
Ide di otak Ray cuma sekadar tiupan angin di siang bolong belaka. Pasalnya, Ray berubah lagi usai melihat Eve yang baru saja turun dari motor ojek sepulang gadis itu dari sekolah.
" Hmm..Eve.." Panggil Ray menghampiri Evelyn dengan langkah cepat dan masuk ke rumah Eve.
" Hei...Kau mengagetkanku saja deh bagaikan hantu di siang bolong muncul di dalam gerbang rumahku." Tegur Eve memegang dadanya dengan kikuk sambil mengunci pintu gerbang.
" Ya , maaf..Bolehkah Aku lihat -lihat isi dalam ruangan rumahmu ? " Pinta Ray yang sebenarnya cuma di mulut saja. Karna yang benar adalah Ray sudah melangkah ke ruang tamu rumah Evelyn di sambut hangat Mama nya Evelyn dan Ziko yang dengan ceria menarik Ray untuk main playstations di kamar Ziko.
" Halo Tante Nabila ! Halo Ziko..! " Sapa Ray riang.
" Halo Ray , apakabarmu ? Tante dengar kalau kau ini akan menetap di Indonesia di mulai hari ini 'kan? Lalu saat ini sedang memikirkan cara untuk mu menata hidupmu yang baru ?" Tanya Mama Nabila kepada Ray yang dengan sopan sekali dan ramah yang berlebihan bagi Eve itu telah terima suguhan makan siang nya Eve dari Mama Nabila.
" Baik banget , Tan. Dari kemarin siang yang benar Tante. Cuma , hari Ray ingin cari pekerjaan dan rumah tinggal untuk Ray dan Adik Ray , Delia." Jawab Ray santai menyuap makan siang ke mulut nya sendiri tanpa melirik Eve yang memandangi dirinya dengan raut wajah kesal.
"Hmm gitu ,ya ? Emm daripada kau kesulitan cari rumah untuk tinggal di Indonesia. Lebih baik kamu dan Adik mu tinggal saja di rumah Tante Nabila di lantai atas ada dua kamar kosong dan satu kamar mandi tak terpakai dekat aula bebas dan ruang cuci baju dan jemur pakaian. Gimana ?" Tawaran yang menggiurkan bagi Ray mendengar ucapan Mama Nabila.
" Boleh banget tuh. Hmm, itung -itung Ray bayar uang sewa kamar kostan 2 kamar kepada Tante Nabila. Plus , Ray bisa bantu Tante ngurusin Eve dan Ziko di samping Ray mengurusi Delia." Kata Ray yang sangat senang dengan tawaran itu. Ia sudah mengetahui riwayat keluarga Evelyn dari Benny Sang detektif cinta nya.
__ADS_1
" Gak bisa gitu , Ma. Dia orang luar ! " Sanggah Eve menuding telunjuknya ke Ray yang menyuapinya makan siang dari sendok yang sama dengan Ray.
" Aku bukan orang luar..Aku mulai hari ini Kakak spesialmu.." Kata Ray nyengir melihat Evelyn yang membisu dengan suapan makan siang darinya.
" Iya 'kan Tante ? " Tanya Ray dengan nada yang menyebalkan Eve tapi di dengar baik dan sangat menyenangkan bagi Mama Nabila dan Ziko.
" Iya , Eve..Lihat Ray ini dengar benar. Dia anak yang baik ,dewasa dan cekatan dalam segala hal menurut Mama . Dia bisa menggantikan kamu kerja di kafetaria kopi kak Regina ,dan kamu bisa fokus pada sekolahm dengan benar." Jawab Mama Nabila memihak Ray.
" Iya , Kak Eve..Dengan adanya Kak Ray dan Delia di rumah kita ini akan ramai dan lebih aman lho karena cowok dewasa yang akan menjaga kita semua di rumah ini." Kata Ziko yang mendapatkan hadiah kaset playstations terbaru dari Raymond karena memihak Ray dan mengganggap Raymond sebagai salah satu anggota keluarga mereka.
