Stay For Love

Stay For Love
Episode 29.


__ADS_3

Malam yang sangat larut untuk setiap orang bisa istirahat dengan nyaman di tempat tidur mereka masing -masing namun tidak bagi Ray yang masih sibuk dengan urusan prosedur untuk pemulangan jenazah Daddy nya ke Indonesia.


Selain itu, Ray juga di sibukkan dengan masalah Kakek dan Neneknya Agnes yang datang melayat ke rumah duka di tempat bersemayam Daddy nya Ray.


" Ray, kami ingin tahu kenapa kamu memutuskan hubungan mu dengan Agnes cucu perempuan kami tanpa sepengetahuan kami sebagai Yeye dan Nainai nya Agnes?" Tanya Tuan Besar Cinora Wang kepada Ray dengan nada lugas.


"Karena cucu mu sendiri yang lebih dahulu telah mengkhianati ku dengan selingkuh dengan Danny sahabatku sendiri.Jadi,mulai detik ini keluargaku tak ada hubungan lagi dengan keluarga mu yang tak layak menjadi satu keluarga denganku," Jawab Ray nada angkuh sekali kepada Tuan Besar Cinora Wang.


" Hei kau jangan pernah menuduh sembarangan cucu ku..!" Bentak Nyonya Besar Cinora Wang.


" Hai jaga kesopanan Anda juga di tempat yang tak seharusnya Anda datangi. Dan ,satu lagi bisnis yang akan Anda lakukan dengan Daddy ku telah ku batalkan secara resmi karena bisnis Anda itu ilegsl dan melanggar hukum perbisnisan Asia dan International." Kata Ray nada dingin sekali lalu Ia memberi kode kepada tim keamanan rumah duka untuk mengusir Tuan Besar dan Nyonya Besar Cinora Wang dari rumah duka.


Selagi menikmati makan malam yang seharusnya tenang untuk menghormati mendiang Daddynya yang masih ada jenazahnya di dalam peti jenazah pun masih ada saja masalah yang mengganggu Ray di sana.


"Mommy , aku gak mau menikah dengan cowok yang di pilihkan Kak Ray untuk ku..!" Rajuk Adik tiri Ray yang mendatanginya dengan menunjuk jari telunjuk ke arah Ray.


"Devina apa kau bisa meredakan emosi mu satu menit saja?" Tanya Ray nada tajam kepada Devina Lorenza Liu.


"Gak bisa, Kak.Kecuali Kakak Ray mau batalkan niat Kakak ingin menikahkanku dengan Peter Khu teman kerja Kakak yang berasal dari Thailand itu." Jawab Devina membanting kaki kanannya dengan sikap manja.


"Oh ,tak bisa di batalkan karena perjodohah ini telah di setujui oleh Almarhum Daddy sebelum Beliau meninggal dunia.Beliau sudah beritahukan persetujuan ini dengan resmi di dalam surat ahli waris Beliau yang di tujukan kepadaku untuk urus masalah pernikahan mu dengan Peter Khu."Jawab Ray tegas sekali.

__ADS_1


" Apaaa ?! Devina gak mau lah!! Ahh, Kakak Ray jahat sekali sih..!" Teriak Devina kepada Ray.


Plak..!


"Aduh..!" Devina kaget karena Ray menamparnya.


" Sekali lagi kau berani berteriak kepadaku dan membantah perintah Daddy yang mau aku yang menyampaikannya kepadamu ! Aku pasti akan mengirimmu ke Afrika biar kau dimakan gajah liar di sana."Kata Ray menatap galak kepada Devina.


" Ahhhh..Mommy...!" Jerit Devina yang berlari ke Mommy Regina dengan sikap manja untuk minta pembelaan dari Mommy nya atas sikap galaknya Ray.


