
Suasana yang kelam menyelimuti upacara doa untuk Jenny Wildan yang berbaring damai dan tenteram di dalam peti jenazahnya, dimana suami dan anak -anaknya berkumpul bersama dengan handai taulan nya atau sanak saudara nya yang mengelilingi peti jenazahnya sebelum di tutup rapat.
" Ma...Ray dan Eve serta anak -anak telah datang untuk mendoakan Mama bisa tenang di Surga bersama Tuhan Yesus dan Bunda Maria...! Ma.. Lihatlah Papa Doni begitu baik dan mencintaimu dengan tulus..! Dia tak pernah berhenti menangis dan mendoakanmu...!" Kata Ray didalam doa nya.
"Ma..Mama yang Tenang ya di Surga..Janganlah merasa khawatir karena Eve akan selalu ada di sisi Kak Ray untuk membahagiakannya dan juga menjaganya dengan sepenuh jiwa dan raga nya Eve..! " Kata Eve di dalam doanya.
"Mama..William datang untuk mendoakan Mama Jenny yang sangat William sayangi..! Ohya, Ma.. Will juga mengajak Sarah untuk bertemu dengan Mama dan berkenalan dengan Mama..! Cantik ya Sarah pacarnya Will..!" Kata William di dalam doanya.
"Mamaaa..! Rita dan keluarga akhirnya dapat melihat Mama untuk terakhir sebelum Mama di tutup untuk selamanya..! " Kata Rita dengan tangisannya yang begitu menyayat hati sambil memegangi pinggiran peti Jenazah Jenny.
" Mama..! Lukas berjanji akan menjaga keutuhan keluarga kita untuk selamanya demi Mama..! " Kata Lukas dengan sedu sedan nya yang terus mengalir tiada henti.
" Jenny..! Semua salahmu sendiri yang menjadi seorang istri yang membangkang suami sendiri ya jadinya kau harus pergi lebih dahulu daripada aku..! Ohya, kau bawalah rahasia ku di dalam kubur mu agar selamanya anak -anak tidak akan pernah tahu rahasiaku..! " Kata Doni Wildan yang merupakan satu -satunya di dalam keluarganya Jenny yang tersenyum puas di dalam hatinya.
Pendeta membaca doa -doa dan firman -firman yang memberikan hiburan untuk keluarga yang di tinggalkan oleh Jenny sebelum tutup peti telah menutup rapat Jenny di dalam peti jenazahnya yang terbuat dari kayu jati dan cendana yang amat mahal dan indah ukirannya.
Semua itu adalah biaya yang di keluarkan oleh Ray yang menginginkan segala yang terbaik bagi Mama nya yang terakhir agar Ray mempunyai perasaan berbakti sebagai putranya Jenny.
__ADS_1
"Emm..Ray seharusnya uang sebanyak itu kamu berikan kepadaku untuk membeli rumah mewah dan mobil keren untukku..Tapi, kamu memakai uang untuk biaya peti jenazah, rumah duka dan pemakamam Mama mu..!Ugh, kau sungguh anak tiri yang tak tahu diri ya..?!" Batin Doni yang mendumel mengenai biaya yang di keluarkan oleh Ray untuk Jenny sungguh tak masuk logika Doni yang menilai Ray sebagai anak tiri yang tak berbakti kepadanya.
" Papa..Kenapa Papa mengerutkan kening dan melirik sebal kepada Kakak Ray ?" Tanya William dengan tersenyum kecil kepada Doni.
"Nggak napa-napa..! Ohya, kau juga Papa kasih tahu ya jangan terlalu dekat dengan Ray yang busuk itu..!" Jawab Doni nada pelan di samping William.
" Loh kenapa Papa mengatai Kak Ray busuk? Bukankah setahu William sih yang busuk itu Papa yang sudah melakukan pembunuhan tak berencana terhadap Delia adik kandungnya Kak Ray dan juga adik tirinya William dan Kak Lukas? Ah, Wil jadi parno nih..! Apakah jangan -jangan Mama meninggal dunia begitu cepat dan tak terduga ada campur tangannya Papa juga?!" Sindiran tajam William membuat Doni melotot cepat ke arah putra kandung dan putra bungsu nya itu.
