Stay For Love

Stay For Love
Episode 75.


__ADS_3

Hari yang sangat panas di kota asing di negara Asia Tenggara yang di kunjungi oleh Ray untuk Ia bisa mencari panti asuhan tempat adik kembar Delia di asuh oleh seorang wanita yang bekerja di panti asuhan yang bernama Kasih Santo di Kota Manila,Filipina.


Dengan berbekal alamat dan nama panti asuhan di hp nya.Ray berhasil menemukan panti asuhan tersebut dan menemui kepala panti asuhan yang bernama Brenda yang menyambut kedatangannya di ruang kantor dari kepala panti asuhan Kasih Santo,Manila,Filipina.


"Maaf,Nyonya perkenalkan Saya adalah Raymond Gilberto Xu yang datang untuk menanyakan salah satu anak perempuan yang wajahnya persis sekali dengan anak perempuan di handphone ku ini.Apa Anda menerimanya di panti asuhan Anda ini pada hari Jumat bulan Mei tahun yang tertera di foto bayi perempuan di layar hp Saya ini dari seorang pria paruh baya yang juga ada di layar hp Saya ini?" Ray langsung menanyakan maksud dari Ray datang ke panti asuhan Kasih Santo di Ibukota Manila kepada Brenda kepala panti asuhan itu.


"Oh,benar sekali Tuan Muda Xu..Tapi,beberapa tahun yang lalu bayi perempuan itu sudah di asuh oleh sepasang suami -istri muda yang berasal dari Indonesia yang mengunjungi panti asuhan Kasih Santo ini." Jawab Brenda kepala panti asuhan itu kepada Ray dengan jujur dan terbuka.


" Lalu apakah Aku bisa mengetahui nama dan juga alamat pasangan suami -istri dari Indonesia yang mengadopsi bayi perempuan ini?" Tanya Ray yang betul-betul berharap kepala panti asuhan Kasih Santo dapat membantunya untuk adiknya yang di pisahkan dari nya sejak kecil yang ternyata adik kembarnya Delia.


" Maaf, Saya tak bisa memberikan informasi yang mengenai orang -orang yang mengadopsi anak -anak asuh di panti asuhan ku ini,Tuan Xu." Jawab Brenda dengan sopan memberitahu peraturan di panti asuhan Kasih Santo kepada Ray.


" Ya,Aku tahu Nyonya tetapi ku mohon untuk kali ini saja Anda melonggarkan peraturan Anda di panti asuhan Kasih Santo untuk membantu Saya bisa menemukan adik saya yang lama sekali telah terpisahkan dari keluarga Saya." Kata Ray dengan nada tulus meminta belaskasihan kepada Brenda untuk memberikan bantuan kepadanya mengenai orang tua yang mengadopsi saudari kembarnya Delia dari panti asuhan Kasih Santo.


"Maaf,sekali lagi Saya minta maaf kepada Anda Tuan Xu karena Saya tak bisa melanggar segala peraturan yang ada di panti asuhan Kasih Santo termasuk memberikan riwayat diri dan alamat dari orang tua asuh yang mengadopsi anak-anak yang di rawat di panti asuhan Kasih Santo yang Saya di kelola ini." Kata Brenda kepala panti asuhan Kasih Santo dengan tegas namun senyumnya meminta maaf kepada Ray.

__ADS_1


" Ahhh..Baiklah,Saya mengerti.Terimakasih atas informasi yang Anda berikan kepada Saya yang setidaknya tahu kalau adik saya di adopsi oleh pasangan suami -istri muda yang berasal dari negara Indonesia.Biarlah Saya sendiri yang akan mencari tahu sendiri siapa mereka dan Saya pun selalu mendoakan agar adik Saya berada di sisi orangtua asuh yang tepat yakni orang tua asuh yang sangat menyayanginya dan mencintainya dengan tulus." Kata Ray yang akhirnya menyerah untuk memohon bantuan kepala panti asuhan itu untuknya bisa menemukan saudari kembar Delia.


" Ya,Tuan Muda Xu..Sama-sama." Jawab Brenda yang mengantar Ray keluar dari ruang kerjanya usai Ray menyatakan pamit untuk meninggalkan panti asuhan Kasih Santo dengan sopan kepada Brenda.


Di sebuah restoran yang menyajikan makanan khas negara Filipina,Ray memesan menu makan malamnya di restoran yang merupakan restoran terbaik di Ibukota Manila,Filipina.


