Stay For Love

Stay For Love
Episode 43.


__ADS_3

Ray mengajak Jeremi untuk makan siang bersama dengannya di kafetaria depan kantornya di jam istirahat kantor, Ray memesan sayur sop daging sapi dan bala-bala sedangkan Jeremi memesan sayur soto mie dan perkedel.


" Ray, apa kamu sanggup untuk menghabiskan makan siang bekal makan siangmu dan makan siang dari jatah kantormu sekaligus?" Tanya Jeremi melihat kotak makan Ray yang lengkap dan di letakkan di meja makan kafetaria.


"Sanggup dong.Aku 'kan lagi masa pertumbuhan." Jawab Ray terkekeh menikmati makan siangnya.


" Hmm,keliatan bekalmu enak tuh Ray.Boleh Aku minta,gak?!" Ucap salah satu teman kantor Ray yang ikut duduk kursi makan di meja yang sama.


"Ya, boleh dong.Ini silakan kamu ambil daging kecap buncis-ku ini." Jawab Ray membagikan satu daging buncis nya kepada teman kerjanya.


Di Perumahan Bougenville,Bogor.


Sally mau membuka pintu gerbang rumahnya usai Ia pulang dari belanja di pasar yang tak jauh dari area perumahannya tinggal dan Ia di kejutkan oleh kedatangan seorang pemuda tampan yang tahu -tahu telah berada di sampingnya.


"Tommy..?" Panggil Sally terkejut melihat pria itu.


" Sal, Aku minta penjelasanmu mengenai masalah kita berdua yang terasa begitu cepat kau ambil keputusan singkat dengan menikah cowok yang tak pernah bisa memberikanmu kebahagiaan di hidupmu." Kata Tommy nama pria usia tiga puluh dua tahun kepada Sally.


"Penjelasan apa yang harus ku berikan kepadamu Tom usai hubungan kita sudah berakhir dengan kamu memilih menikahi gadis pilihan orang tuamu yang cantik itu." Jawab Sally dengan nada sedih seraya ingin melangkah masuk ke ruangan dalam rumahnya.


" Aku tak pernah mencintainya karena Aku selalu memikirkan mu,sall." Kata Tommy ikut masuk ke rumah itu.


" Trus kamu mau apa dengan kita sekarang ini sudah masing-masing pasangan yang harus kita hormati?" Tanya Sally dengan nada begitu pilu kepada Tommy.

__ADS_1


"Kita harus terus berusaha untuk melepaskan apa yang kita rasakan ini dan tak bisa di pisahkan oleh siapapun jua termasuk pasangan kita yang tidak bisa kita cintai itu." Jawab Tommy yang dengan penuh daya pikat kepada Sally seraya maju dan mengecup bibir lembut Sally.


" Tommy, jangan ini salah..!" Pinta Sally dengan berusaha untuk menolak hasrat yang menggelora di dadanya pada saat Tommy memeluknya erat.


" Tidak..Biarkan Aku memberikan mu apa yang seharusnya ku berikan di hidupmu."Kata Tommy di atas tubuh Sally yang di baringkan di tempat tidur di rumah itu.


Sore hari itu,Sally terbangun dengan tubuhnya amat lengket dan lelah sekali lalu wanita ini amat terkejut sekali dengan adanya pria lain di tempat tidurnya,yakni pria yang bukan suaminya yang di saat ini sedang dinas kerja di luar kota yakni di kota Bekasi.


" Akh, apa yang sudah ku lakukan ini dengan pria lain yang bukan suamiku sendiri ?" Tanya Sally menutup wajahnya sendiri dengan perasaan hati malu dan bersalah sekali kepada Benny Wildan di kota Bekasi.


"Sayang, kamu jangan memasang wajah malu dan merasa bersalah begitu dong,bukankah kita ini melakukan hal itu berdasarkan kita saling cinta satu sama lainnya?" Ucap Tommy merangkulnya dari belakangnya.


