Stay For Love

Stay For Love
Season 2 : ( Episode 19).


__ADS_3

" Ray, aku tak bisa tenang untuk persiapan diriku untuk bertemu dengan kakakmu, Rita Gilberto Xu yang telah membuat aku jatuh cinta dan ingin menjadi pengganti suaminya terdahulu. " Kata Erick Bramasta dengan keringat dingin karena gugup.


"Tak perlu salting gitu, Kak Erick. Tenang sajalah kakakku itu orangnya baik dan tahu cowok mana yang cocok untuk menjadi pasangannya dan Papa sambung anak -anaknya dan cowok yang cuma main -main terhadapnya. " Kata Ray yang tersenyum geli melihat tingkah laku salting Erick Bramasta.


" Eh, ya Ray. Terimakasih untuk dukungan mu untuk aku bisa mendekati kakakmu yang telah lama aku inginkan. " Kata Erick Bramasta yang duduknya gelisah di jok mobil di samping Ray yang mengemudi mobil sport merek Buggati.


Setibanya mereka di ruko Cempaka Putih nomor dua belas, mereka segera di sambut hangat oleh Bernard dan Ester Dinardi anak -anak dari Rita Gilberto Xu di depan pintu ruko.


" Oom Ray...! " Seru anak -anak itu yang langsung masuk kepelukan Ray yang menggendong dua orang anak kecil itu di kedua lengannya.


"Keponakan-keponakan Oom Ray yang ganteng dan manis, gimana kabar kalian berdua? " Sapa Ray sambil mengecup pipi kedua keponakannya di kedua lengannya.


" Oom Erick Bramasta juga datang ke rumah kami.. Mari masuk ke ruang tamu kami yang sederhana dan hangat. " Sapa Bernard dan Ester Dinardi dengan senyuman ramah kepada Erick Bramasta.


" Anak-anak manis, kalian sungguh baik banget sama Oom Erick Bramasta. " Kata Erick yang mengambil Ester Dinardi dari gendongan Ray.


Rita Gilberto Xu dengan sopan menerima tamu yang datang bersama dengan adiknya ke rumah nya. Ia menyuguhkan camilan berupa sukun goreng di toples dan segelas jus jeruk di meja ruang tamunya.


"Kakak Erick dan Ray silakan kalian cicipi sukun goreng dan jus jeruk buatan tanganku. " Kata Rita Gilberto Xu dengan senyuman ramah dan sopan kepada Ray dan Erick Bramasta.


" Iya, Kak Rita. Sukun goreng buatan tangan Kakak memang yang paling enak banget bagiku loh. " Kata Ray yang tanpa sungkan lagi telah mencomot sukun goreng dari toples yang telah dibuka oleh Rita Gilberto Xu.

__ADS_1


" Iya, Rita. Aku coba ya sukun goreng mu. " Kata Erick Bramasta dengan senyumannya kepada Rita Gilberto Xu yang melirik ke arah Ray untuk menanyakan soal kedatangan mereka kerumah nya.


" Ekhem..! " Ray berdeham untuk Erick Bramasta yang bicara soal perasaan pria itu kepada Rita Gilberto Xu.


" Rita, aku datang ke rumah mu dengan maksud untuk melamar kamu untuk menikah dengan aku dan biarkanlah aku yang menjadi Papa sambung dari anak-anak nya. " Kata Erick Bramasta nada tulus kepada Rita Gilberto Xu yang terperangah dengan ucapan pria usia empat puluh tahun yang menjadi tamunya itu.


" Aduh, gimana ya? " Rita Gilberto Xu dengan canggung kepada Erick Bramasta yang semakin gugup dengan kecanggungan yang telah di perlihatkan oleh Rita Gilberto Xu kepada Erick Bramasta.


" Ya, kamu tak perlu menjawabnya sekarang tentang lamaran yang aku ungkapkan kepada mu tadi, kamu bisa memikirkannya dengan matang dan aku bisa menunggumu dengan sabar. " Kata Erick Bramasta dengan bijaksana kepada Rita Gilberto Xu.


