Stay For Love

Stay For Love
Episode 37.


__ADS_3

Ray memesankan menu untuk sarapan pagi di kedai depan taman untuk dirinya dan Eve kepada pemilik kedai itu, lalu bergabung dengan Eve dan Crispi di kursi depan meja di sudut kanan dalam kedai.


"Eve, Aku ada plan untuk kita pergi liburan ke pulau Hainan ,China. Apakah kau mau pergi ke sana untuk honeymoon kita yang berikutnya?" Tanya Ray menatap Eve yang mengelus-elus belakang telinga Crispi.


"Ya, mau dong Kak." Jawab Eve antusias.


"Oke, kalo gitu setelah kita sarapan pagi ini kita langsung berangkat saja ke Pulau Hainan." Kata Ray sambil menikmati sarapan paginya.


"Oke," Jawab Eve setuju.


Maka di hari itu juga mereka berdua pergi liburan ke pulau Hainan,China. Mereka berdua sangat menikmati suasana pantai yang bersih dan indah di Pulau Hainan.


" Aku mau mengunjungi Patung Dewi Kuan Im itu." Kata Eve menggandengtangan Ray untuk pergi ke kawasan patung Dewi Kuan Im dan di sanalah Eve berdoa untuk keharmonisan rumah tangganya dan kedua keluarga mereka.


Sedangkan ,Ray berdoa untuk di berikan buah hati mereka di tahun ini dengan jumlah tiga orang anak yang lucu,cantik dan pintar seperti Eve nya yang amat menggemaskan itu.


" Kak Ray, lihat ada keramaian apakah di bagian pantai sana.." Kata Eve yang ingin tahu ada acara apakah di sana.


" Heem ya..Mari kita pergi lihat." Kata Ray yang menyetujui apa saja yang di sukai istrinya itu.


Tak pernah di bayangkan di dalam hidup Eve yang beruntung kali ini, gadis itu bertemu dengan salah satu bintang Idola nya, yaitu Wang Yi Bo yang sedang mengadakan acara reality show di sana.


" Wang Yi Bo..!! " Seru Eve melompat -lompat riang sekali melihat Idola nya itu.


" Angelababy...!" Seru Ray yang membelalakan mata memandangi Idolanya juga.


" Ayo kita minta berfoto bersama mereka.." Kata Eve mengajak Ray untuk ikutan berbaris bersama para penggemar artis -artis itu untuk meminta izin berfoto bersama dan meminta tanda tangan para artis mandarin itu.


Wang Yi Bo menengok ke arah Eve lalu tersenyum ramah ke gadis itu sampai Ray mengerutkan dahi karena bintang Idola itu memberikan senyuman yang memabukkan Eve.


" Waahhh gantenggnyaa...Manis banget kamu Baobei..!" Sorak Eve melepaskan genggamannya pada Ray untuk mendekati Wang Yi Bo.

__ADS_1


" Terimakasih..Mari berdiri bersama denganku." Kata Wang Yi Bo mengajak Eve berfoto bersama.


"Emmmm.." Gumam Ray yang di tinggalkan oleh Eve yang sibuk dengan idola gadis itu.


" Nama mu siapa? Kamu sepertinya bukan orang sini ?" Tanya Wang Yi Bo ramah kepada Eve.


" Evelyn Esterlita ,ya Aku memang bukan orang sini karena aku berasal dari Indonesia." Jawab Eve amat gembira sekali.


" Emm begitu rupanya.." Kata Wang Yi Bo dengan senyuman yang membius Eve.


"Iya.." Jawab Eve membalas senyuman Wang Yi Bo.


" Tu..Tunggu kalian berdiri nya terlalu dekat sekali karena berbahaya sekali bila kalian di gosipkan oleh media." Kata Ray cepat -cepat berdiri di sisi kanan Eve untuk memisahkan Eve dengan Wang Yi Bo yang bengong dengan sikap Ray.


" Gosip apa ?" Tanya Wang Yi Bo yang memberi kode kepada Ray karena tempat itu ramai sekali dengan para fans Wang Yi Bo lainnya dan para pengunjung lain di area pantai.


