Stay For Love

Stay For Love
Episode 98.


__ADS_3

Ray memilih menu makanan untuk makan siang nya di tempat kerja nya itu berupa nasi dan lauk pauk khas palembang yakni sup kepala ikan kuning dan krupuk ikan tenggiri lalu untuk minum nya. Ia memilih minuman jus belimbing segar di kantin.


" Pak Ray, sinilah mari Anda bisa duduk di kursi di dekat kami..! " Panggil teman -teman kerjanya yang ramai memanggilnya dari sudut kanan di kantin.


" Ok..! " Jawab Ray memberikan kode ibu jari ke arah teman -teman kerjanya usai membayar pesanan menu makanan dan minumannya pada petugas kantin di tempat kerjanya. Sebelum, Ray membawa nampan berisi sepiring nasi dan lauk pauk serta segelas jus belimbingnya ke tempat duduk dan meja tempat teman -teman kerjanya berada.


Gadis kantin memperhatikannya dari kedai yang menjual bagian minuman di kantin. Gadis ini sampai tak menyadari kalau ada seorang pria muda menyapanya sambil menaruh uang di atas etalasenya.


" Heiiiii....Gina ! Ini Gue bayar minuman es kopi susu yang Gue beli tadi kepada Elo..! " Sapa pria itu menaruh wajah tepat di depan wajahnya.


"Ahhhhh...! Yonas...! Ngagetin Gue aja loh..! " Kata Gina nama gadis kantin yang manis dan mungil itu kepada Yonas cowok manis dan imut yang membayar minuman sesuai harga di depan nya.


" Abisnya Elo gak mudeng Gue panggil -panggil dari setadi juga sampai mulut Gue kering nih...!! " Kata Yonas melototinya.


" Ouh, yaudah sini ! " Jawab Gina dengan nada judes sekali kepada Yonas seraya mengambil uang sebesar tiga puluh ribu rupiah yang ada di etalase nya.


"Emmmhhhh..! Elo tuh ya kalau dagang jangan judes -judes ke pelanggan nanti pelanggan Elo pada kabur..! Tahu rasa Elo nanti bakal rugi...!" Kata Yonas dengan nada tak kalah judesnya itu dengan Gina.


Gina manyun usai Yonas pergi keluar dari kantin dan di lihatnya cowok itu bertemu di tengah jalan dengan seorang cewek cantik tinggi semampai dan berkulit putih bening serta berrambut hitam panjang yang melayangkan senyuman memikat kepada Yonas.

__ADS_1


" Hai , Yonas...Apakah kamu usai dari makan siang di kantin ? " Tanya Cindy gadis cantik dan manis ini kepada Yonas.


" Iya..! " Jawab Yonas tersenyum lebar sekali di bibirnya karena di sapa oleh sekretaris direktur di perusahaaanya bekerja.


" Wah, berarti Aku terlambat dong untuk ajakin kamu untuk makan siang bersama denganku di kantin...?!" Kata Cindy tersenyum simpul kepada Yonas.


" Oh, ya...! " Jawab Yonas yang tiba-tiba tersipu malu usai mendengar ucapan manis Cindy.


" Ahh? Kalau begitu maukah kamu ganti dengan bersedia untuk menemaniku makan malam di kantin untuk malam ini ?! " Kata Cindy dengan halus meminta kesediaan hati Yonas si pemuda manis ini untuk menemaninya makan malam di kantin usai gagal untuk mengajak cowok manis ini untuk makan siang bersama nya.


" Oh, ya...Tentu saja Aku bersedia banget untuk mu, Cin...! " Jawab Yonas gembira.


Sedangkan, Yonas meneruskan perjalanannya ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai staff biasa di ruangan karyawan tetap di tempat bekerjanya itu.


*******


Di Perumahan Anyelir, Kota Tangerang.


Naydelin sepupunya Eve datang ke rumah Mama Nabila untuk menemani Mama Nabila di rumah ketika Eve ada jadwal rutin pergi ke rumah sakit untuk menemani Ziko yang akan melakukan cuci darah atau hd setiap hari rabu dan sabtu atau dua minggu sekali.

