Stay For Love

Stay For Love
Episode 127.


__ADS_3

Satu bulan kemudian hari yang di nanti dengan penuh kesabaran hati yang mendalam akhirnya tiba juga untuk Lukas Wildan menikah dengan Lisa Putri Budiman di sebuah gereja di kawasan Jakarta Barat.


Lukas membuka kerudung pengantin Lisa untuk memberikan ciuman pertamanya sebagai suami sah dari Lisa Putri Budiman setelah menyatakan janji suci di hadapan Tuhan , keluarga dan para sahabat mereka.


" Selamat menempuh hidup baru untuk kalian berdua dan semoga cepat memiliki momongan yang sehat dan lucu..!" Ucap Ray menyalami Lukas dan Lisa di pelaminan di sebuah gedung pesta di kawasan Jakarta Barat juga setelah melangsungkan pemberkatan di gereja tempat ibadah nya Lukas Wildan.


" Ya, Ray makasih banyak. " Jawab Lukas Wildan memeluk adik tirinya dengan kasih sayang.


" Sama-sama Kak Lukas, aku juga turut bahagia untukmu. " Kata Ray dengan tulus hati.


" Selamat berbahagia untuk kalian berdua dari kami.. " Kata Eve memeluk Lisa Putri Budiman dengan tulus.


"Terimakasih Eve dan Ray..! " Kata Lisa Putri Budiman tersenyum bahagia.


Ray mengajak Eve untuk menikmati hidangan pesta pernikahan Lukas Wildan dan Lisa Putri Budiman di bagian lain dari ruang resepsi lalu mereka bertemu dengan William Wildan di sana.


" Wah, kapan nih giliran mu untuk mengundang kami ke pesta pernikahan mu, Wil? " Tanya Ray dengan senyuman yang cerah kepada William Wildan.


" Lagi usaha sabarlah nanti juga kakak Ray dan Kak Eve dapat kok undangan pernikahan dari ku. " Jawab William Wildan kepada Ray dan Eve seraya pandangan matanya tertuju kepada satu orang wanita muda yang baru saja datang ke resepsi pernikahan Lukas Wildan dan Lisa Putri Budiman.


" Oke, deh. Yuk, kita makan dulu saja. Kita udah lapar nih..! " Kata Eve menarik lengan Ray untuk mereka mengantri di depan hidangan kambing guling di ujung ruang resepsi pernikahan Lukas Wildan dan Lisa Putri Budiman.


" Kau tak boleh makan sate kambing guling, Eve. Berbahaya untuk kedua orang bayi kembar kita di rahim mu yang baru masuk ke usia empat bulan. " Kata Ray menarik istrinya ke hidangan sate ayam.


"Emm, bukan untuk ku tetapi untuk kamu sayang ku. " Kata Eve mengedip manja kepada Ray.


" Aku gak doyan makan menu kambing. " Kata Ray mengangkat alisnya.

__ADS_1


"Aku lagi kepengen melihat kamu makan sate kambing guling, Sayangku. " Rajuk Eve menatap merana kepada Ray.


" Aish, baiklah. " Jawab Ray yang tak pernah tega melihat istrinya merajuk seperti ini kepadanya.


Ray pun terpaksa harus makan sate kambing guling dengan mimik wajahnya menahan mual dan muntah karena aroma bau kambing yang tak bisa di cerna nya itu.


" Cukup! Aku sudah tak suka lagi melihatmu makan sate kambing guling. " Kata Eve manyun.


" Ahh, lalu kamu kepengen melihat Aku makan apa ?" Tanya Ray dengan tulus dan sabar kepada Eve.


" Taoge goreng. " Jawab Eve.


" Ahh, disini tak ada taoge goreng. " Kata Ray.


" Cari saja ke tempat lain. " Kata Eve memeluk Ray dengan sikap manja luar biasa.


" Wahh, di sana ada penjual taoge goreng yang di pikul oleh abangnya. " Kata Eve menunjukan Ray ke penjual taoge goreng di pinggir jalan.


" Ah, yuk kita ke sana. " Kata Ray patuh kepada Eve yang sedang ngidam.