Di restoran Le Bar, Ray berusaha keras untuk Ray bisa menyantap makanan khas Filipina yang amat terkenal di negara itu dan dunia yaitu Sinigang dan Sisig ,Crispy Pata dan Gising -gising serta Dilis Rice.


"Biasanya Aku kalau makan menu kayak gini akan lahap jika suasana hati ku sedang baik tetapi Aku saat ini dalam suasana hati yang sangat galau bukan main yang membuat menu makanan yang enak ini menjadi hampar." Kata Ray yang tampak lesu saat menyuap makanan -makanan yang di tata rapi di meja di restoran ternama di Manila di karenakan pikiran dan suasana hati Ray sedang bersedih karena kehilangan Delia ,jauh dari Eve dan belum juga menemukan adiknya yang lain.


" Hai..Bolehkan Aku duduk di kursi kosong di depan kamu?" Sapa seorang gadis muda cantik di depannya dengan senyuman yang sangat manis.


"Hei,kamu sombong sekali sih?" Tanya gadis itu yang tak menghiraukan nada dingin Ray yang tak beri izin untuk gadis cantik ini duduk di kursi di depan Ray untuk menemani Ray yang di kira pria kesepian oleh gadis itu.


".." Ray memanggil pelayan restoran Le Bar yang segera datang kepadanya." Ambilkan bon untuk ku sekarang..!" Perintah Ray dengan suara datar dan dingjn kepada pelayan restoran Le Bar yang cepat melakukan perintahnya dengan memberikan bon untuk pembayaran menu makanan yang di pesan oleh Ray.

__ADS_1


"Ini ambillah uang kembaliannya sebagai uang tips mu dariku." Kata Ray usai membayar semua menu makanan yang di pesannya itu tetapi Ray tak menyentuh makanan itu secuil pun.


" Wahh..Orang hebat nih.." Kata gadis cantik yang ternyata mengikuti Ray keluar dari restoran Le Bar menuju ke mobil taxi yang di pesan oleh Ray untuk mengantarkan Ray ke hotel tempat menginap Ray di Filipina.


"Ei..Kenapa kamu mengikuti Aku terus menerus? Apakah kamu ini mempunyai niat tak baik kepada ku?" Tanya Ray judes kepada gadis yang segera mundur di atas trotoar jalan karena Ray dengan tegas mengusirnya sebelum Ray masuk ke mobil taxi.Lalu mobil taxi meluncur di jalan raya yang sangat padat merayap di Ibukota Manila yang tak pernah tidur itu.


"Hmm..Aku sungguh merasa penasaran dengan pria manis yang sepertinya bukanlah orang lokal di Ibukota Manila." Kata gadis cantik itu dengan senyuman manisnya sambil mengigit kuku jari telunjuk kanannya dengan sikap memikat sekali.


Ray mengambil kopernya dari hotel tempatnya menginap lalu setelah Ray merapikan barangnya di kopernya,ia menyeret koper keluar dari hotel dan di masukkan ke bagasi mobil taxi kemudian Ia masuk kembali ke mobil taxi yang mengantarkan Ray ke bandara.


" Tuan Muda Xu ,pesawat anda sudah siap untuk mengantarkan Anda pulang ke Indonesia." Lapor salah staf nya begitu Ray tiba di lapangan udara di Ibukota Manila,Filipina.


"Surya,siapkan tim penyelidik terbaik di Indonesia untuk mencari tahu pasangan suami -istri muda yang datang berkunjung ke panti asuhan Kasih Santo pada hari,bulan dan tanggal yang tertera di berkas yang Raul kirimkan kepadaku begitu Aku keluar dari panti asuhan Kasih Santo pada sore ini dengan bertepatan sekali Aku keluar dari sana." Kata Ray dengan sikap yang penuh wibawa sekali kepada salah staf terbaiknya yang bekerja di salah satu anak cabang perusahaan keluarga Xu yang berada di Ibukota Manila,Filipina.


" Siap,Tuan Muda Xu..Saya akan laksanakan apa yang Anda perintahkan kepada Saya dengan amat baik dan sempurna." Jawab Surya dengan sikap profesional sekali kepada Ray.

__ADS_1


" Terimakasih ,Surya.Aku pergi sekarang." Kata Ray yang sudah duduk santai di sofa di pesawat pribadinya sambil memejamkan sepasang mata nya untuk tidur dengan nyaman sekali.


Bersambung..!!


__ADS_2