__ADS_1


" Nay..Kamu sudah dewasa dan cantik..! Apakah kamu sudah mempunyai pacar idaman kamu sendiri untuk kau ajak ke sini untuk kenalan ama Tante Nabila ? " Tanya Mama Nabila nada halus kepada Naydelin sambil menonton tv sinetron favorit di ruang keluarga.


" Hmmm, gimana ya Tante saya jawabnya? " Tanya balik Naydelin nada sopan kepada Mama Nabila sembari menggendong Richard yang di lihatnya sangat mirip Ray banget cowok yang awalnya akan di jodohkan oleh Benny Wildan sepupunya Ray kepadanya tetapi Ray malah jatuh ke tangan Eve sepupunya yang usianya saja belum genap dua puluh satu tahun pada saat itu.


" Iya, di jawab saja dengan santai olehmu sendiri kepada Tante yang terhitung saudari kandung dari Mama mu sendiri yang jadi adik perempuan nomor lima di keluarga orang tua Tante dan juga Mama mu yakni Opa dan Oma mu yang tinggal di Pulau Belitung..! " Kata Mama Nabila dengan nada ringan kepada Naydelin yang harus selalu tersenyum ramah kepada Renata yang persis sekali dengan Evelyn sepupunya yang sangat di bencinya itu setelah Eve benar-benar menikah dengan Ray dan menjadi Istriya Ray.


" Emmm , kriteria sih ada Tante mengenai cowok yang di sukai oleh Nay cuma cowok itu sudah di rebut oleh orang yang paling dekat dan akrab dengan Nay baik di sekolah dahulu maupun di pabrik permen sugus tempat Nay bekerja dahulu dengannya..!" Jawab Naydelin halus.


" Eh..Kamu sih terlalu lambat dalam persaingan mendapat cowok yang kriteria nya kamu sukai ! " Kata Mama Nabila tersenyum halus seakan tahu isi hati Naydeli itu dengan mengambil Richard secara halus dari pelukan Naydelin.


" Yaaa karena orang itu sangat licik berperan cewek polos dan lugu di hadapan cowok yang Nay taksir dan semua orang di sekitar cowok itu, Tan..! " Kata Naydelin yang kini tersenyum amat masam sekali kepada Mama Nabila yang sudah menyuruh Bibi Sri untuk menggendong Renata agar di jauhi dari Naydelin yang sudah lama di curigai oleh keluarga pribadi Eve memiliki sifat kurang baik kepada Eve sejak mereka masih di usia anak -anak.


Naydelin yang semakin sebal dengan sikap yang di berikan oleh Mama Nabila terhadapnya yakni sikap menyindir secara halus itu segera pamit untuk pulang kepada Mama Nabila.


" Sial...! Emak sama Anak ceweknya sama saja menyebelin banget sihh...! " Umpat Naydelin di batinnya sambil mengendarai sepeda motornya keluar dari rumah Mama Nabila menuju ke arah jalan raya.


Sementara itu di rumah lain ada Hilda yang sibuk dengan tanda -tanda kehamilannya yang sangat merepotkannya itu yakni mual , pusing , dan juga muntah -muntah dan lainnya sampai wanita ini amat khawatir sekali kalau kehamilannya akan di ketahui oleh Lukas Wildan menantunya sendiri yang juga putra kandung dari besannya sendiri yang kini menjadi kekasih dan calon ayah dari jabang bayi yang sedang tumbuh di rahimnya itu .


" Aduhhh....Aku amat cemas sekali kalau Lukas akan mengetahui kehamilan ku ini..! Ahh, Doni juga tak mempunyai pemikiran untuk menolong ku karena Doni belum tahu kalau Aku hamil bayi nya sekarang ini..! " Batin Hilda setiap kali Hilda melihat Lukas ada di rumah kekasihnya itu baik pagi, siang , sore dan malam karena Lukas saat ini belum mempunyai pekerjaan baru dan juga rumah baru untuk menjadi tinggal pria muda itu dan kedua orang anak pria muda itu yang juga cucu -cucunya itu.

__ADS_1


Bersambung...!!


__ADS_2