
Edgar Purnomo terperanjat kaget luar biasa saat Ia mendengar jawaban dari pertanyaannya usai Ia menyadari bahwa ia terbangun di atas tempat tidur orang lain dan orang lain itu adalah Amelia Dansen teman dekatnya sendiri.
" Kau bilang apa barusan, Amelia? Aku telah menodai dirimu semalam?" Tanya Edgar dengan napasnya tersenggal -senggal kepada Amelia Dansen.
" Aku bilang kamu telah menodai diriku pada kemarin malam. Iya, aku sekarang telah ternodai karena perbuatan kamu. " Jawab Amelia Dansen dengan nada getir kepada Edgar Purnomo.
" Tidak! Tidak mungkin...! Aku tidak mungkin bisa dengan tega hati menodai dirimu yang menjadi teman baikku, Amelia...! " Ucap Edgar Purnomo tak mempercayai kenyataan pahit itu.
" Nasi telah menjadi bubur, Edgar Purnomo. Kau mau atau tidak mau atau suka atau tidak suka! Kamu harus menikah dengan aku dan jadikanlah aku sebagai istri kedua mu agar nama baik kamu tetap terjaga dan istrimu Irene Song tak akan pernah mengetahuinya. " Kata Amelia Dansen dengan suaranya yang menahan rasa pedih kepada Edgar Purnomo.
" Aku tak bisa menjadikan kamu sebagai istri kedua aku, Amelia Dansen. Namun, aku juga harus bertanggungjawab atas perbuatan aku kepada kamu semalam di rumahmu sendiri. " Kata Edgar Purnomo yang perlahan-lahan turun dari ranjang untuk merapikan dirinya.
" Edgar...! " Kata Amelia Dansen yang menangis sendirian di kamarnya setelah Edgar Purnomo meninggalkan rumahnya tanpa pamit lagi pada dirinya.
Edgar Purnomo membuka pintu rumah dengan perlahan-lahan untuk menemui Irene Song istri nya yang di lihatnya sedang memasak sarapan pagi untuk mereka berdua di rumah mereka.
" Kau sudah pulang kerja? Mari duduk dan sarapan pagi lah dahulu sebelum kamu pergi mandi dan tidur. " Kata Irene Song menaruh semangkuk sup tulang sapi di meja makan untuk sarapan paginya.
" Ah, ya.. Terimakasih. " Jawab Edgar Purnomo yang cepat duduk di kursi lalu menyantap sup tulang sapi sarapan paginya itu.
" Edgar, besok adalah hari ulang tahunku dan aku mau kamu mengajak aku pergi berlibur ke pulau Jeju sebagai hadiah ulang tahun aku. Apakah kamu mau melakukannya untuk aku? " Irene Song tiba-tiba bicara kepada Edgar Purnomo dari kursi di depannya.
" Ya, aku mau berwisata ke pulau Jeju bersama dengan mu sebagai hadiah ulang tahun kamu, Irene Song. " Sahut Edgar Purnomo dengan nada tulus kepada istrinya.
__ADS_1
" Aku mau bilang kalau beberapa hari lalu aku melakukan pemeriksaan untuk kondisi rahim aku ke rumah sakit dan hasilnya adalah rahim aku sehat dan bersih, Edgar. " Kata Irene Song yang menggenggam tangan Edgar Purnomo.
" Apakah kamu sudah bersedia untuk hamil dan melahirkan anak aku, Irene Song? " Tanya Edgar Purnomo dengan nada terharu sekali kepada Irene Song.
" Iya, Edgar. Aku juga sudah memikirkan masa depan kita sebagai suami istri yang telah jalani kehidupan pernikahan selama setahun lebih dan Aku mendapatkan wejangan yang menyentuh hati ku yang terdalam dari Kakak Jeremi di kota Busan dan Kakak Ray dari kota Jakarta yang mengatakan bahwa aku sebagai istri harus lebih mengerti kamu dan membuka perasaan hatiku untuk mu bukan untuk pria lain yang sudah jadi masa lalu aku yang pahit. " Jawab Irene Song yang menangis untuk perasaannya yang ingin di berikan kepada Edgar Purnomo suaminya yang merupakan pria pilihan orangtuanya sendiri.
