Stay For Love

Stay For Love
Episode 80.


__ADS_3

Ray membantu Eve menggendong salah satu dari kedua orang bayi kembar mereka karena hari ini Eve sudah di izinkan pulang dari rumah sakit oleh Dokter Anderson yang menanganinya


"Eve,sini biar Aku bawakan barang-barang kalian ke mobil." Kata Salah satu dari sepupunya Eve yang khusus datang untuk menjenguk dan juga membantu Eve membawakan barang-barangnya ke mobil.


"Ya,makasih Kak Lisa.." Jawab Eve tersenyum.


Lisa membawakan tas berisi barang -barangnya Eve dengan di bantu oleh Pak Budiman Abahnya yang mendorong troli koper lainnya di temani oleh Pak Alex yang mengantarkan mereka ke arah mobil Ray yang terparkir di depan pintu lobi rumah sakit.


"Oom Budiman dan Lisa,mari silakan ikut kami pulang sekalian dengan mobil kami daripada kalian membayar ongkos mobil pelayanan online untuk pulang ke rumah kalian di daerah Jakarta Barat." Kata Ray dengan ramah menawarkan jasa mengantarkan Paman dan Sepupunya Eve pulang ke rumahnya Paman dan Sepupunya Eve yang bertempat tinggal di daerah Jakarta Barat.


" Tapi,Ray jarak kita pulang berbeda arah loh,jadi lebih baik kami menggunakan mobil pelayanan online saja seperti pada saat kami datang ke sini untuk jenguk Eve dan melihat kedua bayi kembar kalian yang merupakan cucu keponakan dari Paman Budiman dan keponakannya Lisa." Kata Paman Budiman dengan nada sungkan kepada Ray.


"Hmm...Begini saja,Encang dan Kak Lisa pesan saja grabcar biar Eve yang akan membayarkan ongkosnya." Kata Eve dari kursi tengah di dalak mobilnya Ray yang bermerek Pajero Sport.


"Gak perlu,Eve.Encang bisa kok membayarkan ongkos grabcar Encang sendiri.Kalian tak perlu cemas." Kata Paman Budiman dengan halus menolak tawaran Eve.


"Pak Alex...Kau ambil mobil yang lain dari rumah di dekat sini lalu antarkan Paman dan Kakak Lisa pulang ke rumah mereka dengan menggunakan mobil lain dengan aman dan selamat." Kata Ray yang memberikan perintah kepada Pak Alex agar mengambil mobil lain miliknya dari rumah nya yang lain dan berada di daerah yang sama dengan daerah rumah sakit itu.


" Baik,Tuan Ray." Jawab Pak Alex segera.


"Ray..Enggak perlu menyusahkan kamu lah.." Kata Paman Budiman yang merasa tak enak hati merepotkan Ray.

__ADS_1


" Engga ada yang namanya menyusahkan di dalam kamusnya Ray di dalam keluarga besar kita.Nah,selagi kita harus menanti Pak Alexander kembali ke sini dengan mengendarai mobil lain, gimana kalau kita pergi makan dulu di resto di dalam rumah sakit ini?!" Ajak Ray dengan sopan kepada Paman Budiman dan Lisa.


"Ya,okelah Ray..Jika kamu mau mentraktir kami makan enak.." Kata Lisa dengan santai sekali dengan suami dari adik sepupunya itu yang baru dua kali di lihatnya itu yaitu di hari Eve di lamar dan di hari Eve selesai melahirkan.


"Hehehe..Ya,Kak Lisa..Mari.." Kata Ray dengan senyuman ramah kepada Lisa sepupu dari Eve yang sangat ramah dan tomboy itu.


Mereka menikmati makanan yang ada di daftar menu restoran yang bernama Warung Solo yang amat lezat dan bersih dengan menu sup daging sapinya yang terkenal di rumah sakit Siloam di bagian Internasionalnya.


"Wah..Aku suka sup daging sapinya gurih dan empuk.." Kata Lisa yang menyantap dengan asyik sekai menu makanan itu tanpa malu-malu.


