
" Eh, ei siapa sih kamu ini ? " Tanya Revan nada tak suka dengan Ray yang menepis tangannya yang mengulurkan kado valday untuk Evelyn.
" Gue pacarnya Eve, "Jawab Ray judes menarik Eve kepelukannya seraya menatap angkuh Revan dan Belinda yang terkesiap kaget dengan keangkuhan Ray.
" Pacarnya Eve ? Yang benar aja deh ?! Gw mana mau percaya kalo orang songong kayak Elo gini jadi pacarnya Eve yang menurut Gw sih Eve gak cocok ama Elo yang belagu." Kata Revan nada mengejek kepada Ray.
" Oh , emangnya Gue perlu penilaian Elo untuk Gw dan Eve cocok atau gak untuk jadi pasangan hidup yang paling okay ciptaan Tuhan." Kata Ray nada dingin kepada Revan yang memerah marah dan siap untuk berkelahi dengan Ray.
" Kak Ray..! Revan..! Kalian bisa tidak sih untuk jadi orang -orang dewasa yang tahu aturan ! Ahh , Aku sedang pusing nih !" Ujar Eve nada keras kepada keduanya ,lalu membebaskan dirinya dari Ray ,dan berbalik masuk ke rumah.
" Elo pergi dari sini karena Elo gak di terima di sini! " Usir Ray kasar kepada Revan seraya menutup pintu gerbang dengan kasar di depan wajahnya Revan dan Belinda.
Brakk!
" Ihhh..Jayus banget sih tuh orang ! " Maki Revan.
" Emm, Ray memang gitu orangnya..! Maka, Gue suka sama Dia dari dulu ! Ahhhhhh kalah lagi Gue tuk dapatin Ray..!" Keluh Belinda berjalan pulang ke rumahnya dengan wajah lesu.
" Trus Elo bakal nyerah gitu aja ? ," Tanya Revan.
" Ya, gimana lagi ? Lo , lihat aja cara Ray ngomong ke cewek itu...Mm penuh kata -kata manis yang gak pernah Ray ucapin sedikitpun ke cewek lain selama Gue kenal bahkan dia ke Agnes aja kagak pernah selembut itu." Jawab Belinda pasrah.
" Itu di namakan Lo itu pecundang, Bel ? Elo belum perang udah menyerah kalah ! Gue sih ogah kalau belum ada janur kuning yang menghadang di depan Gue dan Eve. Gue pasti bisa rebut Eve dari Ray." Kata Revan dengan nada penuh percaya diri sekali.
" Ah , suka -suka Elo aja ,Van. Gue gak mau ikut campur masalah Elo yang Gue tahu adalah Elo akan tetap kalah sama Ray karena Eve akan jadi miliknya Ray." Kata Belinda kepada Revan dengan nada tak mau pusing dengan urusan hatinya Revan kepada Eve.
Ray mengikuti Eve ke teras dan duduk di bangku taman di teras rumahnya Eve. Lalu , Ray melirik Eve dengan perlahan -lahan dan wajahnya agak memelas kepada Eve yang marah kepada Ray yang sikapnya terlalu berlebihan bagi Eve.
__ADS_1
" Aku minta maaf atas ketidaksopanan sikapku tadi. Ya, Aku seperti itu karena Aku cemburu atas sikap tak wajar Revan ke kamu , Eve. Aku ini 'kan pacar mu ,Eve. Jadi, wajar dong kalo Aku marah dan kagak suka ada cowok lain kasih kado valday ke kamu." Kata Ray dengan nada yang memelas kepada Eve.
"Mmmm.." Gumam Eve.
" Jangan Emm aja dong." Kata Ray dengan nada memohon kepada Eve seraya berjongkok di depan Eve sampai Eve kaget saat gadis ini mengangkat pandangan matanya dan tak sengaja membuat bibirnya dan bibir Ray saling bersentuhan karena Wajah Ray begitu dekat dengannya.
" Ahh..! " Pekik Eve dengan sepasang matanya melebar terkejut karena bibirnya menyentuh bibir Ray.
Ray tersenyum simpul namun tetap bersikap tak merasa bersalah karena Ia telah mencium bibir Eve secara tidak sengaja dan ada satu keinginan untuk mencium Eve lagi.
Namun suara berdeham dari ambang pintu telah menyadarkan Ray untuk jam kunjungannya untuk jumpa Eve telah berakhir untuk malam hari itu dan Ia pun segera berdiri dan pamit kepada Eve yang masih duduk di bangku taman dengan memerah di wajah manisnya.
