
Ray memarkirkan mobil sportnya di area garasi di kawasan rumah mewahnya yang berada di daerah Jakarta Utara terlihatlah olehnya suasana malam hari yang sangat sunyi senyap di seluruh rumah.
"Tumben benar tak ada sinar lampu hias di kamar pada malam hari ini.Kemanakah Eve?Apakah Eve sudah tidur?" Pikir Ray begitu Ia sudah berada di luar mobilnya.
Ray melangkahkan sepasang kakinya menuju ke pintu kayu warna biru tua untuk masuk ke ruangan dalam rumah dan dirinya juga semakin merasa ada yang janggal karena Ia tidak melihat adanya mobil Eve di dalam garasi.
"Dimanakah mobilnya Eve ?Apakah Dia sedang pergi keluar?" Pikir Ray dengan perasaan hatinya sangat khawatir sekali.
Ia pun menemukan Bibi Sri yang sibuk merapikan ruangan keluarga sambil berdendang ria melalui hp di taruh di saku baju oleh wanita paruh baya itu dan dengan menghela napas cukup ringan. Ray menghampiri Bibi Sri dengan mengetuk bahu kiri Bibi Sri dengan kunci mobil.
"Selamat malam, Bi Sri yang cantik seperti Dewi Yull." Sapa Ray ramah kepada Bibi Sri tetapi Bibi Sri sepertinya tidak mendengar dan mengetahui kehadirannya di dekat Bibi Sri.Maka, Ray menarik pundak Bibi Sri hingga wanita paruh baya itu amat kaget sekali begitu melihatnya sedang menatap penuh pertanyaan kepada Bibi Sri.
" Ehh..Tuan Ray, Anda sudah pulang kerja ?Maaf ya Bibi tak dengar mobil Tuan datang." Kata Bibi Sri dengan sorot mata minta maaf kepada Ray.
" Oke,Bi.Aku ingin tanya kepada Bibi.Kemanakah Eve pergi dengan mengendarai mobilnya sendiri tanpa beritahu aku?" Tanya Ray menatap penuh wibawa kepada Bibi Sri.
"Nona Eve pergi ke rumah sakit daerah Tangerang untuk menjenguk Adiknya yang sedang sakit dan di rawat di rumah sakit daerah Tangerang." Jawab Bibi Sri segera kepada Ray.
Ray mengangkat wajahnya ke langit -langit ruang tv,lalu Ray berjalan menuju ke kamarnya dengan hp nya di tempelkan di telinganya.Ia tampak gusar dan gelisah sekali memikirkan keselamatan Eve.
__ADS_1
"Eve..Ayolah jawab hp ku sekarang..!Ah, hpnya gak aktif lagi...!" Ujar Ray berdecak lidahnya dengan gelisah.
Baru saja Ray ingin kembali ke garasi dengan isi hatinya Ray ingin pergi menyusul Evelyn ke rumah sakit daerah Tangerang,namun ternyata Evelyn dan Delia sudah tiba di rumah dan di depannya di saat itu juga.
" Kak Ray..!" Panggil Eve menatap lembut Ray.
" Kakak ..!" Sapa Delia riang gembira kepada Ray.
Ray tak menjawab Eve melainkan mengelus -elus lembut rambut panjang Delia lalu mengajak adik perempuannya itu masuk ke rumah dalam diam saja.
" Del, sekarang udah malam sebaiknya kamu itu pergi mandi pake air hangat lalu minum susu dan tidur." Kata Ray dengan kecupan hangat di kening Delia menyuruh adiknya pergi ke kamar tidur yang berada di lantai dua.
" Ya,Kakak Ray.Selamat malam dan selamat tidur." Kata Delia dengan suara riang yang manis sekali kepada Ray sebelum menaiki tangga menuju ke lantai dua untuk menuju ke kamarnya sendiri.
