
Di sore hari yang cerah dengan semilir angin menerpa pantai utara Jakarta menambah suasana hati sepasang muda dan mudi yang sedang mabuk asmara semakin lengket bak lem nasi saja.
"Nat, kamu jangan lupa untuk harus mengirim pesan setelah kamu besok pagi atau lusa telah sampai di kota Boston agar aku tak merasakan kecemasan yang mengganggu ketenangan ku yang berpisah denganmu. " Kata Yudha yang merangkul Natusha dengan duduk di dermaga.
" Ya, Yudha. Kamu jangan khawatir karena aku akan selalu ingat kamu di sini. " Kata Natusha dengan sikap manja kepada Yudha kekasihnya.
"Kamu ini adalah kekasihku yang paling aku cintai, karenanya aku selalu ingin menjaga kamu setiap saat. Ohya, kapan Kakak Ray balik ke Indonesia? " Tanya Yudha kepada Natusha sambil mengelus-elus rambut panjang dan indah Natusha yang memiliki aroma shampoo buah jeruk Jeju.
" Hmm, Kak Ray balik ke Indonesia awal tahun besok, Yud. Soalnya dia sama kak Evelyn ingin menikmati bulan madu kesekian kalinya di Eropa yakni di kota Praha, Cekoslowakia."Jawab Natusha yang mencubit hidung mancung Yudha.
" Wah, mereka sungguh pasangan yang hebat ya selalu harmonis dan penuh kehangatan cinta yang tak pernah habis di makan waktu yang membuat aku menjadikan mereka sebagai contoh terbaikku dalam menghargai dan menjaga hati orang yang aku cintai yaitu kamu, Natusha sayangku. " Kata Yudha yang meraih jemari halus Natusha untuk di taruh di dadanya lalu Natusha semakin dekat dengannya.
"Aahh, Yudha kalau gini terus aku bakal merasa berat hati untuk berpisah dengan mu untuk aku bisa menempuh pendidikan di luar negeri yang menjadikan hubungan kita menjadi hubungan cinta jarak jauh atau LDRAN. " Kata Natusha dengan rajukan manjanya kepada Yudha.
"Sabarlah, Nat. Pendidikan itu nomor satu untuk masa depan kamu, bukankah kamu memiliki keinginan untuk menjadi seorang wanita karir di bidang stylish and fashion yang kamu sukai sejak dahulu kamu kecil. Ayolah kamu semangat untuk membuat peluang untuk dirimu maju dan berkembang di masyarakat luas, dan aku juga harus belajar juga di kuliahku di jurusan bisnis dan ekonomi di Singapura. " Kata Yudha yang memberikan nasehat untuk Natusha yang mulai mengarahkan bibir manis gadis itu ke bibirnya.
" Ya, aku tahu Yudha.Raihlah kesuksesan kita bersama dahulu sebelum kita melangkah maju ke hubungan kita berdua di masa depan kita. " Kata Natusha yang memejamkan sepasang matanya untuk merasakan kelembutan bibirnya Yudha yang menciumnya.
Suasana lembayung senja membungkus mereka di dermaga yang memancarkan sinar cinta di kala remaja itu indah dan takkan pernah terulang kembali di masa akan datang. Namun, mereka adalah sepasang muda dan mudi remaja yang memahami moral dan etika dalam menjalin hubungan asmara mereka berdua dengan sikap dan ingat akan tanggungjawab.
******
__ADS_1
Perumahan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Rainy Yen menanti dengan sabar untuk wanita itu bisa memberitahukan kabar gembira dan bahagianya kepada suaminya yang masih belum pulang dari dinas kerja di luar kota. Ia tiada pernah berhenti untuk berharap suaminya itu akan ikut merasakan kebahagiaan yang ada di hatinya itu.
" Semoga Kak Chiko dapat merasakan apa yang aku rasakan saat ini. " Kata Rainy Yen yang menatap lembut foto pernikahan mereka yang di pajang di ruang keluarga di rumah mereka.
