Stay For Love

Stay For Love
Episode 118.


__ADS_3

" Lisa, kamu tak memiliki kepekaan terhadap rasa yang ada di dalam hati ku untuk mu. Ah,kau sungguh membuat hatiku merasa pedih setelah kamu mengatakan bahwa kita bukanlah pacar kepada teman-teman kerja kita. " Kata Lukas di dalam hatinya memandangi Lisa yang berjalan masuk ke pabrik bersama dengan rekan -rekan kerja mereka.


Lukas pun mengikuti dengan langkah lesu dan tak bersemangat untuk bekerja di pabrik yang sama dengan tempat kerjanya Lisa gadis manis pujaan hatinya itu.


******


Setibanya Ray dan keluarganya di kota Osaka, mereka langsung menemui Akong Xu di rumah sakit kota Osaka. Rupanya Akong Xu dalam keadaan kritis di ruang rawat darurat karena pendarahan di otak.


" Akong, Ray dan Eve bersama dengan anak-anak sudah datang untuk melihat Akong. " Kata Ray mengajak Eve menjenguk Akong nya di rumah sakit.


" Ray, kamu sudah datang rupanya? " Tanya Akong Xu dengan nada lemah kepada Ray.


" Iya, Akong. Karenanya Akong harus semangat untuk sembuh dari sakitnya Akong dan pulang ke rumah untuk liburan akhir tahun bersama- sama. " Jawab Ray membelai kepala Akong Xu yang di perban.


" Iya, Ray. Akong akan segera sembuh untuk lihat cucu -cucu buyut Akong yang lucu-lucu ini tumbuh besar dan Akong juga ingin berjumpa dengan adik mu yaitu saudari kembar Delia yang pernah Akong lihat di liburan terakhir Akong dan Ahma di pulau sentosa, Singapore. Akong Xu dengar bahwa nama anak itu adalah Natusha dan Ia tinggal di kota Bandung. " Kata Akong Xu dengan nada suaranya bergetar dan semakin lemah saja.


" Akong.. Akong, kau beristirahatlah dahulu dan jangan banyak bicara lagi. Sekarang Akong tidur ya biar Akong bisa cepat sembuh. " Kata Ray menahan kesedihan hatinya itu.


" Ray, jaga keluarga Xu dengan baik ya dan bantu Akong menemukan Kakakmu yang nakal itu di luar negeri lalu mintalah Ia pulang ke Osaka dan melanjutkan hidupnya dengan benar dan Akong tak lagi menentang keinginannya untuk Kakakmu itu bisa menikah dengan seorang gadis pilihan nya sendiri tetapi dengan cara yang benar dan tak merusak masa depan nya dan nama baik keluarga kita. Kau juga jagalah keluarga kecilmu dan Eve, ya cucu ku sayang. " Kata Akong Xu kepada Ray sebelum menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit kota Osaka.


"Kak Ray..! " Panggil Eve pelan dan memeluk Ray untuk memberikan kekuatan kepada Ray.


Ray menangis memeluk jenazah Akong Xu yang berbaring di ranjang pasien di ruang ICU rumah sakit kota Osaka. Eve memeluknya dengan erat dan hangat agar Ia tabah.

__ADS_1


Ahma Xu dan yang lainnya berkumpul di ruangan lain menunggu jenazah Akong Xu di rapikan di ruang jenazah dan akan segera di bawa ke rumah duka kota Osaka untuk di semayamkan di sana selama beberapa hari sebelum di makam nya.


Eve memeluk anak-anaknya saat Ray bersama dengan keluarga sibuk mengurus jenazah Akong Xu dan biaya rumah sakit serta mengurus rumah duka dan lainnya.


" Kak Eve, kau dudulah di kursi karena kamu tak boleh merasa lelah di saat kamu sedang hamil muda untuk kehamilan kedua mu ini. " Kata Ayumi Hamazaki sepupu Ray yang lain.


" Iya, Ayumi makasih. " Jawab Eve dengan nada ramah kepada adik ipar sepupunya itu.