" K...Kau jangan pernah bicara sembarangan ya? Papa mu ini bukan seorang pembunuh seperti kamu bilang barusan ?! " Desis marah dan nada teguran Doni kepada William.
"Ouh...Will gak pernah bicara sembarangan..! Will mempunyai bukti tentang Delia..! Dan, kalau memang Mama Jenny juga menjadi korbannya Papa yang mengidap penyakit psikopat gila ? Maka, Papa akan berurusan langsung dengan William..! Karena William gak kan pernah tinggal diam begitu saja kalau menyangkut tentang diri Mama kandung William..! " Balas William dengan airmata kemarahan dan kekecewaan yang amat mendalam terhadap perilaku Papa nya itu.
" Sialan...! Apakah bocah itu telah mendengar percakapan pribadi ku dengan William ?" Pikir Doni yang mencurigai Eve.
Eve memang tak sengaja mendengar desisan Doni dan William yang membicarakan Delia dan Mama Jenny tetapi Eve tak mendengar jelas dan detailnya. Eve hanya mendengar kata Delia dan Mama Jenny yang di sebut -sebut oleh Doni dan William.
" Hmm...Kenapa mereka membicarakan Delia dan Mama Jenny dengan begitu rahasia sekali seakan -akan mereka tak ingin Ray mendengar dan mengetahui percakapan mereka?" Batin Eve.
__ADS_1
Upacara penutupan peti jenazah Jenny telah berakhir dengan lancar di malam hari itu yang merupakan malam sebelum jenazah Jenny di makamkan pada keesokan harinya.
Dimana cuaca yang sangat terik dan panas luar biasa merupakan temani bagi jenazah Jenny yang di makamkan di pemakaman umum di daerah Tangerang yang di kenal dengan nama makam Tanah Cepe.
Ray lah yang menaburkan bunga yang pertama di atas gundukan tanah merah yang menutupi peti jenazah Jenny yang selanjutnya adalah Lukas , William ,Rita dan Doni lalu Eve dan yang lainnya setelah pembaca doa dan firman -firman penghiburan oleh Pendeta.
"Ray..Apakah kamu dan Eve akan segera pulang ke Jakarta setelah ini ? " Tanya Lukas yang bantu yang lain membagikan sekotak makanan kecil kepada para pelayat yang terdiri dari sanak dan saudara serta teman dan kerabatnya Jenny dan keluarga.
"Iya, Kak Luk..Soalnya Ray harus bersiap -siap untuk pergi kerja keluar kota lagi..! " Jawab Ray yang ikut membagikan sebotol minuman air putih kepada para pelayat yang mengucapkan turut berduka cita sebelum pamit kepada Ray dan para anggota keluarga Almarhumah Jenny.
"Emmm..Aku harus cari cara untuk melancarkan rencana ku kepada Eve selagi Ray pergi kerja ke luar kota yang aku dengar barusan melalui Lukas yang bertanya kepada Ray di peristirahatan yang berada di sekitar lokasi pemakaman Tanah Cepe itu.
"Lalu bagaimana dengan Eve dan kedua orang anak -anakmu selama kamu pergi bekerja ke luar kota ?" Tanya Lukas sambil menggendong Edo Wildan yang rewel karena tumbuh gigi susu yang pertama.
" Mereka akan tinggal sementara waktu di rumah Mama Nabila sampai aku pulang dari luar kota atau lebih tepat nya dari kota Makasar." Jawab Ray yang membantu Eve menggendong Richard Gilberto Xu yang kini telah berusia delapan bulan lebih.
Sedangkan, Eve menggendong Renata Gilberto Xu seraya memberikan makan biskuit untuk Marisa Zevanya Wildan yang terlihat langsung akrab dengan Eve yang baru saja di kenal oleh putri nya Lukas sekitar tiga hari yang lalu di sisi kiri Sarah kekasihnya William yang ingin jalin keakraban dengan keluarga kekasihnya itu.
__ADS_1
Bersambung..!!