Stay For Love

Stay For Love
Episode 92.


__ADS_3

Tatapan mata Doni terarah kepada Evelyn yang sedang memberikan biskuit untuk Marisa putri dari Lukas di sisi lain Sarah kekasih dari William putra bungsunya. Namun, Ia segera mengalihkan perhatiannya kepada Hilda Mama Mertuanya Lukas yang sedang berusaha keras menahan diri untuk tak muntah dengan menutup mulut yang bermasker dengan saputangan.


"Eh..Kenapa dengan Hilda? " Tanya Doni yang merasa khawatir terhadap Hilda yang menjadi kekasih gelapnya dan Mama kandung nya dari mendiang istrimya Lukas yang bernama Jessica Cinora Wang.


" Mama..Ada apa dengan Mama? Apakah Mama merasa pusing dan tidak enak badan ? Kalo gitu sebaiknya kita harus segera pulang dan istirahat supaya kita tidak jatuh sakit..!" Kata Lukas yang memerhatikan Mama mertua nya itu.


" Ah, ya Luk. Mama sepertinya kecapekan deh..!" Jawab Hilda yang ekor matanya melirik tajam ke arah Doni.


"Ahh....Apakah Hilda sedang hamil anak ku usai kami sudah tiga kali melakukan hubungan intim secara diam-diam semenjak Jenny di rawat di rs dan kami melakukan hal itu di rumah?" Pikir Doni segera mencerna tatapan ekor mata Hilda dari punggung Lukas.


" Baiklah, Papa..! Aku dan Eve pamit pulang duluan ya karena anak -anak terlihat sudah capek..!" Kata Ray yang menemui Doni bersama Eve dan kedua bayi kembar mereka untuk pamit kepada Doni.


" Huum..Ya, Nak..Hati-hati ya di jalan dan kau tak boleh ngebut dalam mengendarai mobil yang di dalam nya ada istri dan anak -anakmu yang masih bayi..!" Jawab Doni yang tersenyum yang menyiratkan dirinya seolah -olah seorang Papa yang baik.


" Iya, Pa..Makasih..!" Kata Ray dengan senyum.


Kemudian Ray dan Eve sudah meninggalkan area makam dengan mengendarai mobil pribadi nya Ray. Lalu, Rita dan keluarganya juga pamit kepada Doni untuk mereka kembali ke kota Surabaya tempat tinggal mereka yang baru.


"Pa..Aku dan Sarah juga akan tinggal di rumah kami di daerah Perumnas 1 Tangerang..!" Kata William yang menggandeng tangan kekasihnya untuk berpamitan kepada Doni sebelum menuju ke mobil pribadinya bermerek Avanza hitam.


" Hei..Tunggu sebentar..Kamu dan Sarah belum menikah ? Kalian di larang tinggal satu rumah nanti kalian di anggap melanggar norma di lingkungkan masyarakat Perumnas 1 Tangerang! " Kata Doni berusaha untuk mencegah William dan Sarah tinggal satu rumah yang sama untuk nama baik keluarganya.

__ADS_1


"Urus saja urusan pribadi Papa..! Papa tak bisa mencampuri dan mengatur hidup ku lagi..! " Kata William dengan nada keras kepada Doni Wildan sebelum masuk ke mobilnya bersama dengan Sarah.


" Dasar ya nih anak semakin besar semakin ada saja cara nya untuk membangkang ku..!" Kata Doni geram kepada perilaku William kepadanya itu.


" Wil..Apakah kau merasa dirimu tak keterlaluan terhadap Papa mu sendiri ? " Tanya Sarah nada lembut kepada William begitu mereka berdua telah berada di mobil.


" Tidak..! " Jawab William tegas.


"Sebenarnya apa yang sudah di lakukan Papa mu sehinggga Kau tak mau mendengarkannya lagi ?" Tanya Sarah mencoba menenangkan hati William.


" Banyak sekali..Pokoknya..! Ah, sudahlah Kamu tak usah bahas Papa ku lagi ,ya? Yuk sebaiknya kita cari makan siang di MCD aja yang terdekat dari sini..!" Jawab William tersenyum kepada Sarah yang memahami Kekasihnya yang tidak mau membicarakan masalah Papa Kekasihnya itu lagi.