" Irene..! Aku sungguh terharu dengan kata -kata kamu tadi..! Oh, aku sungguh bahagia sekali karena aku sudah menunggu mu sekian lama untuk kamu seutuhnya mencintai aku suamimu, Irene Song. " Kata Edgar Purnomo yang meraih Irene Song untuk di berikan ciuman hangat di bibir Irene Song.
******
Kota Busan, Korea Selatan.
Semilir angin laut yang sejuk menerpa rambut Jeremi Song yang berdiri di dermaga melihat lautan lepas untuk memanjatkan doa bagi almarhumah istri pertamanya dan putranya yang sudah setahun lebih meninggal dunia karena kebakaran di gedung apartemen mereka tinggal dahulu.
" Kakak Jeremi...! " Suara Tamara mendatangi Jeremi begitu semangat sekali sampai Jeremi dapat melupakan perasaan rindunya kepada almarhumah istri pertamanya itu.
" Hehehe, ya maaf Kak Jeremi soalnya aku ini terlalu semangat untuk memberitahukan kabar gembira untuk kamu calon Papa anak bayi di kandungan aku. " Kata Tamara yang meraih Jeremi Song dengan bersandar manja kepada suaminya itu.
" Apa kabar gembira mu itu, Sayang?" Tanya Jeremi Song yang menciumnya dengan mesra.
" Aku akan segera melahirkan pada tanggal dua belas November tahun ini menurut perkiraan dari dokter spesialis kandungan Aku. " Jawab Tamara dengan senyuman bahagia untuk pria usia tiga puluh tahun itu.
" Wahh, Aku sungguh tak sabaran lagi untuk Aku bisa bertemu dengan bayi Aku yang manis ini. " Kata Jeremi Song membelai bawah perut istri mungilnya itu.
__ADS_1
" Hahaha, ya sabarlah Kamu untuk kamu bisa menggendongnya, Kak Jeremi. Ohya, apakah kamu sudah memikirkan nama untuk putri kita yang masih di dalam perut aku ini?! " Tamara merangkul Jeremi Song dengan manja sekali.
" Oh, sudah dong. Aku pilihkan nama Nabila Jeremiah Song untuk buah hati kita. " Jawab Jeremi Song yang menggendong istrinya untuk berjalan ke arah parkiran mobil mereka untuk mereka bisa pulang ke rumah mereka karena hari sudah akan menjelang malam hari.
******
Pantai Anyer, Indonesia.
Ray melipat baju -bajunya untuk persiapan pulang ke rumah usai menghabiskan waktu liburan di akhir pekan di pantai Anyer bersama dengan istri dan anak-anaknya serta adiknya yang manis.
" Kak Ray..?! " Suara Natusha adiknya terdengar di luar kamar.
" Ya, Nat. Ada apa? "
" Aku mau pinjam charger hape kakak karena charger hape Aku ketinggalan di rumah. " Jawab Natusha adiknya di pintu kamar.
" Emm, ini charger hape kakak. " Kata Ray yang mengambil charger hape di meja kecil di sisi kanan ranjang dan memberikannya kepada Natusha.
" Wah, makasih kak. " Kata Natusha dengan riang kepada Ray.
" Ohya, Natusha apakah kamu sudah makan malam atau belum? " Tanya Evelyn istrinya Ray yang datang ke kamar sambil menggendong Richard Gilberto Xu dan Renata Gilberto Xu di kedua pinggangnya kepada Natusha.
" Belum, Kak Eve. Soalnya tadi Natusha habis latihan main gitar di kamar sebelah sampai Aku lupa jam makan malam. Maaf ya. " Jawab gadis remaja ini dengan senyuman minta maaf pada Evelyn.
__ADS_1
" Kamu ini..! Ya, sudah sana kamu pergi makan malam di ruang makan ada makanan kesukaan kamu yang sudah Kakak Evelyn buatin untuk kamu makan malam. " Kata Evelyn kepada adik iparnya yang sangat di sayanginya itu.
Bersambung!