Lalu, pintu terbuka untuk suaminya berjalan ke arah ruang keluarga dengan menenteng tas kerja dan Ia pun segera menyambut kepulangan sang suami dengan senyuman manisnya.
"Kak Chiko, apakah kamu ingin mandi dahulu atau makan malam dahulu? " Tanya Rainy Yen kepada Chiko dengan senyuman.
" Aku ingin mandi dan tidur cepat karena aku capek banget nih, sayang. " Jawab Chiko kepada Rainy Yen sambil menguap lebar-lebar.
" Ah, baiklah. Aku akan segera siapkan air mandi hangat untuk mu di kamar. " Kata Rainy Yen yang cepat mengambil tas kerja suaminya dan di bawa ke ruang kerja, lalu ia menyalakan air hangat di bathup untuk suaminya mandi di kamar mandi di dalam kamar mereka.
" Aku harus mencari tahu dimana Ray menaruh batangan emas yang nilainya milyaran dolar AS di Indonesia supaya aku bisa membayar biaya operasi tulang belakang Rebbeca istri pertama ku itu yang tinggal di Korea Selatan. " Batin Chiko yang sibuk mencari akal mendapatkan separuh harta dari Ray miliki.
Pandangan Chiko terarah kepada Rainy Yen yang telah datang kembali ke ruang keluarga untuk memanggilnya untuk pergi mandi. Ia pun segera naik tangga untuk menuju ke lantai atas lalu masuk ke kamarnya.
*****
Di Seoul, Korea Selatan.
__ADS_1
Sudah beberapa hari ini Edgar selalu berusaha untuk menjauhkan diri dari Amelia Dansen gadis cantik yang menjadi teman baiknya dan juga rekan kerjanya di rumah sakit usai Ia dan gadis itu pernah melakukan hubungan terlarang.
" Ed, kamu kali ini tak boleh menghindar dari aku lagi! " Kata Amelia Dansen yang memblokir jalan Edgar di pintu lift di lantai satu rumah sakit.
"Jika kamu ingin bicara soal lain yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan kita sebaiknya kamu tutup mulut saja. " Kata Edgar dengan nada tajam kepada Amelia Dansen.
" Iya, Edgar. " Jawab Amelia Dansen dengan sabar kepada Edgar Purnomo.
Mereka pun akhirnya memilih untuk berbicara dengan empat mata di kantin rumah sakit yang masih ramai dengan pengunjung yang sedang mengantri untuk membeli makanan atau minuman di gerai yang ada di kantin.
" Silahkan, kamu ngomong. " Kata Edgar tanpa menatap gadis itu.
"Aku hamil, Edgar. " Kata Amelia Dansen dengan nada pelan kepada Edgar yang langsung kaget setengah mati usai mendengarkan Amelia Dansen bicara kepadanya.
" Kamu bilang apa barusan? Ku harap kamu jangan berbohong pada ku tentang hal yang amat serius ini? " Desis Edgar kepada Amelia Dansen.
" Aku bilang aku hamil anakmu dengan jujur, Ed. Soalnya aku ini dokter spesialis kandungan dan aku sudah cek USG nya juga dan hasilnya adalah akurat untuk menyakinkan kamu yang sama sekali tidak impoten, Ed. " Jawab Amelia Dansen dengan nada pelan namun tajam kepada Edgar.
" Ahhh!? " Edgar merasa kepalanya mendadak pusing tujuh keliling karena kabar yang Amelia Dansen beritahukan kepadanya di saat Ia dan Irene Song istrinya sudah dalam masa -masa harmonis kembali pasca mereka menghabiskan liburan ke Pulau Jeju beberapa waktu lalu.
"Kenapa Ahhh? Kau tak perlu khawatir untuk masalah aku hamil anakmu ini karena aku bisa menjaga anak ini untukmu, Edgar. " Jawab Amelia Dansen dengan suara lembut kepada Edgar Purnomo.
__ADS_1
Bersambung!