Mommy Regina terlihat marah kepada Ray sesaat dan ingin menegur Ray yang telah menampar pipi putrinya yang manja dan urakan itu yang terlihat anggun di luar tetapi di dalamnya sangat liar dan tak sesuai dengan pendidikannya sebagai seorang lulusan dari Universitas terkenal di Inggris yaitu Universitas Oxford.


"Ray yang tabah ya kamu dan jangan lupa usai kamu menyelesaikan urusan Daddy mu.Kau ajak Akong jumpa Evelyn di rumah kekasihmu itu yang berada di kota Tangerang, Indonesia." Kata Akong Xu merangkul Ray untuk menegarkan jiwa Ray.


"Iya, Akong makasih banyak atas pengertianmu kepada Ray." Jawab Ray membalas rangkulan Akongnya dengan menangis di pelukan Akongnya.


Menjelang subuh hari yang masih belum sepenuh nya terang, rombongan pengantar jenazah Daddy Handoko Gilberto Xu berbondong -bondong untuk mengantarkan Beliau ke pesawat pribadi yang di siapkan Akong Xu untuk mempermudah Ray bisa mengantarkan mendiang Daddy nya Ray ke kota kelahiran Daddy nya yaitu kota Medan,Sumatera Utara.


Di sebuah pemakaman keluarga besar yang amat luas dan megah itu jenazah Daddy di makamkan dan di doakan sesuai dengan hati kepercayaan Daddy di masa hidup yakni Agama Buddha.


Para biksu dari organisasi keagamaan yang di anut oleh Daddy telah hadir pula untuk membantu proses pemakaman dapat berjalan dengan lancar melalui doa -doa yang mereka bacakan.

__ADS_1


"Dad, istirahatlah dengan tenang di sisi Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria di Sorga. Ray di sini akan selalu ingat pesan Daddy untuk Ray bisa menjaga keluarga Daddy dengan baik selain Ray akan selalu menjaga Delia dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar." Doa Ray.


Sesudah pemakaman berjalan dengan lancar dan selamat. Keluarga Daddy memutuskan untuk kembali ke Singapura tanpa menunda waktu yang harus mereka lakukan di Indonesia, kecuali Akong Xu dan rombongannya yang masih berada di kota Medan.


" Ray, kita harus menanti sampai hari ke 49 untuk kita menghormati mendiang Daddy mu.Lalu kita bisa segera terbang ke Jakarta untuk urusanmu dan kekasihmu bisa di selesaikan dengan baik." Kata Akong Xu kepada Ray,ketika mereka berada di villa pribadi milik Mendiang Daddy.


" Iya,Akong. Ray mengerti." Jawab Ray.


Ray menghubungi Delia yang tak bisa datang ke kota Medan untuk menghadiri pemakaman Daddy di karenakan Delia sedang sakit flu dan demam di rumah Mama Jenny.


"Hallo, Del gimana kabarmu hari ini ? Udah minum obat mu atau belum ? Makan apa kamu tadi di rumah mama ?" Tanya Ray tersenyum manis pada Delia di Wa.


"Hallo, Kak Ray. Kabar Delia udah baikan dan tadi Delia makan siang menu bubur daging cincang yang enak." Jawab Delia tersenyum riang seperti biasanya pada Ray di Wa.


"Bagus dong hari ini ade nya Kak Ray jadi anak yang pintar dan penurut " Kata Ray memberikan pujian kepada Delia.


" Ohya ,Kak Ray beberapa hari lalu Kak Eve jago manjat pohon mangga tetangga untuk petik buah mangga sampai banyak sekali dan kami semua mencobain buah mangga yang Kakak Eve petik untuk kami." Kata Delia yang menceritakan perihal Eve memanjat pohon mangga tetangga kepada Ray di Wa.


"Apa kamu bilang, Del ? Eve memanjat pohon buah mangga tetangga ?" Tanya Ray nyaris tak percaya dengan cerita Delia tentang kekasihnya yang amat lembut dan manis itu ternyata mahir memanjat pohon.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2