Stay For Love

Stay For Love
Season 2:( Episode 16).


__ADS_3

Yudha menangis seorang diri di rumahnya yang kini telah kosong tanpa adanya mama, papa dan adiknya. Ia makin terpukul ketika rumahnya di datangi sejumlah orang dari rentenir dan bank yang menagih hutang Mamanya yang jumlahnya besar dan mengharuskan rumah dan seluruh isinya di segel untuk bayar hutang Mamanya.


" Aku harus pergi ke mana tanpa uang sepersen pun di dompet ku. " Kata Yudha yang di usir dari rumahnya yang sudah di segel secara resmi oleh Bank dan rentenir.


Malam hari yang sangat menyedihkan bagi Yudha yang memaksanya untuk menginap di emperan toko oranglain dengan beralasan kardus bekas sebagai tempat tidur dan selimut nya.


" Uuuh, dingin sekali..! "Rintih Yudha yang merasa kedinginan karena pada malam hari itu juga hujan turun dengan lebatnya membuatnya harus meringkuk seperti seekor anak kucing yang terlantarkan.


Namun, Ia masih ada keberuntungan di saat ia kesusahan karena ada sebuah mobil sport Bugatti warna hitam yang berhenti di pinggir jalan dekat emperan toko yang di tempati oleh Yudha pada saat itu.


" Yudha, kamu ngapain sih di situ sendirian? ' Tanya Ray Gilberto Xu Kakak laki-laki kekasihnya yang telah turun dari mobil mewah itu dan juga menyapanya.


" Kak Ray, aku tidak mempunyai rumah lagi sebab Papa dan Mama ku telah bercerai dan meninggalkan rumah dengan hutang yang besar sekali pada bank dan rentenir sehingga aku kini harus tidur di pinggir jalan raya. " Jawab Yudha yang menghapus airmata kesedihannya dengan tisu yang di berikan oleh Ray kepadanya.


" Ah, kasihan sekali kamu Yudha..., Ya, sudah. Mari kau ikut aku pulang ke rumah aku untuk sementara waktu mu sampai urusan orangtua mu selesai. " Kata Ray yang dengan baik hati menawarkan Yudha untuk tinggal di rumahnya untuk sementara waktu.


" Kak Ray, aku tak mau menyusahkanmu dengan masalah aku dan keluargaku. " Kata Yudha yang merasa sungkan dan malu kepada Ray.


" Hei, nih anak susah benar di bilangin nya.. Udah gausah sok malu dan gengsi gitu sama aku. Ayo, ikut aku pulang ke rumah mu... Sekarang juga..!" Kata Ray dengan nada keras kepada Yudha yang barangnya di ambil oleh Ray dari lantai emperan toko dan di taruh di mobilnya, lalu menarik anak itu untuk masuk ke mobil dengan sedikit agak memaksa.

__ADS_1


" Makasih Kak Ray..! Kakak memang baik banget sama aku...! " Kata Yudha yang terisak-isak di dalam perjalanan ke rumah Ray.


Dan, setibanya di rumah dari kakak kekasihnya itu. Yudha di sambut dengan hangat oleh istri dari Kakak kekasihnya yang mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah mereka yang mewah.


" Bi Sri , tolong kamu siapin kamar tamu di lantai atas yang menghadap ke utara untuk Yudha ya? " Kata Evelyn istri dari kakak kekasihnya itu dengan ramah menyambutnya bahkan meminta asisten rumah tangga mereka untuk siapkan kamar untuk Yudha.


" Makasih banyak, Kak Evelyn. Kakak dan Kak Ray amat baik sama aku. " Kata Yudha dengan rasa terimakasih kepada Ray dan Evelyn.


" Iya, Yudha. Sama-sama kamu 'kan temannya Natusha adik kami, jadi sudah sewajarnya kami membantu kamu di saat kamu mengalami masa -masa sulit seperti sekarang ini. " Kata Evelyn dengan senyum ramahnya kepada Yudha.