Ray mengantarkan Eve dan anak -anaknya pada Mama mertuanya yaitu Mama Nabila untuk di titipkan di sana selama Ia ada urusan kerja di luar kota.


" Kak Ray, mari sebaiknya kamu makan siang dahulu sebelum berangkat ke bandara..! " Kata Eve dari pintu ruang makan kepada Ray yang sedang mengobrol bersama dengan Mama Nabila dan Ziko di ruang keluarga.


" Ah, ya makasih Sayang..Ma..Zik..! Aku makan siang dahulu ya..! " Kata Ray dengan sopan dan hormat untuk pergi makan siang kepada Mama Nabila dan Ziko.


Eve sudah menyiapkan makan siang dengan menu nasi, ayam pindang dan cah kangkung tumis serta kerupuk bawang di meja makan di hadapan Ray yang duduk di kursi makan dengan menghadapi makanan lezat itu.


" Kakak Ray, silakan di makan makanan siang mu..!" Kata Eve duduk di kursi seberang nya dan ikut makan siang bersama dengannya.

__ADS_1


Setelah makan siang seperti yang biasanya di lakukan oleh Eve adalah mencuci peralatan dan perlengkapan makan siang di wastafel di dapur di temani oleh Ray yang asyik menikmati buah apel segar yang diambilnya dari kulkas di sisi kanan rak piring.


"Eve..Mumpung masih ada waktu nih..Yuk..Kamu temani Aku sebentar saja di kamar..! Gak akan lama kok untuk kamu dapat memberikan aku hiburan sebelum Aku pergi kerja ke luar kota selama setengah tahun dan Aku akan di pasti kan pulang ke Jakarta pada akhir tahun ini yakni bulan desember pas malam kudus..! " Kata Ray menghampiri Eve yang sudah selesai mencuci peralatan dan perlengkapan makan siang.


"Emm..Ya, baiklah Kak Ray." Kata Eve tersenyum pengertian kepada Ray.


Ray menggandeng tangan Eve untuk berjalan bersamanya ke kamar lama nya Eve,lalu Ray tak pernah lalai untuk menutup pintu dan mengunci dengan benar sebelum Ray membuka pakaian Eve sehelai demi sehelai.


Eve menerima sentuhan hangat Ray yang berada di atas tubuhnya dengan kedua lengan Evelyn di bahu Ray yang kekar dan memejamkan kedua matanya ketika Ray memasukinya dengan halus dan lembut.


" Eve..Kau sungguh cantik sekali saat seperti ini dan aroma mu yang menyegarkan begitu amat menggiurkan dahagaku..!" Kata Ray yang telah menciumi wajah Eve berulang kali dan jemarinya menyelusuri relung tubuh indah Eve.


" Aaaaa..! Aduhh..! Ya, Kakak Ray..! " Kata Eve di samping Ray usai Ray memuaskan dahaga dan keinginan naluriah prianya kepada Eve.


"Panggil Aku dengan sebutan Suamiku sayang..! " Kata Ray yang kembali menaruh dirinya di atas Eve yang terbelalak kaget karena Ray meminta lagi.


"Katamu cukup satu kali dan satu jam saja..! Ah, tapi kenapa kamu meminta lagi dan menambah durasi waktu mu untuk ini..!"Kata Eve menjerit tanpa suara karena Ray sudah membungkam nya dengan ciuman yang sangat pintar sekali.


Sekitar jam lima sore hari, Ray sudah berpakaian rapi dan di antar Eve ke mobilnya yang di parkir di depan gerbang rumah Mama Nabila , lalu Ray memberikan ciuman hangat untuk pamit pergi kerja ke luar kota kepada Eve sebelum masuk ke mobilnya.


Eve tersenyum menatap mobil suaminya telah menghilang dari pandangan matanya sebelum Ia menutup pintu gerbang rumah Mama nya untuk kembali masuk ke ruangan dalam rumah Mama nya untuk melakukan tugas sebagai Mama bagi kedua orang bayi kembarnya yang menginginkan makan malam di suapi olehnya.

__ADS_1


Bersambung...!!


__ADS_2