"Kak Ray, ini baju piyama mu untuk tidur mu pada malam hari ini." Kata Eve menaruh baju piyama milik Ray di atas sofa panjang di depan ranjang.
"Hmm.." Gumam Ray sambil mengambil handuk di tangannya Eve lalu masuk ke kamar mandi dalam diam pula.
Evelyn memilin jari-jarinya sambil menatap Ray yang sedang akan berbaring di tempat tidur usai suaminya itu selesai mandi dan berpakaian tidur dengan rapi.
__ADS_1
" Kak Ray, aku minta maaf karena Aku sudah pergi dari rumah tanpa izin darimu.." Kata Evelyn nada halus kepada Ray.
"Kemarilah." Kata Ray menggapai Eve dengan jari tangannya ke arah istrinya.
" Tunggu, Aku belum mandi Kak Ray." Kata Evelyn yang berjalan dengan cukup cepat menuju ke arah kamar mandi untuk mandi.
Ray memandanginya dengan sorotan mata yang menegur keras dirinya sesudah Ia keluar dari kamar mandi dengan berpakaian piyama yang juga senada dengan pakaian piyama yang di pakai oleh Ray.
" Aku tidak menegur mu karena kamu ingin sekali menjenguk adik kita ,Ziko.Tapi, Aku menegurmu karena kamu pergi seorang diri dengan kamu itu mengendarai mobil sendirian tanpa izinku di saat kamu sedang masa awal kehamilan mu yang amat rentan sekali.Eve, Aku sebagai suami kamu amat melarang mu dengan keras untuk pergi dari rumah tanpa izinku dan melarangmu mengendarai mobil sendirian karena sangat berbahaya bagimu dan calon dua bayi kembar kita di rahimmu." Kata Ray memarahi Evelyn yang menundukkan wajah di depannya dengan sorotan mata minta maaf.
" Iya, Kak Ray.Aku sungguh minta maaf sekali pada kamu.Itu, dikarenakan Aku sudah sangatlah mencemaskan Ziko dan Delia yang berada di rs daerah Tangerang dalam waktu bersamaan. Kak Ray, kamu gausah cemas kayak gitu.Aku baik -baik aja kok dan mereka di rahimku juga sangat baik -baik aja." Kata Evelyn dengan suara lembut kepada Ray seraya menaruh telapak tangan Ray di bawah perutnya yang sekarang berusia satu bulan atau empat minggu untuk Ray bisa merasakan ada denyut kecil -kecil di bawah sana.
" Emm..Apakah kamu sudah memberikan mereka berdua makan dengan makan malam sehat dan bergizi di rumah sakit daerah Tangerang?" Tanya Ray menaruh tangan lain di bibir merahnya Evelyn.
"Sudah,sup iga sapi dan odeng lezat ala Korea yang maknyus." Jawab Evelyn dengan suaranya yang manja sekali kepada Ray.
" Hmm..Tapi, apakah kamu sudah memberikan mereka minum susu yang bermanfaat untuk gizi pertumbuhan mereka pada malam hari ini juga sebelum kamu tidur bersama dengan mereka di samping ku?" Tanya Ray menyentuh lembut bibir Evelyn dengan ciuman lembut sekali.
" Belum.Bukankah biasanya jika Ada Papa nya mereka di rumah ?Papa mereka lah yang rajin untuk buatkan minum susu enak untuk Mama nya mereka dan juga menyuapi Mama mereka minum susu enak sambil bercerita tentang kegiatan yang di lakukan Papa mereka selama berada di luar rumah untuk bekerja."Jawab Evelyn yang sangat pintar sekali melunakkan hati Ray yang sedang marah sekalipun.
__ADS_1
" Ah, ya.Baiklah ,Mama manis.Papa yang akan pergi ke dapur untuk membuatkan susu enak buatan Papa untuk Mama manis."Kata Ray yang dengan gemas sekali menggigit kecil bawah bibir Eve.
Bersambung..!