Stay For Love

Stay For Love
Episode 42.


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah rumah nomor 208 telah ramai dengan para penghuninya yang amat sibuk dengan segala kegiatan mereka masing -masing seperti yang dilakukan oleh Ray yang sudah sibuk dengan mobilnya karena Ia akan segera pergi kerja.


"Sayang, aku berangkat kerja ya kamu hati -hatilah di rumah." Kata Ray pamit kepada Eve dengan Ray memberikan kecupan manis di bibir lembut Eve.


" Iya, Kakak Ray-ku sayang kamu juga hati-hati menyetir mobil jangan ngebut dan jangan lupa kalau kamu sudah sampai di kantor mu agar aku tak merasa cemas memikirkanmu."Kata Eve nada lembut pada Ray sambil memberikan bingkisan makan siang untuk Ray kerja.


"Tentu saja, sayang."Jawab Ray begitu ceria dan bersemangat untuk pergi kerja kepada Eve istri tercintanya sebelum Ray masuk ke mobilnya.


Setelah mobil Ray menghilang di pintu keluar dari gerbang perumahan Anyelir. Eve masuk ke garasi rumah untuk mengambil motor nya untuk di pakai Eve pergi berbelanja ke pasar.


"Eve, jangan lupa kamu beliin Mama bubur ayam ya di pasar." Kata Mama Nabila kepada Evelyn dari pintu kawat pelapis pintu kayu di depan ruangan tamu.


" Iya, Ma.Mama tunggu aja Eve pulang dari pasar di sofa." Jawab Eve kepada Mama Nabila sambil memutar motor nya untuk keluar dari rumah.


"Halo, selamat pagi Eve." Sapa seorang gadis muda yang berpakaian modis dengan senyuman yang menyiratkan keberanian yang besar kepada Evelyn.


"Agnes..?"


" Ya, Aku Agnes. Senang kita bisa bertemu di sini. Ku beritahu kau kalau Aku sekarang tinggal di rumah seberang rumahmu." Jawab Agnes Cinora Wang bersikap arogan kepada Evelyn.


" Ohya? Baguslah, kau udah bisa balik dari Kanada ke Indonesia."Kata Evelyn tetap bersikap ramah kepada tetangga nya itu.


" Ya, karena Aku merindukan kekasihku yang amat ku rindukan di sepanjang hidupku." Jawab Agnes Cinora Wang menatap sinis Evelyn.

__ADS_1


"Kekasihmu ? Siapakah kekasihmu itu , Nes?" Tanya Evelyn yang merasa penasaran mengenai diri kekasihnya Agnes yang selalu di banggakan oleh Agnes selama ini.


" Iya, nanti juga kamu akan tahu siapa kekasihku itu, Lyn.Aku ingin mengundang mu ke pesta reuni sekolah Smp kita loh yang akan di adakan di hotel dekat daerah legok, Karawaci." Jawab Agnes yang memberikan amplop surat warna biru kepada Eve.


" Wah, makasih Agnes.Aku udah lama sekali tak berjumpa dengan teman -teman sekolah Smp kita yang sekarang ini mungkin mereka semua sudah berrumah tangga juga ya dan sudah memiliki anak minimal dua orang anak." Kata Eve begitu senang menerima surat undangan reuni Smp nya dari Agnes.


" Iya,mungkin Eve.Ya kita lihat aja nanti di pesta reuni Smp kita untuk dengar cerita hidup mereka di masa sekarang." Jawab Agnes memandangi Eve dengan perasan hati sebal sebenarnya karena Eve sekarang lebih cantik darinya.


"Ok,deh Agnes.Aku mau pergi ke pasar ya untuk ku belanja sayur dan daging takut kehabisan nih karena udah siang." Kata Evelyn dengan senyum ramah kepada Agnes Cinora Wang sebelum Eve meluncurkan motornya ke arah turunan untuk Eve bisa pergi ke kawasan pasar di dalam perumahan Anyelir.


Selagi menunggu Eve pulang ke pasar di ruang tv Mama Nabila berbaring di sofa dengan di temani oleh Ziko yang duduk di sofa sambil main hp nya dengan layar game online.


