
Natusha melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan untuk makan malam. Dimana makanan favoritnya sudah di siapkan oleh Kakak iparnya yang baik hati itu di meja makan. Ia pun tanpa basa basi lagi langsung menyantap habis makanan itu.
" Aku habis ini harus menghubungi Yudha untuk lagu terbaru aku untuk persiapan kelulusan sma kami. " Kata Natusha kepada dirinya sendiri di ruang makan sambil memandangi hpnya sendiri.
" Nat, habisin dulu makan mu itu baru main HP. " Kata Ray yang mengagetkan Natusha dengan muncul begitu saja di ruang makan.
" Ah, ya Kak Ray. " Jawab Natusha segera taruh hpnya di meja makan.
Ray membuka kulkas untuk mengambil sekaleng minuman segar dan sebungkus kacang kulit lalu duduk di depan televisi untuk menonton acara favoritnya yaitu sepak bola.
" Hmm, Ray ganggu aja..! " Gerutu Natusha di kepala gadis remaja itu.
" Natusha, jangan lupa kamu harus rapikan semua barangmu loh karena besok pagi kita akan pulang ke Jakarta. " Kata Ray kepada Natusha dari ruang televisi.
" Iya, Kak Ray. Ini, Natusha mau cuci piring dan gelas dulu ya. " Sahut Natusha.
" Natusha, sini biar Kakak Evelyn yang bantu kamu mencuci piring dan gelas kamu agar kamu bisa merapikan barang mu di kamarmu. " Kata Evelyn dengan senyuman ramah kepada Natusha seraya mengambil piring dan gelas kotor Natusha untuk di bawa ke wastafel di dapur.
" Eve, biarin aja dia yang bersihkan piring dan gelasnya sendiri dan rapihin barangnya sendiri biar dia mandiri. Kamu ke sini saja temani aku. " Kata Ray dari ruang televisi mencegah Evelyn untuk membantu adiknya.
" Tapi, Kak Ray? "
" Sudahlah, Kak Evelyn. Sini, biar aku saja yang membersihkan piring dan gelas ku. Sana, lebih baik kakak temani Kak Ray saja di ruang televisi. " Kata Natusha yang cepat -cepat mengambil kembali piring dan gelas dari tangan Evelyn.
" Ya, sudah. Kamu kerjakan dengan benar ya. " Kata Evelyn kepada Natusha sebelum pergi ke ruang televisi untuk menemani Ray menonton acara sepak bola.
" Kau ini kejam banget sih sama ade sendiri. " Kata Evelyn mencubit pipi suaminya.
__ADS_1
" Aduh, aku bukannya kejam sama ade sendiri , aku cuma mengajarkan dia untuk menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab untuk masa depannya sendiri. Bukankah ia sebentar lagi akan kuliah di luar negeri, maka di mulai dari sekarang ini ia harus belajar segala sesuatunya dilakukannya sendiri. " Kata Ray yang mencium bibir Evelyn yang ingin memprotes dirinya.
" Uuuh, kau ini bisa saja jawabnya. " Kata Evelyn merona karena ciuman Ray sungguh membuat mulutnya tertutup rapat.
"Ya, dong. Siapa dulu suamimu ini?" Ucap Ray yang kembali menciumnya dengan mesra.
Remot televisi di ambil Evelyn dan diganti acara televisi nya dengan film Korea Selatan yang sedang booming dan Ray menghela napas dalam-dalam karena Ia harus mengalah untuk pindah nontonnya di iPadnya karena televisi di embargo istrinya.
" Makasih kamu sudah mengalah untuk aku bisa menonton film kdrama favorit aku." Kata Evelyn dengan senyuman menang dari Ray.
" Iya, sama-sama sayangku, cintaku, Dewi Ku..! " Kata Ray yang mengelus rambut panjangnya Evelyn yang memiliki aroma strawberry, lalu ia sibuk menonton acara sepak bola di iPadnya.
******
Perumahan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
"Sayang.. Aku sudah membuatkan kamu menu spesial untuk sarapan pagi mu loh untuk kamu bisa bekerja dengan semangat. " Kata Rainy Yen istrinya yang terdengar dari ruang dapur di lantai bawah.
