Stay For Love

Stay For Love
Episode 62.


__ADS_3

Evelyn dengan langkah ringan memasuki ruangan dalam rumahnya sambil menenteng belanjaannya yang Ia beli di penjual sayur keliling yang berada di depan pintu gerbang rumahnya.


" Nona Eve, hari ini Nona ingin makan sayur daun singkong dan ikan dendeng manis?" Tanya Bibi Sri menyambutnya di pintu ruang tamu.


" Iya, Aku ingin makan sayur singkong yang ada kelapanya, Bi Sri." Jawab Evelyn sambil serahkan belanjaannya kepada Bibi Sri.


" Oh, urap singkong ?Ya,bisa kok Non.Bibi buatkan ya untuk Nona makan siang hari ini." Kata Bibi Sri menerima belanjaan Evelyn dengan senyumnya kepada Eve.


"Ekhemm, makasih Bibi." Jawab Eve riang sekali sambil mengambil Crispi dari lantai ruang tamu lalu di gendongnya di pangkuan nya di sofa ruang tv sambil mengetik hp nya.


" Emm..Mual banget.." Kata Eve yang segera ambil wadah di bawah kakinya lalu memuntahkan isi perutnya ke wadah itu.


"Nona Eve, silakan ini Anda makan buah mangga muda yang baru saja Bibi kupaskan untuk Nona." Kata seorang perempuan usia empat puluh tahun yang menghampirinya sambil membawakanya sepiring buah mangga muda kepadanya.


"Ahmm, ya Bu Fatma.Makasih banyak..Kamu bisa taruh buah mangganya di meja." Jawab Eve yang memutuskan untuk berbaring di sofa sambil Eve memejamkan kedua matanya untuk hilangkan rasa pusingnya karena bawaan hamil kembarnya itu.


Di Kota Palangkaraya, Kalimantan Timur.


Siang hari yang amat pengab dan panas sekali di proyek membuat Ray merasa kepalanya pusing tujuh keliling dan nyaris membuatnya jatuh dan pingsan di tempat proyek jika tidak ada William di sampingnya dengan sigap menahan tubuhnya.


" Ei, Ray ? Elo gak apa- apa? " Tanya William nada kaget memegangi Ray.

__ADS_1


"Kepala Gue pusing banget,Wil." Jawab Ray nada pelan sambil memijat keningnya.


" Yaudah lebih baik Elo pergi istirahat gih di rumah seberang." Kata William dengan nada cemas pada Ray.


" Iya,Gue pergi istirahat deh.Elo jaga ya dan awasi mereka dengan benar." Kata Ray kepada William sebelum pergi istirahat di rumah yang di jadikan sebagai rumah peristirahatannya selama dirinya tinggal di Kota Palangkaraya untuk pekerjaannya itu.


Ray berbaringkan tubuhnya di sofa panjang di ruang tamu di rumah itu,lalu Ia tertidur pulas di sofa sampai jam delapan malam di hari berikut nya.Ia terbangun dengan tubuhnya sangat lemas dan letih sekali.


"Elo jangan bangun dulu ,Ray.Elo itu sedang sakit demam dan Elo membuat Gue panik tau gak sih ? Elo meriang ,menggigil,mengigau selama satu hari satu malam sampai Gue panggil Dokter ke sini buat periksa dan obati Elo." Kata William yang di lihat Ray sangat luar biasa cemasnya kepadanya.


"Ya, makasih Wil.Eh apa Elo kirim kabar kalau Gue jatuh sakit ke rumah Gue di Jakarta?" Tanya Ray kepada William yang menyuapinya makan bubur ayam cakwee.


"Gaklah..Gue tau gimana Elo yang tipe gak suka orang rumah Elo cemas dengan keadaan Elo di sekarang ini sedang sakit demam." Jawab William begitu mengerti sekali Ray.


"Ish, Elo itu capcay banget sih suka pengen tau urusan pribadi orang aja." Kata William dengan nada suaranya yang terdengar malu kepada Ray.