" Sini kau berikan bayi Renata atau bayi Richie untuk aku jaga agar Kakak tak kecapean jaga kedua bayi sekaligus di usia kandungan Kakak yang kedua masih rentan dan muda sekali. " Kata Ayumi Hamazaki sepupu Ray menawarkan diri nya untuk membantu Eve.


" Iya, Ayumi makasih banyak. " Kata Eve yang kini memberikan bayi Renata kepangkuan Ayumi.


Bibi Sri mengambil bayi Richie dari pangkuan Eve agar Eve bisa beristirahat sejenak dengan menyenderkan kepalanya ke bahu Bu Fatma yang duduk di samping Eve dan di tengah Ayumi Hamazaki.


"Kak Ray.. " Panggil Eve di gendongan Ray yang hangat.


" Sssttt kamu tidurlah dengan nyaman di pelukan ku. " Kata Ray yang menundukkan wajahnya dan mencium bibir manis Eve dengan mesra.


Eve tak sadar bahwa ia sudah beberapa lama tertidur pulas dan Ia hanya tahu dirinya itu telah berbaring dengan nyaman di ranjang yang amat lembut dan hangat.


Lalu, Ia terbangun di siang hari ketika matahari sudah menyorot langsung ke arahnya melalui daun -daun pintu jendela kamar yang gordennya tersingkap dan Ia tak menemukan Ray suaminya di sampingnya.


" Selamat siang Nyonya Muda Eve, apakah Anda merasa lapar dan haus di siang hari ini?" Tanya Bu Fatma yang segera menghampiri Eve di tempat tidur.

__ADS_1


" Ah, kepalaku masih pusing dan berat Bu Fatma. Aku tak mau makan apa -apa untuk siang ini. Ah, aku cuma mau tidur sampai aku tak merasa pusing dan lelah lagi. " Jawab Eve yang kembali memejamkan kedua matanya.


" Tapi, Nyonya. Anda di minta oleh Tuan Muda Ray untuk mengisi perut Anda mesikpun sedikit agar asupan gizi untuk kedua janin kembar Anda tetap terjaga dengan baik dan sehat. " Kata Bu Fatma dengan sabar menyuapi Eve makan siang berupa nasi dan sup ayam lezat.


Namun, baru saja dua suapan saja, Eve segera lari ke wastafel di dalam kamar mandi di kamar tidurnya untuk memuntahkan makanan itu ke wastafel.


" Huek! Huek! "


" Nyonya Muda Eve, ini tisunya dan segelas air hangat untuk berkumur Anda. " Kata Bu Fatma yang melayani Eve yang sedang mabuk berat karena mengidam.


" Iya, Bu Fatma makasih banyak, " Jawab Eve yang menerima tisu dan layanan dari Bu Fatma untuknya.


Di rumah duka kota Osaka.


Ray melakukan tugasnya sebagai seorang cucu laki-laki kesayangan mendiang Akong Xu dan juga pewaris kekayaan keluarga Xu dengan cara melakukan ritual doa -doa sesuai peraturan dan agama kepercayaan Akong Xu.


" Semoga Tuhan menjaga mu Akong di Surga dan tenangkanlah dirimu agar jalan mu damai dan lurus sampai ke Surga dan berada di dalam pelukan Yesus Kristus. " Kata Ray di dalam doa nya untuk Almarhum Akong Xu.


" Kak Ray, silakan Kakak untuk makan siang dahulu sebelum Kakak melanjutkan tugas Kakak lagi untuk Akong kita. " Kata Ayumi Hamazaki menepuk bahunya.


" Iya, Ayumi. Aku akan pergi makan siang. Kau temanilah para tamu yang hadir untuk melayat Akong kita dengan membawakan mereka semua camilan kuaci, roti dan kacang kulit di piring -piring kecil di meja tamu. "'Kata Ray kepada Ayumi sebelum Ia pergi makan siang di ruangan lain di rumah duka kota Osaka.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2