka di depan rumah nomor 208 dan dimana Eve masuk ke pelukannya Tante Nabila.


Ray menceritakan tentang pengalaman pahit Eve yang nyaris celaka itu kepada Tante Nabila , Ziko dan Delia serta keluarga Mama Jenny yang hadir di rumah nomor 208 usai Delia memberitahukan keluarga Mama Jenny tentang Eve yang belum pulang dari lamaran pekerjaan sejak pagi hingga larut malam sehingga Ray kalang kabut mencari Eve di tempat kerja yang akan di datangi oleh Eve bersama dengan Thomas teman masa Smp nya Eve.


" Jadi , Thomas itu penipu ulung yang tega hati nyaris melakukan tindakan kriminalitas terhadap Eve ? " Papa Donny tampak marah sekali saat Ia mendengar perilaku kejahatan Thomas dari Ray dan Eve ceritakan.


" Iya , Pa. Tapi , sekarang Thomas si penipu ulung itu sudah mendapatkan balasan setimpal di dalam penjara atas perbuatannya itu." Jawab Ray nada puas bisa memberikan hukuman yang layak bagi Thomas atas perbuatan cowok itu yang tidak terpuji itu terhadap Eve.


" Ya , Eve.mulai sekarang jangan pernah mudah lagi untuk mempercayai orang yang belum tentu ada niat hati yang baik dan tulus kepadamu dan satu lagi mulai sekarang ini kau tak perlu lagi sibuk mencari pekerjaan di luar rumah. Cukuplah kamu bantu -bantu pekerjaan rumah dan tugas antar -jemput sekolah dan les nya Erik dan Delia saja. Hmm ,kalau mengenai uang bulananmu bisa di dapatkan dari kakak -kakak berikan kepadamu sebagai uang jajan dan keperluan mu sehari -hari." Kata kakak -kakaknya Eve yang berkumpul pula di rumah nomor 208.


" Aku juga bisa memberikan mu uang bulanan yang sesuai dengan kebutuhan mu , Eve." Kata Ray menatap Eve langsung.


" Apa kau juga mau memberikanku pekerjaan yang aman untukku ? " Tanya Eve pelan kepada Ray.


" Iya ," Jawab Ray tersenyum manis kepada Eve.


" Apa tugas ku dari pekerjaan yang kamu berikan kepadaku , Kak Ray ? " Tanya Eve merasa balas budi kepada Ray.


" Menjadi pacarku." Jawaban itu nyaris keluar dari mulut Ray secara otomatis namun di rem dengan cepat oleh Ray yang menjawab lain kepada Eve.


" Membantuku untuk menyimpan uang gajian ku tiap bulan dengan baik." Kata Ray tulus hati dan percaya sepenuhnya kepada Eve.


" Eh , itu sih sama saja Ray akan meminta Evelyn sebagai pacarnya secara tak langsung ," Kata Lukas di dalam hatinya merasa cemburu.


" Hmm..Ray ini.." Kata Kakak Ipar Kedua Evelyn menatap tajam kepada Kakak Keduanya Evelyn sembari mengamati tatapan mata Ray kepada Eve adalah cinta seorang pria terhadap wanita.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2