
Mobil yang terparkir di depan lobi rumah sakit di daerah Tangerang itu merupakan sebuah mobil yang sangat menyilaukan sekali bagi Lisa dan Abahnya saat Pak Alex membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.
"Astaga,ini kan mobil nya Atta Halilintar youtuber ternama se Asia-Pasifik ! Dan ,Ray memilikinya juga.." Kata Lisa melongo saat Ia di minta masuk ke mobil oleh Pak Alex yang senyum-senyumnya mendengar ucapannya itu.
"Nona ,silakan Anda masuk dan duduk di kursi bagian tengah mobil ini bersama dengan Tuan Budiman." Kata Pak Alex dengan sopan kepada Lisa dan Abahnya.
"Ah ,ya..Ya.." Jawab Lisa cepat masuk ke mobil sport itu dan duduk dengan perasaan senang luar biasa akhirnya Ia bisa juga merasakan bisa duduk menumpang di mobil sekelas bintang top dunia,Christian Ronaldo.
Pak Budiman sendiri tak habis pikir dengan apa yang di lihat dan di rasakannya itu dengan Ia bisa makan di restoran mahal dan di antarkan pulang ke rumahnya di daerah Jakarta Barat oleh seorang supir dari pemilik mobil superkeren itu.
"Astaga,betapa beruntungnya Evelyn yang dapat mempunyai suami sekeren dan setajir Ray yang di lihat dari luar hanyalah seperti orang biasa -biasa saja yang tak ada kemampuan apa-apa dan tak mempunyai titel orang kaya,tetapi nyata nya Ray itu sungguh di luar dugaan semua orang tentangnya."Batin Pak Budiman terus menerus memikirkan tentang Ray yang mengagumkannya itu.
" Ah,andai saja cowok seperti Ray bisa di miliki oleh Lisa putriku..!Ah mungkin kami tak perlu lagi tinggal di rusun sumpek dan kerja di kantin rusun kami tinggal..!" Kata Pak Budiman lagi di hatinya sambil melirik putrinya yang duduk di sisi kanannya dengan sikap preman pasar saja.
Lisa sendiri sedang membayangkan seorang laki -laki yang sudah menjatuhkan hatinya itu dan laki -laki itu belum lama ini tinggal di satu tempat atau gedung rusun yang sama dan pria itu amat membuat Lisa penasaran tentang pria itu.
Lisa semakin kaget saat mobil yang di supiri oleh Pak alex tiba di depan pintu gedung rusun dan Abahnya sudah keluar dari mobil dengan langkah kaki begitu cepat untuk orang-orang tak melihat Abahnya baru keluar dari mobil mewah.
__ADS_1
"Eh,terimakasih Pak Alex atas tumpangannya dan tolong sampaikan rasa terimakasih kami pada Ray atas izinnya memberikan tumpangan pada kami." Kata Lisa dengan senyum ramahnya yang bebas dan menarik perhatian Pak Alex.
"Ah,ya Nona..Sama-sama." Jawab Pak Alex nada sopan dengan membungkuk sopan kepada Lisa.
Sesudah mobil menghilang dari pandanganya, Lisa pun melangkah masuk ke rusun Mawar dan menemukan Benny Wildan sedang ngobrol di warung kopi bersama dengan seorang gadis lain yang juga tinggal di gedung rusun Mawar yang sama dengan mereka.
"Hmm..Benny sedang asyik sama Winda.." Kata Lisa murung sampai gadis ini tak sadar kalau Ia di perhatikan oleh seorang pemuda yang datang dari lapangan umum di sekitar gedung rusun dan pemuda itu menyapanya dengan senyuman yang menawan bagi setiap orang yang melihat senyuman itu,tetapi bagi Lisa senyuman itu tak ada menarik sama sekali.
" Hai..Lis..Kamu dan Oom Budiman habis pergi ya ?" Sapa Teddy dengan senyuman ramah pada Lisa sambil menenteng raket bulutangkis nya di tangan kiri.
"Iya..! Kalo Elo udah tahu gausah tanya..!" Sahut Lisa dengan galak sekali kepada Teddy sambil terus melangkah menaiki tangga untuk menuju ke unit rumahnya.
Benny tak memperhatikan mereka di karenakan Benny sedang membahas pekerjaan barunya di pabrik roti atau perusahaan roti dengan Winda putri dari pemilik kedai Bakmie yang pernah tawari dia pekerjaan itu dan Winda ini bekerja di perusahaan roti sebagai senior nya Benny.
"Roti yang di jual di perusahaan kita cuma ada di toko-toko roti di mal -mal tertentu saja?Bukan di gerobak biasa atau warung kecil?" Tanya Benny kepada Winda sambil merokok merk Malboro dan minum kopi merek Torabika.
"Ya,Ben.Tapi roti perusahaan kita ada di seluruh toko roti di Indonesia termasuk minimarket kecil juga loh." Jawab Winda kepada Benny seraya menikmati camilan kecil berupa wafer merek Tango rasa vanila dan minuman segar merek Okyjelly drink.
__ADS_1
"Aku lihat ada kue atau bakery nya juga yang tipe kue nya bermacam-macam bentuk dan rasanya seperti kue ulang tahun,kue pernikahan dan kue camilan biasa saja." Kata Benny yang terlihat oleh Lisa dari balkon unit tempat tinggal Lisa itu begitu akrab dan hangat terhadap Winda.
"Ah..Winda memang sangat cantik dan feminim bak Nikita Willy si pemain sinetron yang amat di sukai oleh kaum adam tipe Benny ini..," Kata Lisa semakin muram durja.
"Lis..Kamu ngapain di situ? Ayo sini bantu Emak bikin sayur di dapur buat makan malam.." Kata Emak nya dari dapur telah meneriakinya.
" Ahhh..Iya, Emak tunggu bentar Lisa datang nih ! Ah,ganggu aja..!" Ujar Lisa sambil bersungut -sungut menemui Emak nya di dapur,dimana ada Kakak perempuannya yang bernama Linda dan Adiknya yang bernama Liska yang sedang sibuk memasak nasi dan menggoreng ikan di dekat Emaknya yang sedang sibuk membuat adonan tepung untuk membuat gorengan.
"Ini kamu cuci sayur labu dengan benar sampai bersih lalu di rendam air garam sebelum di taruh di panci." Kata Emak nya memberikan sayuran itu yang di taruh dalam baskom plastik kecil kepadanya.
"Ya,Emak..Lisa cuci nih sayur sampai kinclong.." Jawab Lisa yang berjalan menuju ke wastafel di dapur juga lalu melaksanakan perintah Emaknya itu.
********
Sementara itu di negeri Ginseng tampaklah Irene yang tiada pernah berhenti menghela napas di karenakan dirinya sudah lima hari tak dapat balasan Wa dan telepon maupun hal lainnya dari aplikasi medsos yang di miliki oleh kekasihnya yaitu Joshua Kim.
"Jo..Kamu sebenarnya ada apa masalah apa sih sampai berhari-hari Aku tak pernah mendapat balasan Wa dan lain-lainnya yang kamu miliki?" Pikir Irene di bawah pohon rindang yang kini warnanya kemerahan di karenakan hari yang di hadapinya adalah pertengahan musim gugur di Korea Selatan.
__ADS_1
Ia sedang memandangi hamparan rumput yang berwarna kekuningan yang menjorok ke bawah sungai Hankang yang warnanya amat jernih dan bersih yang membuat suasana semakin sesuai dengan perasaan kacau di hatinya.
Bersambung..!!