" Aku pulang dulu ,ya..! "
Eve mengangguk kepada Ray yang menyalami Tante Nabila lalu pemuda ini berjalan menuju ke mobilnya yang di parkir di depan pintu gerbang rumah nomor 208.
" Iya, Ma.Selamat malam dan selamat tidur." Kata Eve mengecup kedua pipi mamanya dengan di sertai pelukan hangat yang Eve berikan kepada Mamanya itu.
Ray melajukan mobilnya keluar dari perumahan Anyelir menuju ke jalan raya yang sudah gelap dan mulai sepi di seluruh kota Tangerang yang sangat berbeda dengan Ibukota Jakarta yang ramai.
" Mmmm..Manisnya bibir mu Eve." Kata Ray yang senyum -senyum sendiri di dalam mobilnya seraya mendengarkan musik dari lagu artis kpop yang sedang ngetrend dan menjadi idolanya Ray ,yaitu Blackpink.
Suara musik yang cukup keras sampai Ray tidak sadar kalau mobilnya sudah masuk ke kawasan apartemennya. Ia baru sadar ketika Ia melihat ada seorang pemuda yang keluar dari mobil sport di area parkir apartemen. Dan, Ia mengerutkan dahi mengenali pria itu adalah Danny sahabat baiknya yang telah menjalin hubungan kasih secara diam -diam dengan Agnes Cinora.
" Mau apa lagi Danny datang ke apartemen Gue di Jakarta ? " Pikir Ray.
Danny menunggu dengan sabar sekali di depan mobilnya sendiri. Pemuda asal daerah Maluku itu memandangi Ray dari jendela depan mobil sport sahabatnya itu sampai sahabatnya itu telah dapat tempat parkir untuk menaruh mobil dengan benar dan nyaman sesuai peraturan gedung apartemen.
__ADS_1
" Ray..Tolong Elo maafin Gue ! " Pinta Danny nada menyesal kepada Ray yang baru saja membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.
" Minta maaf untuk apa ? " Tanya Ray nada sebal kepada sahabat yang sudah mengkhianatinya itu.
" Ya, karena Gue udah pacari Agnes cewek Loe tanpa sepengetahuan Elo.Dan ,sekarang Gue amat malu untuk bertemu muka dengan Elo , Ray. Tapi, Gue harus minta maaf ke Elo agar Elo bisa bantu Gue untuk dapatkan kembali aset Gue yang udah di kuras abis oleh Agnes gadis sialan itu." Jawab Danny merangkapkan kedua telapak tangannya di depan Ray.
" Itu urusan Lo bukan urusan Gue." Kata Ray acuh tak acuh kepada Danny yang mengikutinya hingga ke lift.
" Ray, Gue mohon kepada Elo Ray..!" Nada suara Danny mengeras di belakang Ray yang tetap acuh tak acuh dan langsung melangkah ke dalam lift dan menutup lift di depan hidungnya Danny.
" Sial..! Awas aja Lo , Ray. Gue akan cari cara lain agar Elo mau bantuin Gue dapatkan kembali aset Gue dari cewek belatung nangka itu." Kata Danny nada keras sambil mengacungkan telunjuknya ke Lift yang tertutup rapat.
Kling..!!
Pintu lift terbuka, Ray berjalan di sepanjang lorong apartemen sampai menuju ke apartemen nomor 107 yang merupakan apartemen tempat tinggal Ray bersama dengan Delia adiknya dan Bibi Umi wanita paruh baya yang mengabdikan diri dan hidupnya untuk bekerja kepada Ray dan Delia.
" Tuan Muda Ray , anda baru pulang ? " Sapa Bi Umi membukakan pintu untuk Ray.
" Ya, Bi Umi. Apakah Delia udah tidur ? " Sapa Ray sambil melepaskan jaketnya dan di berikan pada Bi Umi untuk di taruh di bagian laundry di ruangan belakang dari apartemennya Ray.
" Udah ,Tuan Muda Ray. Nona Delia sudah tidur sejak pukul sembilan malam setelah Nona Delia minum susu nya." Jawab Bi Umi yang memberikan handuk kepada Ray yang akan masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya Ray.
" Oh, baiklah Bi. Makasih, sekarang Bibi sudah boleh istirahat."Ucap Ray begitu ramah kepada Bi Umi.
" Ya, Tuan Muda Ray. Kalo begitu Bibi pergi tidur ya dan selamat malam untuk Tuan Muda Ray." Kata Bi Umi dengan nada hormat kepada Ray , lalu berjalan ke arah kamar untuk istirahat.
Bersambung..!!
__ADS_1