
"Dah,Ben.Aku anter barang dulu ya ke pelanggan kantin Abahku," Kata Lisa memainkan alisnya yang indah kepada Benny seraya menaruh bungkusan makanan pesanan konsumennya kantin nya di motor merek yamaha Mio warna merah tua.
"Iya,Liz.Hati -hati ya dalam mengendarai motor." Kata Benny tersenyum lebar kepada Lisa sambil berbelok ke pintu gedung rusun untuk menaiki tangga untuk menuju ke unit nya yang berada di lantai lima.
********
Di malam yang hampir larut dengan semilir angin laut yang lumayan kencang dengan buih-buih air ombak yang mengeluarkan suara yang berdebur yang amat kencang yang menerpa pasir putih di pantai yang di kunjungi oleh Lukas Wildan yang sedang berduka cita yang amat dalam sekali di raut wajahnya yang murung.
" Jess,kenapa kamu pergi begitu cepat dariku? Aku dan anak -anak masih memerlukanmu sayang ku.." Kata Lukas Wildan yang menangisi kepergian istrinya yang bernama Jessica Cinora Wang yang meninggal dunia karena pendarahan di otak akibat kecelakaan sepeda motor saat pergi ke pasar.
"Papa.." Panggil Marisa Zevanya Wildan dari sisi kanannya.Anak perempuannya sedang bermain istana pasir bersama dengan seorang balita laki -laki usia satu tahun setengah tahun di temani oleh Mama mertuanya yakni Mama kandung dari Jessica Cinora Wang yang bernama Hilda.
" Caca ,kemari sayang.." Kata Lukas Wildan yang melebarkan kedua tangannya untuk memeluk putri angkatnya itu dengan kasih sayang.
" Luk,sekarang sudah hampir jam sebelas malam sebaiknya kita segera pulang ke rumah.Lihatlah anak -anak,mereka pasti sudah merasa lelah dan mengantuk." Kata Hilda sambil menggendong Edo Wildan kepada Lukas Wildan yang menggangguk setuju.
" Baiklah,Ma." Jawab Lukas Wildan dengan tangan kanannya menggendong Marisa Zevanya Wildan.
*********
Di sebuah apartemen di Ibukota Seoul,Korea Selatan tampaklah Jeremi Song yang menemani putranya yang bernama Bimo Song bermain alat musik piano di ruang keluarga di apartemennya.
__ADS_1
"Jer..Kemarilah kamu ajak Bimo untuk makan malam bersama dengan mu di ruang makan." Kata Regina Putri Bruno yang menjulurkan kepala dari dapur untuk memberitahu suaminya bahwa jam makan malam keluarga mereka sudah tiba.
" Iya,Sayang..Tunggu sebentar.." Jawab Jeremi Song yang memeluk Bimo Song dan berkata," Bim ayo sudah waktunya kita untuk makan malam di ruang makan bersama Mama dan Papa.."Suara Jeremi begitu lembut membujuk putranya untuk makan malam.
" Iya,Papa.." Sahut Bimo Song dengan suara yang agak sulit keluar dari pita suaranya.
"Ayo,sayang.." Kata Jeremi Song menggendong Bimo dengan lembut.
" Huekk..! Huekk..!"
" Sayang,kamu kenapa ?Apakah kamu sedang sakit?" Tanya Jeremi Song dari ruang makan pada Regina Putri Bruno yang terdengar dari kamar mandi sedang muntah -muntah.
"Yaaa..? Kamu kenapa?" Tanya Jeremi Song yang sedang menyuapi makan malam pada Bimo Song yang mengunyah nasi dan daging panggang yang di buatkan oleh Regina Putri Bruno untuk makan malam mereka.
"Aku cuma agak lelah saja..." Jawab Regina Putri Bruno yang akhirnya keluar dari kamar mandi dengan senyuman lebar yang menenangkan hati dan pikiran Lukas Wildan yang mungkin akan jadi resah kalau Regina hamil lagi dan mereka pasti akan cemas kalau anak kedua mereka berdua nanti akan mengalami hal sama seperti yang di alami Bimo Song yakni mengalami cacat pada pita suaranya.