Ray menikmati taoge goreng di pinggir jalan sambil menikmati es doger yang di makannya bersama dengan Eve di sisi kanannya dengan kepala istrinya bersandar di pundaknya.


Sementara itu di tempat pesta pernikahan Lukas Wildan dan Lisa Putri Budiman. Terlihatlah anak laki-laki yang sedang menikmati es campur di sudut ruang resepsi pernikahan Lukas Wildan dan Lisa Putri Budiman.


" Kak Yogi, kamu sedang minum es campur ya? " Tanya seorang anak perempuan dengan suara bening kepada Yogi.


"Iya, Hanni. Apakah kamu minum es campur juga ?" Tanya balik Yogi dengan kasih sayang kepada adik angkatnya itu.

__ADS_1


"Enggak ah aku lagi gak mau minum es campur. Aku maunya makan krupuk udang. " Jawab Hanna dengan senyum cerah kepada Yogi.


" Anak -anak ayo sudah waktunya kita pulang ke rumah karena besok pagi kalian harus sekolah. " Kata Ina mama mereka merangkul mereka untuk meninggalkan tempat pesta pernikahan Lukas Wildan dan Lisa Putri Budiman.


Lisa Putri Budiman duduk di pelaminan bersama dengan Lukas Wildan yang sekarang ini resmi menjadi suaminya namun di benaknya yang di ingat oleh Lisa adalah Benny Wildan kekasihnya yang sudah meninggal dunia sekitar satu bulan yang lalu.


"Selamat ya untuk kalian berdua. " Kata seorang wanita muda yang menyalami mereka berdua di pelaminan.


" Iya, makasih banyak untuk mu Larasati. Gimana kabar mu sekarang? Apakah kamu sehat-sehat sajakah?" Sapa Lukas Wildan nada ramah kepada istri dari Benny Wildan.


"Ya, sama-sama Kak Lukas. Kabarku baik dan sehat, makasih atas perhatiannya. " Jawab Larasati tersenyum ramah kepada Kakak iparnya yang sangat ramah itu.


"Baguslah, aku turut senang mendengar kamu baik dan sehat Laras karena aku sangat prihatin terhadap keadaan mu yang sedang hamil muda tapi harus menjadi janda dalam waktu singkat sekali. " Kata Lukas Wildan dengan nada ramah kepada Larasati tetapi menusuk hati Larasati dengan kata -kata yang menyebabkan Larasati teringat tentang almarhum suaminya.


" Ya, makasih banyak Kak Lukas. Aku dan calon buah hati ku sangat kuat kok. " Kata Larasati tersenyum sopan kepada Lukas Wildan lalu pergi dari tempat pesta pernikahan Lukas Wildan dan Lisa Putri Budiman dengan perasaan hatinya begitu sedih sekali.


Lisa bisa merasakan kepedihan hati Larasati, karena dia juga sangat merindukan almarhum Benny Wildan kekasihnya yang juga suaminya Larasati yang membuatnya teringat pula kepada calon buah hatinya juga yang sedang tumbuh di rahim nya.


" Aku bisa merasakan kesedihannya Larasati seperti Aku merasakan denyut janin di rahimku yang merupakan buah hati ku dengan Benny Wildan pria yang Aku cintai seumur hidupku. " Kata Lisa Putri Budiman di dalam hatinya seraya mengelus -elus perutnya sendiri dan menahan mual dan muntah gejala-gejala kehamilannya yang telah berusia empat minggu atau satu bulan.


" Kamu kenapa Lisa? " Tanya Lukas Wildan di sampingnya melalui lirikan mata yang tajam.


" Aku merasa pusing, Kak. " Jawab Lisa Putri Budiman dengan nada lembut kepada Lukas Wildan.


" Ouh, mungkin kau sudah merasa lapar ya karena kita belum sempat makan malam usai merapikan riasan kita setelah pemberkatan kita di siang hari tadi." Kata Lukas Wildan memeluk Lisa Putri Budiman untuk mengurangi pusing nya Lisa yang di kiranya istrinya itu kelaparan di sepanjang pesta pernikahan mereka.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2