" Zik, apakah kamu udah sarapan pagi ,belum? " Tanya Mama Nabila menatap Ziko dengan sedih karena Ziko baru saja keluar dari rumah sakit lagi pasca Ziko mengalami drop dan harus melakukan transfusi darah selama tiga hari dua malam untuk mempertahankan hidupnya.


" Ziko, kamu mau makan siang apa nanti siang? " Tanya Kakak Ella yang datang untuk menitipkan putranya yang bernama Alvian di rumah nomor 208 sebelum Kakak Ella dan suaminya berangkat kerja.


" Apa ajalah yang penting Ziko bisa makan dan makanannya juga gak bau." Jawab Ziko mengajak main Alvian yang baru usia sembilan tahun itu di teras.


" Oke,kalau gitu Kakak Ella beliin kamu makan bakso Ko Asun ya?" Ucap Kakak Ella sambil sibuk mengambil sepasang sepatu kerja nya di atas rak sepatu.


" Ya, Kak Ella.Makasih." Jawab Ziko tersenyum.


Kakak Ella dan suaminya sudah berangkat kerja dengan mengendarai mobil inventaris kerja dari suaminya Kakak Ella.Mereka suami -istri adalah pekerja swasta yang sangat sibuk tiap harinya dari pagi sampai dengan malam hari.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian terdengar motornya Eve masuk ke garasi rumah dan pada saat Ziko lihat Eve menjinjing keranjang belanjaan yang Eve turunkan dari motor.


"Nah, ini bubur ayam untuk Mama dan siomay buat Alvian juga ayam wijen untukmu,Ziko." Kata Eve tersenyum lembut kepada Ziko seraya gadis itu melewati ruang tv dengan menjinjing keranjang belanjaannya.


" Iya,Kak Eve.Taruh aja bubur,siomay dan ayam wijennya di piring di meja makan nanti Mama dan Ziko serta Alvian makan." Jawab Mama Nabila kepada Evelyn dari sofa panjang ruang tv.


"Iya, Ma.." Jawab Eve dari ruang makan.


Di kantor tempatnya bekerja, Ray mulai sibuk di depan layar laptopnya dengan sikap profesional sekali sama sesekali melihat orang -orang yang bekerja di luar ruangannya.


"Hai ,Ray kamu masih sibuk nih ?" Tanpa sadar ada seorang pria muda tampan melangkah masuk ruang kerjanya Ray.


" Hai, Jeremi.Tumben kamu mampir ke kantorku. Ada apa nih ?" Tanya Ray tersenyum ramah sekali kepada Jeremi saudara misannya itu.


"Ya, Aku datang untuk ngasih ini untukmu dan ku harap bisa datang bersama dengan Eve istrimu itu ke pesta perayaaan ulang tahun sebulan anak ku dan Belinda." Jawab Jeremi menaruh surat itu di meja kerja nya Ray.


" Wah ,selamat ya atas kelahiran bayi pertama mu dan Belinda, Jer." Kata Ray turut sukacita atas kebahagiaan yang di rasakan saudara misannya itu.


" Ya,makasih Ray dan ku juga berharap kamu dan Eve segera menyusul kebahagiaan kami berdua ini dengan kehadiran buah cinta kalian di kehidupan keluarga kecil kalian." Kata Jeremi dengan sangat tulus sekali mendoakan kebahagiaan bisa juga di dapatkan oleh saudara misannya itu.


" Heem,makasih juga Jer.Ohya, gimana kabarnya Benny dan Sally sekarang ?Apakah kamu tahu kabar mereka setelah lama tak Aku dengar kabar keduanya usai mereka menikah dan honeymoon di Yogyakarta ?" Tanya Ray dengan senyuman di bibirnya kepada Jeremi yang melihatnya sibuk di balik layar laptopnya.


" Mereka memilih untuk menetap di kota Bogor karena Sally punya keluarga besar yang semua nya tinggal di sana.Jika ,kamu ingin tahu alamat rumah mereka.Aku bisa memberikan alamat nya untuk mu." Jawab Jeremi kepada Ray sambil buka hpnya untuk kirim pesan tentang alamat rumah Benny kepada Ray.

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2