"Ah , maksudku untuk protokol kesehatan antara pria dan wanita tak boleh terlalu dekat." Jawab Ray tak peduli dengan wajah bingung Wang Yi Bo.


" Aduh...Dia malah ke yang lainnya lagi.." Kata Ray yang cepat menemui Eve malah jumpa dengan gadis cantik yang meraih jemarinya dan menarik Ray ke pelukan gadis itu.


"Ahh...? " Eve yang melihat hal itu mengangga tak percaya Ray mau saja di peluk dengan gadis lain.


" Keterlaluan..!" Teriak Eve yang berbalik arah dan pergi dari area pantai.


" Ei, apa -apaan sih kau ini ?" Tanya Ray dengan nada ketus mendorong gadis itu.


" Kau sudah lupa kepadaku , Ray? " Tanya balik gadis manis itu menatap lekat -lekat Ray.


"Ya, sudah basi.." Jawab Ray ketus lalu berlari ke arah larinya Eve.


Ray menerobos kerumunan para fans Wang Yi Bo dan artis lain untuk mencari Eve dengan perasaan hatinya galau sekali karena Ia bertemu kembali dengan Viviana salah satu gadis yang pernah ada dan hadir di hidupnya selain Agnes Cinora Wang.

__ADS_1


" Eve...! " Teriak Ray sambil menghubungi hp nya Eve.


Ray berhenti di depan taman cottage mereka dan perlahan -lahan maju untuk mendekati Eve yang menangis seorang diri sambil makan ice cream di kursi taman cottage.


" Eve, tolong dengarkan penjelasan ku ,ya ?" Pinta Ray dengan bersimpuh di dekat Eve.


" Tak perlu kau jelasin lagi." Jawab Eve berlinang air mata.


" Harus supaya kamu tak salah paham kepadaku. Dengar, gadis itu bukan siapa -siapa ku lagi ,dia masa lalu ku. Karena masa sekarang ku dan masa depan ku ada pada kamu ,gadis ku satu -satunya yang paling berarti di dalam hidupku, Eve." Kata Ray dengan sungguh hati kepada Eve.


"Lalu kenapa kamu mau di peluk oleh nya ?" Tanya Eve menumpahkan ice cream di mulut Ray lalu berdiri sambil mengambil koper di samping kursi taman cottage.


"Aku menolaknya kok hanya saja kau tak lihat sih tadi karena kau sudah pergi begitu saja tanpa lihat reaksi ku padanya." Jawab Ray sambil menahan kedua lengan Eve.


"Lepasin tangan mu itu." Kata Eve.


" Engga, sampai kau tak marah lagi kepadaku dan tak bawa -bawa koper berat itu lagi seakan -akan kau mau pergi dariku." Kata Ray tegas.


"Siapa yang mau pergi? Orang aku mau minta tolong untuk bukain koper ku karena di dalam koper ini ada pembalut wanita ku.Aku lari tadi ku mau ganti pembalut." Kata Eve dengan tatapan mata polosnya.


Ray membeliakkan matanya lalu menghela napas lega sambil mengambil koper itu dari tangan Eve dan berkata," Jangan di sini bukanya.Ayo kita ke kamar cottage kita." Lalu ,Ray berjalan ke kamar cottage dengan di ikuti oleh Eve.


"Jiah, pembalutnya ketinggalan di rumah Tokyo." Kata Eve usai membongkar semua isi kopernya sambil mendongak kepada Ray.


" Jangan bilang kamu minta aku untuk membeli pembalut untukmu ?" Tanya Ray tak percaya pada tatapan memohon Eve kepadanya.


" Ah, ya ya..Baiklah ku belikan pembalut wanita mu itu.Kau tunggu aku di kamar kita ini dan jangan pergi kemana -mana sampai aku pulang ke kamar kita ini." Kata Ray memberikan pesan itu kepada Eve.


" Siap, bos.Aku laksanakan pesanmu." Jawab Eve menaruh telapak tangan di keningnya dengan sikap hormati bendera kepada Ray.


Ray tertawa geli sendiri sambil berlari keluar dari kamar cottage menuju ke apotik yang tak jauh dari area cottage itu untuk membelikan Eve pembalut wanita sesuai permintaan Eve kepadanya.

__ADS_1


Bersambung...!!


__ADS_2