
" Aku gak mau tahu pokoknya putriku harus bisa segera di selamatkaannn...!!" Jerit Mama Jenny ke semua orang yang mengelilinginya termasuk Sang suaminya sendiri yang tampak pucat ketakutan sekali.
" Tante..Mari kita segera bawa Delia ke rumah sakit.." Kata Ziko yang meminta sepupunya yang datang ke rumahnya dengan membawa mobil untuk mengantarkan Delia ke rumah sakit dengan secepatnya.
" Iya..Mari.." Kata Sony sepupunya Ziko dengan tanggap membantu Delia untuk masuk ke mobil nya dengan kepalanya yang berlumuran darah itu di bungkus dengan baju tebal milik Willam yang di ambilkan oleh Papa Doni Wildan dari tiang jemur pakaian di beranda rumah nomor 208.
Mobil meluncur dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit Internasional Siloam untuk Delia segera mendapatkan perawatan yang intensif sekali.Namun siapa sangka begitu Delia sampai di rumah sakit itu Delia menghembuskan napasnya yang terakhir dengan begitu saja.
" Maaf, putri Anda tak bisa kami selamatkan lagi karena Ia sudah meninggal dunia tepat setibanya Ia di rumah sakit ini." Kata Dokter yang menerima Delia di ruang Igd.
" Tidakkkk...!! " Jeritan pilu Mama Jenny yang amat sakit sekali kehilangan Delia untuk selama -lamanya.
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Rupanya telah terjadi kontak batin yang amatlah kuat antara Ray dengan Delia di saat yang amat bersamaaan di tempat yang berbeda ,yakni Ray di tempat kerja nya mengalami sakit demam yang sangat parah juga sampai Ray di rawat di rumah sakit di Kota tersebut.
" Delia..Kamu kenapa nangis ?" Tanya Ray yang melihat Delia di dalam mimpinya.
__ADS_1
" Kakak Ray...Delia mau pergi bersama dengan Daddy ke Surga.." Jawab Delia yang berada di dalam mimpinya Ray terlihat pucat dan jemarinya di genggam erat Daddy Handoko Gilberto Xu.
" Oh, gak boleh Del..! Kamu gak boleh pergi bersama Daddy kemanapun..?! " Ucap Ray yang mencoba menghalangi Delia di bawa pergi oleh Daddy Handoko itu tahu -tahu terbangun dari tidur nya dengan keringat dingin yang membasahi raut wajah dan tubuhnya Ray.
" Ei, Ray Elo kenapa sampai basah kuyup kayak gini keringatan?" Tanya William Wildan yang cepat membantu Ray untuk membasuh wajah dan juga mengganti pakaian pasien di rumah sakit.
" Gue barusan bermimpi gak enak tentang Delia adik kita, Wil." Jawab Ray dengan merasa dirinya takut sekali dengan mimpinya itu.
" Ah, cuma mimpi gak usah Elo pikirin lagi deh.... Mendingan Elo coba untuk makan siang menu spesial yang bawain khusus buat Elo dari rumah sementara kita." Kata William memberikan Ray suatu pikiran yang di harapkan oleh Ray adalah suatu yang benar dan nyaman untuknya di dalam pikirannya yang di liputi tentang Delia.
" Ehemm, ya Wil..Thanks ya.." Jawab Ray sambil mengambil sendok dan garpu lalu menikmati makan siangnya yang berupa nasi dan sup iga bakar lezat yang di belikan William untuknya.
" Maafin Gue Ray karena Gue harus menutupi hal yang memang sudah Elo rasain saat ini mengenai Delia adik kita itu yang sudah pergi meninggalkan kita semua ke Surga karena kecelakaan pada hari ini di siang ini." Kata William di dalam hatinya yang menangis untuk menahan kesedihannya itu atas meninggalnya Delia Gilberta Xu.
Di Perumahan Pik, Jakut.
Evelyn menjatuhkan dirinya di sofa panjang di ruang keluarga dengan menangis kencang sekali karena Ia sangat kehilangan Delia adik iparnya yang amat di sayanginya itu untuk selamanya.
__ADS_1
" Nona,tolong Anda jangan terlalu sedih karena kesedihan Nona bisa mengganggu kesehatan dari kedua janin di rahim Nona pada saat ini sangatlah rentan." Kata Bibi Sri yang membawakannya jus mangga di gelas favoritnya.
" Iya, Bi Sri..Aku tahu itu." Kata Eve di sela -sela tangisannya di pelukan Bibi Sri.
Pada malam hari itu juga Eve bersama dengan Pak Alex ,Bibi Sri dan Bu Fatma pergi ke rumah duka di daerah kota Tangerang untuk melayat Delia di sana.
Delia tampak seperti orang tidur pulas dengan nyaman sekali terbaring kaku di peti jenazahnya dengan balutan gaun indah nya warna krem yang merupakan gaun hadiah ulang tahun Delia yang ke 16 tahun dari Ray pada tahun ini di bulan April lalu.
" Delia adikku sayang istirahatlah dengan tenang dan damai di Surga bersama dengan Tuhan Yesus Kristus di Surga yang menjagamu di sana." Kata Evelyn mendoakan Delia dengan sangat tulus hati sekali.
Di malam hari yang hujan deras dan angin yang amat kencang itu peti jenazah Delia di tutup untuk esok harinya akan segera di makamkan di tempat pemakaman keluarga Gilberto Xu di Kota Medan, Sumatera Utara.
Akong Xu beserta keluarga dari Jepang pun hadir di upacara doa penutupan peti jenazah Delia di malam hari itu.Beliau jugalah yang menunggui peti jenazah Delia hingga esok harinya untuk segera di berangkatkan ke Kota Medan sesuai rencana yang di atur dengan sangat baik oleh Akong Xu.
" Akong, bisakah Akong memberi izin kepada Eve untuk Eve bisa ikut serta untuk mengantarkan adik Delia ke tempat peristirahatannya yang terakhir di pemakaman pribadi keluarga Gilberto Xu? " Pinta Eve dengan sungguh hati kepada Akong Xu.
"Eve,bukannya Akong tak bisa memberikanmu izin untuk ikut mengantarkan Delia adik mu ini tetapi kamu harus tahu kondisi mu yang sedang hamil anak kembar yang kondisinya sangat rentan untuk kamu pergi jauh-jauh dan semalaman kamu sudah begadang di sini menemani Delia bersama Akong dan keluarga..!Sekarang Akong mau kamu pulang ke rumahmu dan bantulah doa untuk Delia dari rumahmu saja dan jagalah Ray dengan baik dan juga jagalah kedua cicit kembar Akong yang ada di perutmu itu dengan baik juga." Kata Akong Xu dengan halus mengatakan hal itu untuk Eve bisa mengerti dengan Akong yang tidak memberikan izin untuk Eve pergi mengantarkan Delia ke tempat peristirahatan gadis remaja itu,semua itu karena Akong harus memikirkan kesehatan fisik Evelyn dan kedua bayi kembar yang tumbuh di perutnya Evelyn.
__ADS_1
" Iya, Akong ,Eve mengerti." Jawab Evelyn dengan menangis sedih karena Evelyn hanya dapat ikut mengantarkan Delia ke bandara saja lalu Evelyn harus pulang ke rumahnya di Pantai Indah Kapuk daerah Jakarta Utara dengan di temani oleh Pak Alex, Bibi Sri dan Bu Fatma dengan mobil pribadi miliknya Ray yang di khususkan untuk bepergian keluar kota.
Bersambung..!!