" Mama, terima saja Oom Erick Bramasta untuk menjadi Papa sambung aku dan Ester. " Kata Bernard Dinardi dengan penuh harap kepada Rita Gilberto Xu mamanya ini bisa menerima Oom Erick Bramasta nya.


" Ya, Ma. Ester sudah merasa sayang sama Oom Erick loh, jadi Mama gak perlu ragu lagi untuk menerima Oom Erick, ya? " Ester Dinardi juga mengharapkan Rita Gilberto Xu menerima Erick Bramasta dengan kedua tangan terbuka dan juga cintanya.


"Hmm, baiklah. Aku terima kamu, Kak." Jawab Rita Gilberto Xu pada akhirnya yang membuat anak-anaknya bahagia dengan keputusannya itu.


Ray tersenyum bahagia untuk Kakak kembarnya yang sangat di sayanginya itu, lalu Ia pamit undur untuk pergi kerja kepada Rita Gilberto Xu dan keponakan-keponakan nya serta Erick Bramasta yang tinggalkan di rumah Rita Gilberto Xu untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan Rita Gilberto Xu.


******


Seoul, Korea Selatan.

__ADS_1


Edgar tersentak mendengar keinginan Amelia Dansen yang ingin pria itu bertanggungjawab atas kehamilan wanita itu yang telah terjadi secara diluar kehendaknya.


" Aku tak pernah bisa menikah dengan kamu, Amelia. Bukankah kita sudah sepakat untuk aku hanya menafkahi kalian sampai anak di dalam kandungan kamu tumbuh dewasa tanpa aku harus menikah dengan kamu? " Edgar tak pernah mengira bahwa Amelia Dansen akan mendesak nya seperti ini.


" Aku batalkan kesepakatan itu dengan Aku mau status yang jelas untuk anak di dalam rahimku ini, kau dengar itu Edgar..?! Jika kamu bersikeras untuk menolak aku? ! , Maka aku akan bocorkan rahasia kita kepada istrimu, Irene Song. " Ancam Amelia Dansen dengan suara tegasnya kepada Edgar Purnomo.


" Kau sungguh sudah tak waras lagi, Amelia...! Sekali aku bilang tidak! Ya, tidak...! Pokoknya aku tidak akan pernah bisa menikah dengan kamu..! " Teriak Edgar kepada Amelia Dansen di atas gedung apartemen gadis itu.


" Baik, jika kamu masih tetap tak mau menikahi aku.. Aku akan membunuhmu supaya tidak ada seorangpun di antara aku dan Irene Song yang memiliki kamu, Edgar. " Kata Amelia Dansen yang menerjang Edgar dengan mencekik pria itu dengan ikat pinggangnya sampai Edgar mundur- mundur ke pinggir tembok atap gedung dari apartemen nya.


" Amelia, kau jangan gila ya?! " Edgar membalas mencekik wanita itu sampai keduanya terjungkal dari atap gedung apartemen Amelia Dansen dan jatuh dengan kepala keduanya bocor terkena aspal.


Debuk!


" Astaga! Ada dua orang jatuh dari atap gedung apartemen itu...! " Teriak sejumlah warga di sekitar lokasi itu.


Keramaian ini membuat pihak kepolisian daerah Kota Seoul segera datang dan membawa dua jenazah Edgar Purnomo dan Amelia Dansen ke rumah sakit terdekat untuk di lakukan otopsi dan pendataan.


Irene shock berat mendapatkan kabar buruk yang menimpa suaminya itu dari pihak rumah sakit yang menangani kasus suaminya yang meninggal dunia dengan terjatuh dari atap gedung apartemen yang sama dengan gedung apartemen yang di tinggali oleh Amelia Dansen teman baiknya sendiri.


" Irene, kau harus bisa tabah dan kuat untuk bayi yang sedang kamu kandung itu, " Kata Jeremi Song yang segera menemani adiknya ke rumah sakit untuk melihat jenazah Edgar Purnomo suami dari adiknya itu.

__ADS_1


" Kakak...! " Tangisan Irene Song yang sangat menyayat hati Jeremi Song yang memeluk adik perempuannya itu untuk memberikan kekuatan untuk adiknya.


Bersambung!


__ADS_2