" Ya, Yudha. Sana kamu masuk dan ikuti Bibi Sri ke kamar kamu. Gih, sana..!" Kata Ray yang mengedikkan bahunya kepada Yudha untuk anak muda itu mengikuti pembantu nya ke lantai atas.


" Aku mau mandi dulu, sayang. Soalnya badanku terasa lengket banget nih. "Jawab Ray dengan lembut kepada Evelyn.


" Iya, baiklah, Kak Ray. Eve siapin makanannya dulu ya di meja makan di ruang makan selagi Eve menunggu Kak Ray selesai mandi dan rapi. " Kata Evelyn kepada Ray dengan senyumnya yang selalu terhiasi di bibir manisnya.


"Oke, sayang. Kau atur sajalah karena aku tahu apapun yang kamu siapkan untuk aku adalah yang terbaik untuk aku suamimu tercinta. " Kata Ray yang mengecup bibir Evelyn sekilas sebelum naik tangga ke lantai atas untuk mandi di kamar mandi di dalam kamar mereka.


Evelyn pergi ke dapur untuk siapkan sup tomyam di mangkuk sayur dan tiga piring nasi merah untuk Ray, Yudha dan dirinya di meja dapur lalu Ia bawa ke meja makan di ruang makan.

__ADS_1


" Aku siapin jus mangga untuk mereka biar segar dan tak kolesterol untuk Kak Ray. " Kata Evelyn yang pergi ke dapur lagi untuk membuatkan jus mangga untuk Ray dan Yudha di gelas bening masing-masing.


Lalu sekitar lima belas menit berlalu, Ray dan Yudha turun dari lantai atas dan menemuinya di ruang makan dengan rapi sesudah meja makan tertata makan malam yang lezat untuk Ray dan Yudha.


" Nah, mari kita berdoa dahulu sebelum kita mulai makan malam bersama-sama. " Kata Ray yang memimpin doa makan malam untuk Evelyn dan Yudha.


Setelah itu mereka bertiga menikmati makan malam bersama dengan penuh rasa nikmat dan syukur atas karunia dari Tuhan yang telah beri mereka kesehatan dan makanan yang lezat.


" Yudha, gimana rencana untuk kuliah kamu di Singapura? Apakah kamu akan tetap lanjut kuliah atau berhenti dari kuliahmu yang belum sempat di mulai itu? " Tanya Ray kepada Yudha sesudah mereka selesai makan malam dan Eve sudah sibuk mengurus anak-anak mereka di ruang bermain anak-anak mereka.


" Entahlah, Kak Ray. Setelah kejadian yang tidak menyenangkan ini sepertinya aku tidak punya harapan untuk meneruskan pendidikan aku di Singapura. Hh, ya mungkin aku akan pilih cari kerja dulu di Jakarta untuk menghidupi hidup aku sendiri dahulu, Kak Ray. " Jawab Yudha kepada Ray dengan sopan.


" Hmm, gak boleh putus asa kayak gitu dong, Yudha. Maju terus untuk masa depan kamu bisa lebih baik daripada kami generasi sebelumnya. Gini aja, gimana kalo kamu akan aku kuliahkan ke kampus yang sama dengan kampusnya adik aku , Natusha? " Kata Ray dengan tulus mau membantu Yudha.


" Ta, tapi Kak Ray, bukankah Natusha kuliah di Harvard University, USA? Bukankah biaya kuliah di sana sangat mahal ' Kak? " Tanya Yudha yang semakin tak enak hati kepada Ray.


" Aku tulus membantumu, ya jika kamu merasa kurang nyaman dengan tawaran baikku ini? Kamu bisa anggap dirimu meminjam uang biaya kuliah dan hidup kamu di Boston kepada ku dan kamu bisa memulangkan semua itu sesudah kamu berhasil di dalam kuliah dan menjadi orang sukses di dalam hidupmu. " Kata Ray dengan senyumnya tulusnya kepada Yudha.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2