" Ta..Tapi , Ma , Zik ? Jangan sembarangan deh terima anak ini yang tubuhnya aja gede dan jugq dewasa namun otak dan jiwanya agak setengah normal." Kata Eve yang menghindari gertakan gigi Ray yang gemas dengan suara manja dan manis Eve yang menolak Ray menyewa kamar di lantai atas rumahnya.
" Setuju..! " Seru Ziko yang menerima uang saku untuk jajan di sekolah sebesar 100 ribu rupiah dari Ray.
" Di terima.." Kata Mama Nabila yang menerima kartu ktp asli dan fotokopinya Ray sebagai tanda Ray itu warga negara Indonesia yang baik dan tak ada catatan kriminal sama sekali. Meskipun Ray lahir dan besar di luar Indonesia.
" Minum air putih mu.." Kata Ray menyodorkan segelas air putih kepada Eve yang terpaksa untuk menerima gelas itu sebelum Ray menyuapinya minum.
__ADS_1
" Iya..Sudahlah..Seterah kalian saja..Asalkan Dia gak gangguin Aku trus." Kata Eve menyerah dan pergi ke dapur untuk mencuci piring makan siang dan gelas minumnya. Eve tak sadar kalau makan siangnya sebagian telah di habiskan Ray sambil berbicara dengan Mama Nabila dan Ziko tentang Ray yang di usulkan untuk tinggal di rumahnya Eve bersama dengan Delia untuk menghemat biaya hidup Ray selama Ray belum mendapatkan kerja dan hidup yang semestinya di Indonesia.
" Ray , yaudah sana Kau bawa pindahin barang -barang mu dari rumah Jenny ke sini dan taruh di kamar atas ,gih." Kata Mama Nabila menepuk bahu Ray untuk Ray segera berkemas.
" Ya , Tante Nabila. Tunggu bentar ,Ray masih ada satu urusan dengan Eve." Kata Ray melompat dari kursi makan menuju ke dapur untuk membantu Eve mencuci piring di wastafel.
" Hei..Ini uang dp Aku dan Delia." Kata Ray yang menyelipkan sejumlah uang kedalam saku celana seragam olahraga Eve.
" Dp mu dan Delia ? " Tanya Eve memeriksa saku celana seragam olahraga nya menemukan uang yang cukup banyak untuk sewa kostan selama setahun dari Ray.
" Sisanya untuk biaya makan ,minum , bersihkan kamar dan kamar mandi untui ku dan Delia." Kata Ray menambahkan saat Eve menghadapi dirinya usai gadis ini mengeringkan kedua tangan di kain lap yang tergantung di atas wastafel.
"Oke. Cuma Kau jangan pernah ngeluh kalo makan tak seenak di restoran yang biasa kau makan di era masa Kejayaanmu dulu dan tidur tanpa ada ac dan semacamnya yang bisa membuat kamu ada rasa nyaman saat tidur di malam hari." Kata Eve mengajak Ray untuk tour singkat ke lantai atas untuk lihat kedua kamar yang dahulunya adalah kamar tidur kakak -kakaknya Eve sebelum kakak -kakaknya Eve menikah dan berrumah tangga.
" Kamar -kamar ini lumayan lebih nyaman dari kamar Lukas dan William. Juga , di sini ada ruang teras yang segar menghadapi bunga -bunga putih yang cantik ini di malam hari." Kata Ray menatap Eve dari samping bukan menatap bunga -bunga putih di beranda lantai atas rumahnya Eve.
" Bunga Wijayakusuma namanya." Kata Eve yang menengok tepat saat Ray menatapnya dengan tatapan mata yang membingungkan Eve seketika itu juga.
__ADS_1
" Nama bunga yang sesuai dengan penghuni di rumah ini." Kata Ray meyelipkan anak rambut yang menutupi separuh wajah manis Eve ke belakang telinga Eve.
Bersambung..!!