Stay For Love

Stay For Love
Episode 115.


__ADS_3

" Terimakasih sayang anak-anak Papa yang baik dan manis -manis atas hiburan nya, " Kata Lukas memeluk kedua anaknya dengan kasih sayang.


Sebuah dering HP nya berbunyi dan Ia bisa lihat siapa yang telah menghubunginya lalu Ia hanya menghela napas dalam-dalam sebelum Ia ada keinginan untuk menerima panggilan telepon dari rekan kerjanya di pabrik konveksi.


"📱 Ya halo Kak Yunda, ada apa ya Kamu telepon aku sepagi ini di akhir pekan? " Sapa Lukas nada sopan.


" Aku ingin menanyakan soal baju koko yang di kirim ke daerah Lampung Selatan, apakah kau sudah mengirimkan nya ke distributor outletnya." Jawab rekan kerjanya di HP.


" Sudah, Kak Yunda. Semua kiriman baju koko ke daerah Lampung Selatan sudah aku kirim sesuai pemesanan dari distributor outletnya. " Kata Lukas dengan suaranya yang berkarakter kuat sebagai pekerja yang profesional di bidang nya.


" Bagus. Kalau begitu, makasih ya kau buat aku lega dengan laporan mu yang sesuai dengan laporan ku kepada atasan kita si Ibu Wina yang dari tengah malam terus menerus menghubungi wa ku. " Kata rekan kerjanya di HP.


" Iya, sama-sama Kak Yunda. " Kata Lukas usai jaringan telepon genggam berakhir.


" Papa, kata Papa hari minggu ini kita akan pergi jalan -jalan ke kebun binatang ragunan, " Kata Edo Wildan menginginkan Lukas tentang janjinya untuk mengajak anak-anaknya pergi jalan -jalan ke kebun binatang ragunan.


" Oh, ya nak. Tentu saja Papa ingat janji Papa kepada kalian. Mari kita siap -siap untuk jalan -jalan di akhir pekan ini. " Jawab Lukas dengan kecupan hangat di dahi putra dan putri kecilnya.

__ADS_1


Lukas pun merapikan anak -anaknya sebelum acara liburan akhir pekan mereka di mulai sesuai dengan rencana mereka dan Ia begitu senang untuk memberikan waktunya untuk menemani anak -anaknya.


******


William menerima tamparan keras dari Papa Zola di rumah duka. Papa Zola itu adalah Papa nya Sarah yang datang ke rumah duka di kota Tangerang begitu Papa Zola dan keluarganya telah mendengarkan kabar buruk mengenai Sarah yang meninggal dunia karena bunuh diri akibat di perkosa dan mengalami siksa fisik dan mental dari Doni Wildan Papa kandung William.


" Kau sungguh tak berguna untuk melindungi anak ku Sarah sampai Ia celaka di tangan Papa mu sendiri! Jika tahu begini jadinya aku tak kan pernah rela membiarkan Sarah putriku menjadi pacarmu dan tunangan mu..! " Bentak Papa Zola dengan suara berang sekaligus sedih sekali lihat putrinya berada di dalam peti jenazah di rumah duka.


" Sarah..!Anak Mamaaa..! " Jerit dan tangisan Mama Amy mama kandung Sarah yang amatlah histeris dan terguncang jiwanya melihat Sarah terbujur kaku di dalam peti jenazah.


" Ma.. Mama tenangkanlah hati Mama! Sarah akan sedih kalau Mama sedih seperti ini. " Kata adiknya Sarah yang memberikan hiburan untuk Mama Amy.


" Iya, Ma. Devi ngerti sama perasaan yang di alami oleh Mama saat ini karena Devi juga amat sedih melihat Kakaknya Devi telah menutup matanya untuk selamanya. " Jawab Devi yang menangis sedih sambil memeluk Mamanya.


