
Firasat tak nyaman yang di rasakan pula oleh gadis remaja usia empat belas tahun yang amat manis sekali yang sedang duduk di taman bunga nasional di Kota Bandung.
Gadis ini sangat mirip dengan Delia Giberta Xu tetapi memiliki perbedaan yang amat besar dan jelas sekali pada diri gadis remaja sekolah Smp negeri Bandung.
"Nat..Kamu sedang ngapain di taman bunga nasional sendirian di sore hari gini ? " Sapa anak laki -laki sebaya dengannya yang mendatanginya ke bangku taman sambil membawa jajanan khas kota Bandung,yakni siomay.
"Apa kamu gak lihat aku sedang ngapain di sini ? Ah ?!" Tanya balik Natusha Permatasari dengan nada judes sekali kepada Dimas Anggara teman satu sekolahnya itu.
" Ihh..Judes banget sih kamu jadi orang? Aku 'kan cuma nanya aja kok ! " Jawab Dimas takut kepada Natusha Permatasari yang amat galak itu.
"Ehh..Kemarikan siomay nya ! " Kata Natusha yang tanpa sungkan merebut siomay di dalam plastik di genggaman tangan Dimas lalu tanpa malu merebut makanan orang lain. Gadis cantik ini langsung melahap siomay dengan santai sekali sampai Dimas manyun melihat jajanannya di habiskan oleh Natusha si gadis paling rese di sekolahnya.
Dimas pun meninggalkan Natusha di taman itu tanpa pamit lagi kepada gadis tomboy dan judes itu. Sedangkan, Natusha masih sibuk dengan pikirannya mengenai kehidupan yang di jalani nya itu.
"Papa terlalu sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah, sedangkan Mama sangat sibuk dengan urusan arisan ***** bengek di luar kota dan Riza Herlambang si pemusik gak jelas itu sok sibuk banget dengan ceweknya yang tinggal di kota Jambi..! Ugh, untuk apa aku pulang ke rumah di kala rumah sepi banget ?" Pikir Natusha.
Natusha merasa di sisihkan oleh keluarganya itu usai dirinya mengetahui bukanlah putri kandung Papa dan Mama nya. Ia mengetahui hal ini dari Riza kakak nya itu yang sering memarahinya dan mengatakan Ia anak pungut dan sebutan inilah membuat dirinya merasa minder dan malu pada dirinya sendiri serta semua orang yang di kenal nya.
"Aku ini anak siapa sih kalau Aku bukan anak Papa Mario Herlambang dan Mama Rosalinda? Lalu aku darimana asalnya? Kenapa aku selalu bermimpi tentang rumah di sebelah rumahnya Bude ku di Kota Tangerang dan hatiku mau banget tinggal di sana untuk bertemu dengan seseorang di dalam mimpiku,yakni gadis yang mirip denganku? " Pikir Natusha sambil menatap tukang es lilin di depan jalan taman bunga, dan Ia terpana dengan sosok cowok yang sedang membeli es lilin.
__ADS_1
" Astaga, ada si culun Gio..? " Kata Natusha.
Kesedihan dan kekalutan gadis itu sirna setelah melihat saudara sepupunya sedang membeli es lilin di depan jalan taman bunga Nusantara. Ia pun segera menghampiri Gio dengan menepuk bahu pemuda remaja itu tanpa sungkan lalu jarj tangannya mengambil satu buah es lilin dari jari tangan kanan Gio sampai Gio menengok kaget ke belakang.
" Hai..! Makasih ya udah di traktir es lilin rasa coklat yang enak ini..! " Kata Natusha tersenyum lebar lalu menggigit es lilin di depan Gio.
" Ah, siapa yang mentraktir Elo makan es lilin ? Gue beli untuk Gue sendiri tapi Elo main comot aja sembarangan dan seenaknya makan es lilin Gue tanpa permisi..! " Kata Gio manyun.