" Ya, sayang tunggu sebentar ya aku rapi -rapi dahulu ya..! " Jawab Chiko dari kamarnya.
" Oke, aku tunggu kamu di ruang makan ya..! " Kata Rainy Yen yang terdengar bersiul-siul gembira dari lantai bawah.
Chiko sedang menelepon kekasihnya yang lain yang menanyakan soal Ia akan menjemput kekasihnya di rumah orangtua kekasihnya untuk pergi kerja bersama-sama dengannya.
" Ya, Amanda. Kamu tunggu aku di depan rumah mu sekitar jam setengah tujuh pagi ini. " Kata Chiko dengan suara mesra sekali kepada gadis di seberang.
Lalu, ia mengakhiri percakapannya di hpnya untuk pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama dengan istrinya yang sudah menanti dirinya di ruang makan.
__ADS_1
" Wah, nasi goreng seafood kesukaan aku banget ini...! Wah, terimakasih ya sayang akan sarapan pagi super lezat dari hasil kerja keras kamu untuk aku suamimu. " Kata Chiko yang memberikan ciuman di bibir untuk hadiah rasa terimakasih nya kepada Rainy Yen istrinya.
" Ya, sama-sama sayangku. Ohya, aku juga telah siapkan bekal untuk makan siangmu di kantor kamu berupa menu nasi, ikan goreng balado, telur pindang dan tumis kacang panjang di kotak makan mu. " Kata Rainy Yen istrinya yang telah membawakan sebungkus bekal makanan untuk nya di kantor.
" Hmm, ya.. Terimakasih untuk bekal makan siang darimu untuk aku, sayang." Kata Chiko yang menerima bungkusan tersebut dari Rainy Yen istrinya di halaman rumah mereka sebelum ia masuk ke mobilnya dan berangkat kerja.
Di daerah lainnya, seorang gadis cantik telah menunggu kedatangannya dengan tak sabar untuk mereka bisa berangkat kerja bersama -sama.
" Hai, Amanda sayang. Maaf ya aku telat sedikit menjemput kamu karena tadi di jalanan agak macet..! Ya, maklumin aja ya namanya juga kita tinggal di Jakarta pusatnya macet dimana-mana " Kata Chiko begitu mobilnya berhenti di depan Amanda kekasihnya.
" Ah, ya.. Kak Chiko. Nggak apa -apa kok aku ngerti. " Kata Amanda yang langsung masuk ke mobil.
" Ya, sayang. Wah, sepagi ini kamu sudah cantik banget sih, jadi pengen nyium deh..! " Kata Chiko dengan senyum centilnya kepada Amanda yang duduk di kursi sebelahnya.
" Ah, kamu bisa saja deh buat aku malu. " Kata Amanda dengan wajahnya merah karena malu.
" Ei , Aku memuji pacarku atau tunangan aku sendiri apa gak boleh? " Tanya Chiko kepada Amanda sambil tangannya meraba-raba wajah cantik Amanda untuk di dekatkan kepadanya lalu di ciumnya bibir manis Amanda.
" Ya, bolehlah. " Jawab Amanda yang terlambat karena Ia sudah di cium bibirnya oleh Chiko yang tak sabaran untuk menciumnya.
" Amanda, bibirmu itu seindah bunga mawar merah deh sampai aku kecanduan dengan bibir mu itu. " Kata Chiko yang tak pernah cukup untuk sekali dalam mencium bibir Amanda.
" Kak Chiko, apa kamu masih ingin mencium aku terus menerus sampai kamu tak ingat waktu untuk kita berangkat kerja? " Tanya Amanda dengan senyuman lembut kepada Chiko yang tangannya telah meraba-raba bagian depannya.
" Ah, ya.. Maaf sayang habisnya kamu begitu menggoda ku sih. " Jawab Chiko yang segera melepaskan kekasihnya untuk fokus menyetir mobilnya meninggalkan pekarangan rumah orangtua nya Amanda.
Bersambung!
__ADS_1