William tak bisa bicara apa pun lagi karena Ia begitu sedih luar biasa menyaksikan seluruh keluarga Sarah begitu terluka dalam dan kecewa kepadanya yang tidak bisa melindungi Sarah seperti yang di harapkan oleh orangtua dan juga keluarga Sarah yang lainnya.


" Oom Zola, Wil minta maaf dengan tulus atas peristiwa yang menyedihkan ini. Wil juga amat terpukul dengan kejadian yang menimpa diri Sarah yang seharusnya menjadi tanggung jawab Will sebagai tunangannya. " Kata William yang bersimpuh di bawah kedua kaki Oom Zola Papa kandung Sarah.

__ADS_1


" Diam kamu! Apakah kamu pikir Sarah bisa kembali hidup lagi dan berkumpul lagi bersama dengan kami ?Ahh! Percuma kamu minta maaf dan menangis sampai mengeluarkan darah sekalipun..! William..! Sarah gak mungkin bisa hidup lagi..! " Teriak Oom Zola Papa kandung Sarah yang sudah ingin memukul William lagi namun di urungkan niatnya itu karena Ray dan Eve telah datang ke rumah duka.


"Oom Zola, Anda tak bisa menyalahkan William sepenuhnya karena masalah yang menyangkut Sarah! Karena semua yang telah terjadi pada diri Sarah adalah musibah dan takdirnya! Anda harus dapat menerima kenyataan bahwa Sarah telah meninggal dunia karena musibah bukan karena kesalahan William. " Kata Ray yang maju ke hadapan Oom Zola untuk membela William.


Oom Zola menatap sengit Ray tetapi begitu Ia melihat ke arah Eve yang membungkuk untuk membantu William berdiri dari lantai batu rumah duka. Pria ini terpesona dengan kecantikan Eve yang menggugah perasaannya itu sehingga ia tak jadi meluapkan amarahnya kepada Ray.


" Ugh, kalian sungguh keluarga pembawa sial di kehidupan keluarga ku..! Aku menyesal sekali karena aku pernah mempercayai orang muda seperti mu untuk menjadi calon pasangan hidup putri pertamaku..! " Kata Oom Zola yang dengan nada dingin mengatai Ray dan William sebagai keluarga pembawa sial.


Ray dengan marah menatap tajam Oom Zola lalu telunjuknya itu Ia tudingkan kepada Oom Zola seraya berkata dengan suara berwibawa yang mencerminkan pribadi yg dewasa dan luhur.


" Oom Zola jaga bicara mu itu atau Aku akan menuntutmu dengan tuduhan pencemaran nama baik karena ucapan kasar mu itu kepada kami dengan sebutan kami adalah keluarga pembawa sial! Aku juga bisa menyebut Oom Zola dan para keluarga Anda adalah sekelompok orang kasar yang tidak pernah di didik dengan baik dalam berbicara dengan orang lain. " Kata Ray dengan nada berwibawa sekali sampai Oom Zola tak bisa membalas perkataannya itu.


" Ray, tenangkanlah hati mu. Disini adalah rumah duka, jadi kita harus menjaga ketenangan dan kedamaian di sini untuk menghormati mendiang Sarah saudari kita. " Kata Eve dengan nada halus dan lembut menenangkan hati dan pikiran Ray.


" Iya, Eve. " Jawab Ray yang mengikuti arahan Eve untuk menjauhi keluarga Sarah.


William hanya bisa menangis begitu menyayat hati di pojok kanan ruang rumah duka dengan di temani oleh Ray dan Eve yang mengawasi para tamu yang melayat telah berdatangan untuk melihat mendiang Sarah untuk terakhir kalinya sebelum jenazah Sarah di tutup dan di bawa ke pemakaman yang sudah di siapkan oleh orang tuanya sendiri di kota Balikpapan yang artinya jenazah Sarah akan di terbangkan dari kota Tangerang ke kota Balikpapan dengan pesawat yang sudah di sewa secara eksklusif oleh Ray yang membantu untuk meringankan beban biaya pemakaman Sarah.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2