
William hanya bisa memandangi peti jenazah Sarah di bawa dengan mobil jenazah yang akan mengantarkan peti jenazah Sarah ke bandara Halim Perdanakusuma untuk di bawa pulang ke kampungnya di kota Balikpapan melalui pesawat terbang yang sudah di siapkan oleh tim khusus untuk urusan penerbangan domestik.
" Kau harus tabah menghadapi segala ujian hidupmu, Will. Doakan saja melalui hatimu untuk Almarhumah Sarah bisa tenang di Surga. " Kata Ray menghibur William yang sedang berduka cita amat mendalam.
" Iya, Kakak Ray. Terimakasih atas waktu yang kamu berikan untuk menemani ku di saat aku sedang kesusahan seperti ini. Kamu memang seorang kakak yang sangat baik sekali yang ku punya, " Kata William dengan nada bersyukur memiliki seorang kakak sebaik Ray.
" Sama-sama kau tak perlu merasa sungkan untuk meminta bantuan ku, Will. Meskipun kita tak memiliki hubungan darah yang dekat satu sama lainnya tetapi kita dekat karena kasih sayang Mama yang sama yaitu Mama Jennie, " Kata Ray memberikan pelukan hangat kepada William.
" Ray, sebaiknya kita segera pulang ke rumah karena disini tak ada yang bisa kita lakukan setelah Jenazah Sarah di bawa dari rumah duka ini melalui mobil jenazah ke bandara halim perdanakusuma. Dimana pesawat yang akan membawanya pulang ke kampungnya sudah menantinya di sana. " Kata Eve dengan halus menyadarkan Ray dan William.
" Iya, Eve makasih banyak. " Jawab Ray dengan nada lembut kepada Eve lalu berbicara dengan William.
" Apakah kau ingin ikut kami pulang ke rumah kami setelah rumahmu di perumnas 1 kota Tangerang sudah kamu jual kepada orang lain usai peristiwa menyedihkan itu, Will?" Tanya Ray merasa kasihan kepada William.
"Makasih, Kak Raymond. Aku tak ingin membuat kamu dan Kak Eve repot untuk mengurus ku. Aku bisa menangani hidup ku sendiri dan lagipula aku sudah memutuskan untuk aku pindah ke luar negeri saja untuk aku bisa melupakan kesedihan ku ini, Kak. " Jawab William dengan nada hormat kepada Ray.
" Baiklah, jika itu mau mu. Aku tak bisa melarang mu untuk melakukan hal yang kamu sukai, Will. Intinya adalah aku selalu mendukung mu untuk semua yang kamu inginkan dan sukai termasuk keinginan mu untuk pergi ke luar negeri untuk menghibur hati mu sedih. Tapi, ku minta kamu jangan pernah melupakan kami yang berada di Indonesia selalu menantimu untuk pulang dan berkumpul bersama dengan kami lagi." Kata Ray menatap tulus kepada William.
" Iya, Kak Ray. Terimakasih atas dukungan yang kakak berikan untuk ku dan keputusan ku. " Kata William yang membalas pelukan Ray dengan pelukan hangat sebelum meninggalkan rumah duka dengan sepeda motor nya.
__ADS_1
Eve memberitahu Ray tentang pesan WA dari Akong Xu yang menginginkan Ray dan keluarga pulang ke Osaka untuk urusan keluarga yang sangat penting sekali setelah William pergi dari rumah duka.
"Mm.. Ya, baiklah kita persiapkan segalanya untuk kita sekeluarga pergi ke Osaka untuk kita bisa menemui Akong Xu di sana. " Kata Ray yang mempunyai firasat tak nyaman begitu Ia telah membaca pesan WA dari Ahma nya melalui HP nya Eve.
Maka, mereka berdua segera meninggalkan rumah duka untuk mempersiapkan segala hal yang di perlukan untuk perjalanan mereka sekeluarga ke Osaka.
" Bi Sri, apakah anak -anak sudah di persiapkan semua barang -barang mereka untuk perbekalan mereka pergi ke Osaka bersama dengan kami? " Tanya Eve kepada Bibi Sri begitu Ia dan Ray tiba di rumah mereka di daerah Pik, Jakarta Utara.
" Sudah, Nyonya. Saya sudah mempersiapkan semua barang Tuan Muda Rich dan Nona Muda Rena setelah Anda hubungi saya dan Bu Fatma di rumah. " Jawab Bibi Sri segera kepada Eve.
"Baiklah, Bi Sri. Makasih atas bantuanmu. " Kata Eve tersenyum ramah kepada Bibi Sri.
" Apakah semua ruangan sudah di kunci dengan benar sebelum kita berangkat, gas, air dan listrik juga sudah di amankan sebelum kita semua masuk ke mobil?" Tanya Ray kepada Eve untuk keamanan dan kenyamanan rumah mereka di pik sebelum mereka pergi ke Osaka untuk waktu yang lama.
" Aman. Kau tenang sajalah pokoknya aku telah membereskan semua yang berhubungan dengan rumah ini. " Jawab Eve tersenyum manis kepada Ray memahami sifat Ray yang selalu ingin sekali segalanya aman.
" Oke, sayang. Kau sungguh teliti sekali sekarang untuk urusan rumah kita. " Kata Ray mengecup bibir Eve untuk memuji kecermatan istrinya itu.
Demikianlah mereka sekeluarga meninggalkan rumah mereka di Jakarta untuk waktu yang lama ke Osaka untuk urusan penting dalam keluarga besar Xu.
__ADS_1
******
Natusha menaruh tas punggung sekolahnya ke ranjangnya setelah Ia pulang dari sekolahnya dan Ia segera menggantikan pakaian seragam Sekolah menengah atas nya dengan pakaian rumahnya sebelum Ia turun menuju ke ruang makan.
" Hmm, makan siang apa hari ini ?" Tanya Natusha sambil membuka tudung saji di meja makan untuk melihat hidangan makan siang di ruang makan.
" Tak ada makanan sama sekali untuk di makan. " Jawab Kakak laki-laki nya dengan nada jutek sekali kepada nya.
" Lho kok bisa tak ada makanan untuk di makan? Memangnya Mama gak masak hari ini ?" Tanya Natusha usai melihat meja makan kosong usai di bukanya tudung saji.
" Mama pergi arisan ke rumah Tante Nia di kota Malang dan akan pulang ke rumah ini lusa hari. " Jawab Kakaknya itu dengan wajah masam.
" Ouh, kalau Papa kita kemana? " Tanya Natusha ingin tahu kepada kakaknya seraya menggoreng telur ceplok dan masak nasi di rice cooker di meja dapur.
" Papa kita pergi kerja ke Jakarta dan sekarang ini di rumah cuma ada kita berdua yaitu aku dan kamu, Nat. Jadi, untuk urusan rumah ini aku serahkan kepadamu saja ya. "Jawab Kakaknya menatap aneh Natusha yang merasa risih dan tak nyaman dengan tatapan sepasang mata Kakaknya itu.
"Iya, Kak Riza. Natusha mengerti. " Kata Natusha tanpa melihat ke arah Riza sambil mengaduk nasi di rice cooker setelah nasi di rice cooker matang.
" Kau semakin hari semakin besar dan cantik, Nat. Aku tak pernah menyangka bahwa aku Riza mempunyai seorang adik adopsi secantik kamu. " Kata Riza duduk di kursi makan sambil lihatin Natusha menghidangkan makanan untuk makan siang mereka dengan menu sederhana sekali yaitu nasi putih di piring dan telur ceplok di beri kecap manis.
__ADS_1
Bersambung!