" Hahaha, gausah malu gitu kepada Gue,Will..Gue ini Kakak Elo yang pengen banget Elo dapatin cewek yang baik bibit,bebet,dan bobotnya agar Elo gak mendapatkan pengalaman pahitnya yang sama dan yang pernah Benny alami dengan Ia salah pilih cewek untuk pasangan hidupnya dan sekarang Ia harus menunggu proses perceraian dirinya dengan Sally Putri Irfan Yohanto selama kira -kira tiga atau empat bulan lagi sampai berkas -berkas kasusnya dapat di kumpulkan dengan sempurna oleh pengacara Gue kirimkan untuk nya dapat sedikit ada rasa tenang sampai dirinya itu bisa bebas dari Sally dan memulai hidupnya yang baru dengan cewek yang bernama Mia Renata janda anak satu yang tinggal bareng dirinya dan Sally di kota Bekasi Barat."Kata Ray dengan hati yang amat tulus ingin membahagiakan William Wildan adik tirinya itu dari Mama Jenny yaitu Ibu kandungnya Ray.


"Ya, Ray.Gue sungguh turut prihatin banget sama nasibnya Benny itu.Ahh, Gue hanya bisa bantunya dalam doa Gue kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria agar memberikan jalan penerang bagi Benny." Kata William yang merasa kasiha sekali kepada Benny usai William dengar kabar terbarunya Benny dari Ray ceritakan kepadanya.


Kota Bekasi Barat yang juga sangat terik dan juga terang benderang sangatlah menambah suasana hati Benny semakin panas juga pada saat Benny harus berpapasan dengan Sally yang baru saja keluar dari kamar mandi utama di bawah tangga lantai atas.

__ADS_1


"Kak Ben, Sally sudah siapin menu sarapan pagi kesukaanmu loh di meja makan.Tolong di makan ya?!" Ucap Sally menatap sayu Benny.


" Emm.." Jawab Benny dengan gumaman sambil mengambil sepasang sepatu kerja di rak sepatu.


" Papa..Apa Papa mau anterin Susan pergi ke sekolah?" Tanya Susan riang kepada Benny dari pintu kamar anak itu.


" Oh, Ya Papa mau kok anterin Susan pergi ke sekolahnya Susan." Jawab Benny menghampiri anak itu dengan sukacita lalu menggendong anak itu untuk di ajak ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama dengan Mia Renata yang sudah ada di sana sambil menyiapkan sepiring nasi kuning dan gorengan di atas meja makan untuk dirinya dan Susan serta Mia Renata sendiri.


"Aku sudah siapkan sarapan mu berupa nasi ulam yang kau sukai itu." Kata Sally yang meratapi nasi ulam nya tak di sentuh oleh Benny.


" Kak Ben, nasi kuningnya gimana rasanya? Enak gak ?" Tanya Mia Renata menatap mesra Benny yang sibuk menyantap makanan itu dengan lahap sekali.


" Wow jelas enak banget dong." Jawab Benny yang mengacungkan jempolnya kepada Mia Renata yang tersenyum senang sekali dengan pujian atas masakannya itu dari Benny.


"Ohya, Kak Sally kamu juga bisa kok mencicipi sepiring nasi kuning buatan tanganku ini untuk mu bisa sarapan pagi sebelum kamu berangkat kerja di pabrik konveksi di seberang jalan perumahan kita ini." Kata Mia Renata dengan maksud hatinya untuk mengakrabkan dirinya kepada Sally untuk kebaikan bersama.


Tetapi Saĺly malah melemparkan sepiring nasi kuning itu kepada Mia Renata dengan sikap yang amat kasar sekali sehingga Mia nyaris terluka oleh pecahan piring dan tumpahan nasi kuning di wajah wanita itu oleh Sally.


Prang..!!


" Sally..!! " Bentak Benny dengan sepasang mata melotot tajam kepada Sally.

__ADS_1


"Bunda..!! " Teriak Susan yang merasa ketakutan di wajahnya melihat Ibunya di lempar sepiring nasi kuning oleh Tante Sally yang amat terlihat marah kepada Papa Benny nya itu.


Bersambung..!!


__ADS_2