"Tom, jangan begini,please.Kita sudah berbuat dosa terhadap pasangan kita masing -masing..Ku merasa diriku sangat kotor usai Aku melakukan hal hina bersama mu yang bukanlah suamiku.." Kata Sally menangis dengan hati merana.


"Tom,sekarang sebaiknya kamu pulang ke rumah mu sebelum orang -orang di sekitar rumahku tahu tentang kehadiran mu di rumahku ini karna Aku ini adalah seorang wanita yang sudah bersuami dan kamu juga seorang pria yang sudah beristri." Kata Sally dengan sedikit memaksa untuk Tommy bisa segera pergi dari rumahnya sebelum jam malam hari.


Belinda menatap kegelapan malam dengan hati yang diliputi kekacauan akibat perbuatan yang telah di lakukannya dengan Tommy pria lain yang bukan suaminya itu.


Perumahan Anyelir, Kota Tangerang.


Eve turun dari tangga lantai atas usai Eve bersih -bersih seluruh ruangan di lantai atas, Ia telah mendengar kepulangan Ray dari kerja suaminya itu.Ia pun segera menyambut suaminya dengan senyuman cerahnya.


" Selamat datang kembali, Kak Ray.Apakah kamu mandi dulu atau kamu makan malam?" Sapa Eve di pintu ruang tamu.

__ADS_1


"Aku mau mengajakmu pulang ke rumah kita di Jakarta sekarang sebelum jam malam terlalu larut sekali ,"Jawab Ray memberikan waktu tiga puluh menit untuk Eve berkemas.


" Iya, Kak Ray tunggu bentar ya Eve rapi -rapi dulu selama tiga puluh menit." Kata Eve cepat -cepat Ia turuti perkataan suaminya itu.


Maka,tiga puluh menit kemudian Eve pamit pulang ke rumah nya kepada Mama Nabila dan Ziko juga Kakak Emma sebelum Eve menyusul suaminya itu ke mobil suaminya yang sudah menantinya itu di depan pintu gerbang rumah nomor 208.


"Eve, ini kau makan lah." Kata Ray memberikan roti isi meses kepada Eve yang duduk di kursi sebelah kirinya di mobil sport nya.


"Ya, Kak Ray makasih.Lalu apakah kamu sudah makan malam sepulang kerja di kantor?!" Ucap Eve sambil makan roti kepada Ray.


" Udah.Kakak Ray udah makan malam pakai menu sup iga sapi di kantor."Jawab Ray mengelus -elus puncak rambut Eve dari samping.


"Perutku merasa sedikit kram belakang ini, Kak Ray." Kata Evelyn memberitahu Ray mengenai rasa kram di bagian bawah perutnya itu kepada Ray.


"Ya,mungkin kamu karena kamu kecapaian kerja urus rumah di rumah Mama dan kerja di konveksi dekat rumah Tante Silvi di jalan merak 7." Kata Ray sambil membukakan pintu mobil untuk Evelyn.


" Iya,mungkin.Ohya ,Kak Ray minggu depan aku ada undangan reuni sekolah Smp di hotel yang bernama Hotel Nirmala.Apakah aku boleh ikut acara undangan reuni sekolah Smpku?" Tanya Eve begitu Ray sudah membuka pintu ruangan dalam rumah mereka berdua di perumahan Pantai Indah Kapuk,Jakarta Utara.


" Iya, boleh asalkan kamu bisa jaga dirimu selama di acara reuni sekolah Smp mu dan ada teman yang menemani mu pergi ke acara reuni sekolah Smp mu,say." Jawab Ray kepada Evelyn sambil Ray memberikan barang -barang mereka kepada Bi Sri pembantu rumah tangga mereka.


"Nyonya Eve, makan malam untuk Anda telah Saya siapkan di ruang makan." Kata Bibi Sri memberi tahu Eve yang terlihat sudah lelah dan lapar.


"Iya,Bibi Sri makasih banyak." Jawab Evelyn nada ramah sekali kepada Bibi Sri.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2