"Eve,kau makanlah yang banyak biar ada asupan gizi dan vitamin untuk Asi si kembar kesayangan kita." Kata Ray yang menyuapi Eve makan sup daging sapi dengan penuh kasih sayang dan kesabaran yang amat tinggi agar Eve dapat mau makan.


"Ah,ya Kak Ray..Eve makan kok.." Kata Eve nada lembut sekali kepada Ray.


"Abahh..." Kata Lisa dengan gigi nya menggigit bibir bagian bawahnya.


"Lho kenapa Liz? Bukankah usia mu sudah cukup untuk mencari pacar dan pasangan yang baik dan tepat untuk masa depan mu seperti Eve yang sudah menemukan pasangannya yakni,Ray yang sangat tepat sekali untuknya?" Tanya Abah nya dengan kedua alis bertautan kepadanya.


"Yaah itu karena Aku dan Eve berbeda,Bah..Dia ini anaknya kalem dan anggun yang membikin hati Ray terpincut olehnya.Lah,aku mah preman pasar Glodok yang mana bisa menemukan pacar yang tepat untuk menjadi pasanganku di masa depan." Jawab Lisa cemberut kepada Abah nya.


" Makanya,Abah minta tolong kepada Ray untuk carikan pacar yang tepat untuk mu agar kamu bisa cepat punya pasangan lalu menikah seperti Eve ini." Kata Abah nya dengan tegas kepadanya.

__ADS_1


"Ya,cari pacar untuk jadikan suami harus yang sesuai dengan selera dong Abah sayang agar tak menyesal di kemudian hari.Dan,lagipula Aku gak suka di pilihkan oleh Abah karena Aku bisa cari sendiri." Kata Lisa dengan bersikeras sekali menolak pendapat Abah nya itu.


Ray mendengarkan perdebatan antara mereka dengan tersenyum sopan sambil menyuapi Eve makan siang sampai habis dan tak ada sisanya lagi di piring nasi sup daging sapi itu.


"Aku merasa haus,Kak Ray." Kata Eve dengan nada manja sekali kepada Ray.


" Iya,ini air mineral untukmu..Minumlah dengan perlahan -lahan dan secukupnya." Kata Ray yang membantu Eve minum air mineral dari sebuah botol kemasan merek Fiji.


"Hadehh..Ini orang berdua yaaa seakan di resto ini cuma kalian berdua saja yang jadi pelanggan nya..,Ah ckckck.." Kata Lisa dengan senyuman jahil menggoda keduanya.


" Jehhh,bilang aja kau iri sama kami berdua.." Kata Ray meledek Lisa.


" Makanya,kau turuti saran Encang Budiman yang baik ini untuk cari pacar lalu menikah ,maka kau gak sentimen lihat kami berdua selalu bisa bermesraan kapan pun kami mau."Tambah Ray tanpa malu membalikkan ledekan Lisa.


"Emmm..Kau bisa saja membalasku.." Kata Lisa yang tak bisa membalas berdebat dengan Ray.


"Pak Ray,mobil nya sudah siap..." Lapor Pak Alex yang sudah datang kembali ke rumah sakit ini untuk menjemput Paman Budiman dan Lisa dari rumah sakit sesuai perintah Ray.


"Ah baiklah..Makasih Pak Alex.."Jawab Ray yang kemudian menoleh kepada Paman Budiman dan Lisa," Paman dan Kak Lisa,sekarang kalian udah bisa pulang ke rumah kalian dengan diantarkan oleh Pak Alex supir ku ini."


"Ya,Ray makasih banyak akan traktiran makan siang dari mu kepada kami dan juga kamu udah baik banget menawarkan jasa dengan menyuruh supir mu untuk mengantarkan kami pulang ke rumah kami." Kata Paman Budiman dengan nada begitu menghormati Ray sebagai keponakannya juga.

__ADS_1


"Sama-sama Paman Budiman." Kata Ray sopan kepada Paman Budiman dengan menyalami Paman sebelum Paman dan Lisa meninggalkan restoran dalam rumah sakit dan meninggalkan Ray bersama dengan Eve dan kedua orang bayi kembar di troli bayi di samping tempat duduk Eve dengan di temani masing-masing babysiter dan perawat khusus untuk Eve dan kedua bayi nya itu.


Bersambung..


__ADS_2