Stay For Love

Stay For Love
Episode 41.


__ADS_3

Kota Yogyakarta,Indonesia.


Benny memayungi Sally yang berjalan di samping kanannya, mereka sedang menikmati liburan honeymoon di Kota Yogyakarta,dan kali ini liburan di mulai dengan mengunjungi candi Borobudur.


" Panas sekali ya di sini." Kata Benny membasuh keringatnya dengan tisue.


"Yalah nama juga tempat wisata terbuka." Kata Sally memberikan sebotol air minum mineral pada Benny.


Mereka menaiki tangga yang tinggi untuk mereka bisa tiba di puncak candi yang sangat terkenal sebagai salah satu tujuh budaya dunia dan candi ini juga merupakan salah satu ikon wisata yang paling terkenal di Indonesia,selain Pulau Bali dan Pulau Komodo ,tentunya.


"Aku berhasil menyentuh kepala stupa candi..!" Seru Sally gembira.


"Wah hebat sekali kamu ,Say !" Puji Benny dengan senyuman yang sangat manis.


Selain,mereka mengunjungi Candi Borobudur yang megah itu, mereka juga mengunjungi Keraton dan daerah yang sangat terkenal di Yogyakarta yaitu Malioboro.


" Mari kita coba makan ala lesehan dengan menu burung dara panggang." Kata Sally dengan ceria sekali menikmati liburan honeymoon nya itu.


Benny mengikuti kemauan istrinya dengan tulus untuk kebahagiaan mereka bersama. Benny selalu berdoa agar kebahagiaan ini selalu senantiasa hadir di kehidupan rumah tangganya dengan sang istri tercintanya,yaitu Sally.


Perumahan Anyelir, Kota Tangerang.


Di rumah nomor 208 telah berlangsung suatu kegembiraan yang hadir di rumah itu karena Eve dan Ray yang datang berkunjung ke rumah itu dengan membawa kegembiraan yang besar sekali melalui cerita pengalaman mereka berdua yang berlibur ke berbagai negara di dunia.


"Wah, kalian pergi juga ke menara Eiffel ?" Tanya Ziko antusias melihat album foto mereka berdua.

__ADS_1


" Iya,Zik. Kami juga mengunjungi tembok Berlin." Jawab Eve sambil membongkar isi kopernya dan menghadiahi oleh -oleh kepada Mama Nabila dan Ziko serta seluruh keluarganya yang hadir di rumah itu.


"Ohya, Ray apa benar kamu akan memutuskan untuk menetap di sini dan berkarier di Indonesia? " Tanya Mama Nabila menatap menantunya yang terlihat sangat menyayangi putrinya itu.


" Iya, Ma. Ray ternyata jauh lebih suka tinggal di Indonesia deh di bandingkan Ray harus tinggal di mana saja di luar Indonesia,dan semua itu karena Ray memiliki cinta dan keluarga serta sahabat yang baik di Indonesia yang sangat ramah dan hangat."Jawab Ray tersenyum tulus dan sungguh hati kepada Mama Nabila.


"Kak Ray, beli aja rumah di sebelah rumahnya Kak Ella biar kita selalu berdekatan dan Kak Eve gak akan pernah kesepian di rumah sendirian pada saat Kakak Ray sibuk bekerja di luar rumah." Kata Ziko tiba -tiba mengusulkan untuk Ray membeli rumah di kawasan perumahan Anyelir juga.


"Emm, boleh juga usulnya Ziko..Ei, Ray cobalah kamu lihat rumah di sebelah rumahnya Kakak ada yang mau jual rumah tuh." Kata Kakak Ella dengan semangat.


" Ya, baiklah.Ray coba lihat rumah itu esok hari," Kata Ray mengangguk.


"Oke,besok pagi Kakak tunggu di rumah Kakak supaya kita bisa lihat rumah sebelah Kakak untuk kamu lihat sendiri kondisinya,apakah kamu mau atau membeli rumah itu ?Ya, itu sih terserah pada mu saja." Kata Kakak Ella sambil menuntun Alvian putranya untuk pamit pulang kepada Mama Nabila dan keluarga.


