
Kota Bandung, Jawa Barat.
Seorang gadis remaja keluar dari rumah warna cat biru laut dengan dengusan emosi yang amat besar namun di tahannya dengan susah payah sekali sampai orang -orang yang berpapasan dengannya di jalanan kompleks perumahannya segera menghindarinya.
" Ei..Kenapa lagi tuh Si Natusha? " Tanya salah satu tetangga nya yang melihatnya dari warung rokok di seberang jalan.
" Iya, kesannya tuh anak habis berantem dengan Kakaknya si Riza..! " Kata seorang pemuda usia dua puluh satu tahun yang mengamati Natusha dengan tatapan matanya penuh kasih sayang.
" Edmundo, Kenapa Elo ngeliatin Natu seperti itu? Apakah jangan -jangan Elo suka ya sama Natu ? " Tanya tukang warung cengesan jahil dari pintu warung kepada Edmundo nama dari pemuda tetangga nya Natusha.
" Eh..Elo tuh ya sok tahu banget deh, Eric..! Gue tuh ngeliatin Si Natu karena kasihan ke anak itu bukan suka, tau gak sih Lo ?! " Tukas Edmundo.
"Iya, ya ya deh..Gue gak bakal sok tahu lagi tapi Gue emang udah tahu banget perasaan Elo itu kepada Natusha bukan perasaan sahabat dari kakak Riza melainkan perasaan cowok yang suka ke seorang cewek..!" Kata Eric dengan nada yakin sekali terhadap pengamatan nya mengenai perilaku Edmundo kepada Natusha.
Edmundo melototinya dengan tak percaya kalau perilakunya kepada Natusha bisa di ketahui oleh Eric teman sepermainannya sejak sekolah dasar sampai mereka bekerja di tempat kerja yang sama.
"Ish, Elo tuh ya benar-benar mafia comel banget deh ah..! " Kata Edmundo sambil mencomot roti dan minuman teh gelas dari warungnya Eric sebelum mengejar Natusha ke arah taman di dekat minimarket.
Natusha memang sedang duduk di bangku di depan minimarket merek Alfamart sambil asyik menikmati kuaci merek Rebo rasa original dan sebotol minuman Puply Orange.
" Hai , Nat..Boleh gak kalo Kakak Edi duduk di sini ?" Sapa Edmundo ramah kepada Natusha.
" Ya, boleh aja asal Kakak kasih uang ke Natu sebesar seratus ribu rupiah sebagai bayaran izin duduk di bangku ini..!" Jawab Natusha cuek aja kepada Edmundo yang tersenyum sabar sekali menghadapinya.
" Oh, oke..Ini Kakak kasih uang pajak duduk di bangku yang sama denganmu..!" Kata Edmundo yang serius memberikan uang sebesar seratus ribu rupiah kepada Natusha.
__ADS_1
" Mmm..Makasih banyak Kakak Edi yang baik...!" Kata Natusha nyengir lebar kepada Edmundo.
Edmundo pun duduk di bangku itu dengan cuek sambil menikmati rotinya dan memandangi langit senja temaram bersama dengan Natusha si gadis remaja yang menarik hatinya itu.
*******
Semilir angin malam di Kota Palembang telah memberikan rasa lapar yang mengugah selera makan Ray yang baru saja sampai di mes nya untuk sementara waktu dirinya kerja di Ibukota provinsi Sumatera Selatan itu.
" Hai, Ray..Apakabar mu tumben jam segini Elo baru datang ke kantin ?" Sapa seorang teman laki -laki dengan ramah kepada Ray yang baru saja memilih tempat duduk di kantin gedung Mes.
"Hai, Rud..Iya nih Gue baru sampai dan sekarang Gue kelaparan banget nih..!" Jawab Ray yang tersenyum ramah kepada teman -teman kerja nya yang lainnya.
" Tuan Ray, Kamu mau makan apa malam?" Tanya penjaga kantin yang memunculkan wajah nya di balik etalase berbagai menu makanan yang di pajang nya itu kepada Ray.
" Gue pilih nasi setengah satu ayam bakar dan sambal goreng , emping dan sayur singkong. Jadi berapa total semua makanan yang Gue pilih ini?! " Jawab dan tanya Ray dengan nada ramah kepada penjaga kantin.
" Jackie, Gue pesan air putih pakai satu gelas ya dan satu gelas es jeruk kelapa muda..!" Kata Ray dengan nada keras kepada Jackie penjual aneka minuman di kantin Mes.
" Siap, Bos. Jackie segera datang..! " Sahut pria tua dengan gigi nya di tambal emas di bagian depan kepada Ray.
" Waduh , silau men..benar kamu Jack..! " Kata Ray menjahili Jackie sambil pura -pura menutup matanya dengan tangan nya di taruh di kening nya sampai Jackie dan semua orang di kantin terpingkal -pingkal mendengar candaannya itu.
Seorang gadis penjual snack memerhatikan Ray dengan saksama sampai nyaris melupakan ada nya pelanggan yang ingin membeli jajanan yang di jualnya itu.
" Irma..! Ma.., Irma..! Gue mau beli chiki cheetos dan chocolatos nih kepada Elo..!" Kata seorang pria muda yang terdengar tak sabaran kepada Irma gadis penjual snack di kantin Mes.
__ADS_1
" Eh..Ya, ya..Tunggu sebentar ya , Pak Agus..Irma ambilin..!" Jawab Irma gugup seketika itu juga dengan di kedua pipinya muncul merah seperti tomat matang sembari mengambilkan jajanan yang di inginkan oleh Agus darinya itu.
*******
Di Rusun Mawar, Jakarta Barat.
Benny terlihat begitu tergesa -gesa menuruni anak tangga ke arah parkiran motor bebek baru yang di beli Benny dari uang gajian pertama nya itu.
" Wah, mau pergi kemana kamu dengan Si Boli mu ini, Ben? " Sapa Liza yang berdiri di samping motor matic Benny yang bermerek Honda Beat terbaru warna putih.
" Hmmm..Ada deh..! " Jawab Benny dengan nada misterius kepada Lisa sembari memasang helm di kepalanya lalu meluncurkan motornya keluar dari kawasan gedung rusun Mawar.
" Iiih..Seballlll...! " Gerutu Lisa membanting kaki kanannya sampai seekor kucing yang sedang tidur di kolong mobil kijang lama Bu Ecih lompat bangun karena kaget dan di kira ada gempa bumi lokal bagi kucing warna oyen cantik itu.
"Miauu..! "
Pekikan kucing oyen kesayangan terdengar dari parkiran motor membuat Bu Ecih menghampiri Lisa dengan helm di kepala dan sapu duk di tangan kanannya dan mengangkat sapu duk nya untuk memukul punggung Lisa seraya berteriak -teriak berang kepada Lisa.
" Hai dasar kau ya perempuan barbar sukanya gangguin orang dan hewan aja ! " Teriak Bu Ecih dengan sapu duk nya di arahkan kepunggung Lisa.
Lisa berbalik dan menangkap sapu duk tepat sebelum punggungnya terkena pukulan sapu duk Bu Ecih dan kini dengan tersenyum -senyum menantang kepada Bu Ecih sambil berkata.
" Ibu tua gak bisa ya satu detik saja untuk nggak mengamuk kayak banteng ngamuk di festival matador di Spanyol..! " Ejek Lisa.
" Gadis liar kayak kamu itu seumur hidup gak bakalan bisa dapat jodoh....! " Balas Bu Ecih.
__ADS_1
Bersambung..!!