
"Eve.." Panggil Ray lembut memeluk Evelyn yang tidur pulas sekali di tempat tidur di salah satu kamar di apartemennya.
Wajah manis Eve begitu dekat sekali sehingga ada secuil dorongan hati Ray untuk mencium bibir Eve yang begitu manis dan menggodanya namun Ray tak ingin mencuri cium tanpa izin Eve.
"Astaga, Gue jadi dilema deh." Kata Ray yang jadi serba salah.
Eve yang di dalam tidurnya bermimpi di cium oleh artis idola nya Xiao Zhan tiba -tiba merangkul Ray erat dan mendekatkan bibirnya ke bibir Ray lalu mencium bibir Ray dengan manis sekali.
" Omg..! " Teriak Ray di dalam hatinya.
"Zhan ge...Kau tampan sekali..!" Kata Eve yang ternyata mengigau tentang Xiao Zhan.
" Uuhhh..Kau menciumku tapi di dalam mimpimu kau mencium Xiao Zhan huhuhuhu.." Kata Ray.
Ray manyun membaringkan Eve di tempat tidur lalu keluar dari kamar Eve dengan hati mengkal tak karuan.Ray dengan uring -uringan masuk ke kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang dengan posisi tengkurap.
" Uhhh seball...!! " Geram Ray memukul bantal.
Pagi harinya Ray dengan hati berusaha lapang dada menyambut Eve yang rupanya sudah lupa kejadian di taman wisata safari dan peristiwa di tengah malam yang membuat Ray uring -uringan.
" Kak Ray kau sungguh mau pulangin Aku kepada Mama ku pagi ini ?" Tanya Eve ceria sambil ambil sepiring nasi uduk yang di sediakan Bi Umi untuk gadis itu.
" Gak jadi.." Ingin hati Ray itu namun Ray jawab lain," Iya.." Sambil tersenyum -senyum menatap Eve yang asyik makan nasi uduk nya.
" Selamat pagi semuanya..!" Sapa Delia riang.
" Selamat pagi juga Delia sayang..!" Sapa Eve nada semangat.
" Selamat pagi juga ade manis..!" Sapa Ray nada ceria kepada Delia.
__ADS_1
Maka,sesuai janji yang telah di ucapkannya itu pada Eve. Ray sesudah mengantar Delia pergi ke sekolah dengan di temani Bi Umi, juga mengantar Eve pulang ke rumah Mama Nabila di perumahan Anyelir, Kota Tangerang.
" Ei, lho kok kamu balik lagi ke rumah ini Eve..?" Tanya Mama Nabila nada sedikit menegur putri manjanya itu.
" Lah ya Ma. Eve 'kan masih anak mama .Lagipula Eve belum di nikahi oleh Kak Ray di hukum agama dan negara serta masyarakat."Jawab Eve angkat dagunya kepada Ray.
" Iya, Ma." Jawab Ray yang mengalah untuk Eve tak ingat Xiao Zhan lagi.
Tapi, begitu Eve masuk ke kamar gadis itu yang penuh gambar poster Xiao Zhan, Wang Yi Bo dan Yang Yang serta Kris Wu dan Luhan. Gadis ini tak ingat Ray yang berbalik keluar kamar gadis itu dan duduk di sofa ruang tv dengan makan chiki ceetos dengan lahap.
" Asik benar makan chiki ceetos.." Kata Ziko yang tak melihat roman wajah Ray yang muram.
" Ya,asik.Kau mau ,Zik ?" Ray menyodorkan chiki ceetos kepada Ziko.
"Mau dong..!" Sahut Ziko riang dan tak peduli Ray yang menghela napas melihat chiki ceetos nya di miliki sepenuhnya oleh Ziko.
" Astaga, Kakak dan ade sama nya gak ada rasa simpati sedikitpun jika sudah dapat apa yang di inginkan oleh mereka." Kata Ray dalam hatinya.
" Iya, Ma..!" Sahut Ray berdiri dan cepat hampiri mama mertuanya lalu duduk sopan di kursi makan di ruang makan menghadapi Mama Nabila.
" Ini surat -surat pribadi milik Eve untuk kau jaga dan simpan bersamanya. Ohya, kenapa kau bawa pulang kembali Eve ke rumah ini ? Apakah kamu tak tahu kalau di seberang ada cowok yang mau pada Eve?" Tanya Mama Nabila mengedikkan bahu kepada Ray.