"Hehe..Sekali -kali napa Elo traktir Gue makan es lilin ? Elo 'kan sepupu Gue yang paling yahud di seluruh planet saturnus..!" Kata Natusha yang tanpa malu -malu berjalan meninggalkan Gio ke arah perumahan tempat tinggal nya.
"Nat..Minggu depan Mama Gue mau datang loh ke rumah Elo..!" Kata Gio yang tak pernah bisa marah kepada Natusha yang menggemaskan.
" Iya, benaran lah..Orang tadi Mama yang kabari Gue secara langsung ke hp Gue melalui wa..! " Jawab Gio yang sudah membantu Natusha buka pintu kecil di samping gerbang rumah.
"Ahhh..Kabar yang Elo kasih tahu Gue barusan merupakan kabar yang paling oke buat Gue, Gio. Makasih ya..? " Ucap Natusha dengan tulus dan senyumnya membuat Gio merasa simpati pada gadis manis sepupunya yang unik ini.
********
Rumah sakit Siloam Internasional,Tangerang.
__ADS_1
Jenny yang di rawat di rumah sakit tersebut telah divonis menderita penyakit kista di batang otaknya oleh tim dokter setempat yang telah menyatakan sisa hidupnya sudah tak lama lagi.
Jadi, Jenny di mulai detik itu juga hanya dapat melakukan segala aktivitasnya di tempat tidur dan juga harus melakukan terapi yang sangat intens terhadap segala organ dalam tubuhnya agar tetap berfungsi sesuai jaringan otaknya yang bekerja.
" Ma..Ini makan siang nya Mama. Lukas sudah bawain makanan kesukaan Mama dari rumah. Mari di makan ,ya ? " Lukas menyuapi Jenny makan siang di hari ke lima Jenny telah di rawat di rumah sakit.
"Jangan pernah kau mempercayai Papa mu itu , Luk..Kau juga jangan pernah kasih tahu Ray ,ya ? Apa yang telah menimpa pada diri Mama mu ini sekarang? " Pinta Jenny melalui tatapannya yang berurai air mata kepada Lukas yang sama sekali tak mengerti setiap perkataannya itu.
" Aah ? Apa, Ma ? Mama mau apa? Kalau Mama gak bisa jelasin ke Lukas melalui suara Mama. Mama bisa pakai tulisan di tisue ini.." Kata Lukas yang mengambilkan selembar tisue di atas meja kecil samping ranjang pasien untuk Jenny.
Jenny menerima tisue dan pena dari Lukas lalu Ia menulis kata jangan percaya kepada Papa nya yaitu Doni Wildan dan kata jangan beritahu Ray mengenai kondisi kesehatannya untuk Lukas.
Tetapi datanglah Doni yang membuat Jenny tak dapat memberikan pesannya itu kepada Lukas karena tisuenya jatuh ke lantai dan di injak oleh sandalnya Doni yang segera merusak tisue itu secara tak sengaja di depan Lukas.
Namun, Jenny bisa melihat dengan jelas kalau Doni sengaja merusak tisue untuk dirinya tidak bisa memberitahu Lukas semua hal yang pernah di lakukan oleh Doni terhadap keluarga mereka sendiri di belakang Lukas.
"Kau mati saja, Jen..! Jangan pernah kamu bisa merusak ketenangan hidupku dengan putraku yang paling baik dan dekat denganku setelah kau membuat hubungan ku dengan William tak seharmonis seperti dulu lagi. Hal ini di sebabkan kau memberitahu William tentang Aku lah yang menyebabkan Delia meninggal dunia dengan kiriman rekaman video di hp lama mu itu ke hp nya William melalui pesan di wa mu beberapa waktu lalu sampai William bersumpah untuk jadi saksi bila Ray menuntut ku untuk perbuatanku terhadap Delia, putrimu yang idiot itu..!!" Batin Doni.
Di luar batinnya , Doni menatap lembut Jenny dan membantu Jenny untuk minum air putih dari lubang sedotan di hadapan Lukas yang menilai betapa besarnya cinta dan perhatiannya itu pada Jenny.
__ADS_1
Bersambung..!!