"Lagipula ,Ray 'kan punya rumah di Jakarta Utara daerah Pik..! Sayang loh kalau gak di tempati itu rumah." Kata Kakak Emma yang mengingatkan yang lain tentang rumahnya Ray yang berada di Jakarta.


" Iya,Eve sayang.Kita semua akan lebih senang sekali kalau kamu dan Ray menetap di Indonesia tak peduli di daerah apa atau kota apa yang paling utama kita semua satu keluarga tetap berada di negara kita sendiri yaitu Indonesia." Kata Mama Nabila penuh kasih sayang kepada Evelyn yang amat manja sekali kepadanya.


Ray yang memerhatikan istrinya begitu rindu dan cinta terhadap keluarga telah memutuskan di hati yang pernah dalam untuk memenuhi keinginan terbesar di di hidup Evelyn yaitu mereka berdua menetap di Indonesia.


"Coklat ini enak sekali..Apakah boleh Aku makan sampai habis?" Tanya Fania putri dari Kakak Erna menyadarkan mereka semua yang sibuk dengan pikiran mereka masing -masing.


" Iya, boleh Fan.Masih banyak kok coklat lainnya untuk kamu simpan di kulkas rumahmu." Jawab Evelyn memeluk keponakannya dengan rindu.


" Aku juga mau coklat itu." Kata Alfandi putranya Kak Erna sambil menjinjing mainan mobilan di tangan kanan.

__ADS_1


" Iya, ini kebagian semua coklat -coklatnya." Kata Evelyn yang sibuk membagikan coklat kepada para keponakannya yang mengelilinginya di lantai ruang tv.


Malam hari pun tiba untuk mereka pamit pulang ke rumah masing -masing dan tinggallah Ray dan Eve di rumah Mama Nabila yang sibuk merapikan rumah itu sebelum mereka pergi tidur di kamar.


"Wah..Aku rindu sekali pada tempat tidurku dan boneka hello kitty ku..!" Seru Evelyn menjatuhkan diri di tempat tidur.


" Apakah kau juga merasa rindu kepada poster Xiao Zhan mu itu ?" Tanya Ray terkekeh kepada Eve yang merona.


" Ah,aku lebih rindu pada pelukanmu." Jawab Eve yang melompat masuk ke pelukan Ray.


"Aku akhirnya bisa menang juga dari Xiao Zhan dalam menarik perhatianmu." Kata Ray kepada Eve sambil mengelus lembut rambut panjang dan Indah serta harumnya rambut Eve.


"Yaahh..? Gak juga sih lihatlah senyuman Xiao Zhan ini jauh lebih manis dari senyumanmu loh." Kata Eve mengambil bingkai foto album galeri Xiao Zhan yang ada di meja belajarnya Evelyn dan menunjukkannya kepada Ray.


Ray mengambil bingkai foto itu dari tangan Evelyn lalu menaruhnya kembali dengan posisi terbalik dan menutupi foto Xiao Zhan di meja belajar ,lalu Ray merengkuh wajah Eve dengan erat dan pada saat Ray ingin mengecup bibir Eve.


Ceklek !


Tiba -tiba pintu kamar terbuka dan mengejutkan Ray dan Eve untuk melihat siapa yang telah buka pintu kamar itu dan ternyata adalah Ziko yang ingin mengambil chargeran nya tertinggal di atas meja belajarnya Eve.


" Ups! Maaf ,Aku tak sengaja kok. Silakan kalian berdua lanjutkan pekerjaan kalian itu.." Kata Ziko cepat -cepat keluar dari kamar dan menutup pintu kamar dengan cepat pula.


Ray mengunci pintu kamar dengan benar lalu Ray mendekati Eve kembali dengan perlahan -lahan ingin mengulangi kecupannya itu pada bibir Eve yang manis.


Tapi, Eve menguap lebar -lebar dan berbalik ke tempat tidur lalu berbaring tanpa rasa bersalah sedikitpun telah terlelap begitu cepat sehingga Ray hanya bisa menggigit ujung kuku jari tangan kanannya sendiri dengan kesal sendiri.

__ADS_1


" Ughh gagal deh..!" Keluh Ray.


Bersambung...!!


__ADS_2