" Yaah kayak Mama gak tau aja Eve orangnya tipe apa.Ray cuma mau nepati janji Ray pada Evelyn agar Eve bisa lebih banyak waktunya di sisi Mama dan Ziko sebelum Ray membawanya dari sisi Mama dan Ziko setelah kami menikah.Ya,kalo dari sisi Ray sih..Ray tak suka cowok seberang itu." Jawab Ray jujur.
" Emm, gitu ya ? Kalau kamu selambat ini dan tak secerdas yang Mama kira selama ini ? Kau pasti akan kehilangan target incaran mu selama ini dan cita -cita mu akan pupus dengan cepat loh ,Ray." Ucap Mama Nabila memberikan solusi untuk Ray.
"Apa Mama punya ide cemerlang untuk solusi Ray bisa dapat target Ray ?" Tanya Ray nyengir.
"Jangan tunda lagi untuk acara pemberkatan dan pernikahan kalian berdua. Ganti rencana Prewed dengan pemberkatan di Pulau Bali dan pesta pernikahan di Jakarta dan pesta lah kembali di Jepang dan honeymoon lah ke seluruh dunia yang kalian inginkan." Jawab Mama Nabila memberikan solusi yang paling tepat untuk Ray.
__ADS_1
" Yup, Ma. Mama benar sekali. " Kata Ray senang sekali dengan nasehat Mama Nabila.
Ray pun menemui Eve yang sedang asik main hp di tempat tidur di kamar gadis itu. Ray langsung melompat berbaring di sebelah gadis itu dan ikut melihat gadisnya sedang asik lihat apa di layar hp gadis itu.
"Ahh ,Kak Ray ada apa sih ? " Tanya Eve menoleh ke Ray yang mengecup bibir Eve secepat kilat.
"Tutup hp mu dan bersiaplah untuk wisata ke pulau Bali denganku dan seluruh keluarga kita yang ada di sini." Jawab Ray merangkul erat Eve yang kaget di belenggu lengan Ray dan di kecup bibirnya oleh Ray.
" Ah,secepat ini ? "Tanya Eve dengan nada kaget.
"Iya..! Aku masih ada urusan lain yang harus aku kerjakan di waktu yang hampir bersamaan dengan niat hati ku padamu,sayang."Jawab Ray menarik kembali Eve untuk berbaring di tempat tidur.
"Yaa, kau bisa urus dulu pekerjaanmu itu dan tak perlu mengurus urusan pribadi kita yang katamu itu akan di laksanakan tahun depan ? Ya ,harus kau tepati tahun depan dong." Kata Eve yang terus berusaha untuk keluar dari belenggu tatapan mata Ray yang menatapnya lekat -lekat dengan posisi Ray di atas tubuhnya.
"Emm.." Gumam Ray yang menempelkan tubuhnya di atas tubuh Eve dan mulutnya mencium lehernya Eve.
"Kau mau apa ? " Tanya Eve merasa sesak napas.
"Aku ingin merasakan aroma tubuhmu yang manis dan mungilnya dirimu di dekatku."Jawab Ray yang menyentuh leher dan pundah Eve dengan kecupan hangat.
" Kakak Ray geli.."Kata Eve yang mendorong Ray ke samping dan bergulingan lalu telentang bebas di samping kanan Eve sambil tertawa -tawa.
" Hahahaha..Eve ,kau sungguh gadis ku yang amat menggemaskan dan juga menyebalkanku," Kata Ray melompat turun dari tempat tidurnya Eve lalu menarik bangun Eve dengan lembut.
"Aku jaga ucapanku dengan tindakanku.Aku akan tunggu tahun depan untuk Aku bisa memetikmu sampai sepuas hatiku, Eve sayang." Kata Ray nada halus kepada Eve seraya merapikan rambut dan pakaian rumah Eve yang berantakan karena ulah nya itu.
Lalu, Ray melangkah keluar dari kamar tidur Eve dan berpamitan kepada Mama Nabila dan Ziko di ruang tv yang memandanginya dengan bingung dan penasaran namun Ia tak menanggapi tatapan mata Mama Nabila dan Ziko dengan berkata.
"Ma , Zik. Tolong jaga Eve sampai tahun depan ya untuk Ray datang kembali kepada Eve untuk bawa dia ke sisi Ray untuk selamanya dan kemana saja Ray pergi, maka dia pun wajib ikut."Kata Ray nada serius kepada Mama Nabila dan Ziko dengan senyum kecil sebelum meninggalkan rumah itu sesuai perkataannya kepada Eve di kamar tidur gadisnya itu.
__ADS_1
Bersambung..!!