" Ouh..Yaudah.Kamu duduk dan makan malam lalu minum obat mu dan tidurlah lebih awal ,biarlah urusan lain di rumah ini aku yang membereskan nya untuk mu malam ini." Kata Lukas Wildan yang menyiapkan piring berisi nasi dan lauk pauk untuk istrinya itu.
" Iya,Jer makasih.." Kata Regina mematuhi segala perkataan suaminya itu.
Di asrama universitas Seoul.
__ADS_1
Gadis cantik yang duduk di undakan tangga depan asrama terlihat gelisah bukan main seakan -akan gadis itu sedang memikirkan sesuatu yang amat meresahkan seluruh kalbunya itu.Gadis ini sudah berkali -kali menghela napas panjang dan berat dengan kepala menengok ke sana ke sini seakan -akan menanti seorang yang sedang di nantikan nya tetapi tak kunjung jua.
" Aduh sampai kapan aku harus menunggu kamu datang,Jos ?" Batin Irene Gilberto Xu dengan raut wajah gelisah.
"Hai,Irene..Kamu ngapain sih di situ sendirian?" Tanya seorang pria tampan yang menghampirinya dari lapangan parkir gedung asrama universitas Seoul.
" Hai,Edgar...Aku sedang mencari angin segar nih usai diriku gak bisa tidur di kamar asrama ku." Jawab Irene tersenyum kecil menanggapi sapaan dari Dokter tampan teman baik sepupunya yang tinggal di Indonesia.
" Ou...Gimana aku temani kamu ya cari angin segar di sini biar kamu gak kesepian?" Tanya Edgar yang memutuskan duduk di samping Irene di undakan tangga.
" Aduh,Ed..Aku gak apa-apa kok sendirian di sini dan kamu gak perlu temani aku..Sana kamu itu masuk saja ke asrama pria di seberang asrama wanita." Jawab Irene yang tak mau memberikan peluang bagi Edgar untuk mendekatinya yang hanya mencintai Joshua Kim Dokter spesialis pita suara terbaik di Seoul yang menjadi Dokternya Bimo Song keponakannya.
Dari arah parkiran mobil yang gelap gulita tampak Joshua Kim yang melihat Irene dan Edgar yang duduk berduaan di anak tangga depan gedung asrama wanita Universitas Seoul.Pandangan mata Joshua tampak menyipit karena perasaan hatinya sangat panas sekali yang di sebabkan pandangan kedua matanya yang melihat betapa akrabnya Irene dengan pria tampan yang duduk di samping Irene.
" Dasar ,Irene tak pernah bisa menolak siapa saja cowok yang mendekatinya padahal Ia tahu kalau Aku ini tipe yang pencemburu sekali kalau cewek ku di dekati oleh cowok lain ,siapa pun itu orang nya." Kata Joshua Kim dengan decakkan lidahnya yang amat kesal lalu pria ini berbalik masuk ke mobilnya.
"Tiffany..?" Namun Ia di kejutkan oleh seorang gadis cantik berpakaian seksi duduk di kursi di samping kanannya dengan senyuman yang amat memikat sekali kepadanya.
" Halo, Joshua Kim apa kabar mu belakangan ini setelah hari itu kamu dan aku bersenang -senang di hotel di Pulau Jeju usai pesta perayaan sukses operasi besar yang di lakukan oleh Dokter Kepala Park Yu Jin yang di hadiri oleh semua Dokter dan staff dari rumah sakit kamu bekerja sebagai salah satu Dokter hebat di Seoul?" Sapa Tiffany dengan senyuman yang mengingatkan Joshua Kim pada peristiwa yang memalukan sekali bagi nama baik diri dan keluarganya itu.
Bersambung..!!
__ADS_1