Stay For Love

Stay For Love
Episode 111.


__ADS_3

Sarah menangis begitu menyayat hati setelah di hari yang paling buruk baginya karena peristiwa naas yang di alaminya yakni menjadi korban dari tindakan asusila yang dilakukan oleh Doni Wildan ayah kandung dari calon suaminya itu.


"Oom Doni kamu sungguh jahat sekali ! Kamu tega sekali melakukan hal keji kepadaku calon menantu mu sendiri...! " Maki Sarah kepada Doni Wildan yang berdiri dari atas tubuhnya setelah pria paruh baya ini menodainya.


"Kau sungguh manis sekali saat marah, Sarah..! Kau mulai sekarang menjauhlah dari William putra karena kamu sudah menjadi milikku..!" Kata Doni membelai punggung Sarah yang halus dan lembut.


"Aku akan membunuhmu jika aku bisa bebas dari muu...!" Batin Sarah yang penuh dendam.


Doni menjambak rambut Sarah dan menatap mata Sarah dengan sinar kejam yang memiliki arti bahwa Doni mengancam Sarah bila Sarah membongkar rahasianya kepada William. Maka, Sarah akan mendapatkan siksa yang lebih keji lagi dari Doni Wildan sampai gadis malang itu memucat ketakutan sekali dengan ancaman Doni Wildan terhadapnya.


"Terimakasih untuk siang yang menyenangkan bagi ku dari hiburan yang kamu berikan kepada ku, Sarah sayang...!" Kata Doni yang mengecup bibir Sarah dengan paksa sebelum merapikan dirinya lalu pergi dari kamar dan rumah putra nya itu.


Sarah melolong dengan jeritan hatinya yang amat sakit dan pedih karena pemerkosaan yang di alaminya itu mendatangkan luka yang akan membekas untuk selamanya bagi hidupnya dan William.


" Aku lebih mati daripada menanggung aib yang membuatku menderita batin seumur hidupku..! Aku akan menulis surat dan membuat video yang akan ku kirim kepada William mengenai Papa nya yang busuk itu sebelum aku mati..!" Kata Sarah yang menangis tiada berhenti di atas ranjangnya sendiri yang tercemar noda darah kehormatannya yang di renggut paksa oleh calon mertuanya sendiri.


Setelah Sarah berhasil terlepas dari ikatannya di tiang ranjang. Gadis ini merekam video tentang pernyataan dirinya yang terluka karena ternodai oleh Doni Wildan melalui hpnya yang memakai lima menit durasinya sebelum Sarah memotong urat nadi tangannya sendiri dengan pisau dapur di kamar mandi.


Pada jam delapan malam William pulang ke rumah dari perjalanannya mengantarkan surat undangan pernikahannya kepada Benny Wildan dan pria itu terpucat -pucat menemukan Sang pujaan hati bersimbah darah di kamar mandi dan tak bernyawa lagi.


" Tidakk..! Sarahhhhh....!" Jerit William yang mengguncang tubuh Sarah berulang kali untuk menyakinkan bahwa Sarah masih hidup tetapi nyatanya Sarah telah meninggal dunia dengan bunuh diri.

__ADS_1


" Pak William ada apa ini ?!" Tanya para tetangga nya yang berdatangan ke rumahnya begitu para tetangganya mendengarkan teriakannya yang amat memilukan.


" Ouhh..Neng Sarah ! Kenapa si neng Sarah bisa melakukan hal yang nekad begini?" Tanya para tetangganya ikut menangis sedih untuk nasib buruk yang di alami oleh William Wildan yang kini telah kehilangan calon istrinya untuk selama -lamanya.


"Kita harus segera membawa jasad neng Sarah ke rumah sakit untuk di visum serta agar kita dapat surat keterangan dari penyebab Neng Sarah meninggal dunia untuk perumahan yang kita tinggal namanya tetap bersih dari kasus meninggal dunianya Neng Sarah dengan memilih cara bunuh diri yang menyedihkan seperti ini..!" Kata Pak Rt dari perumahan tempat tinggalnya William dan Sarah.


"Ya, Pak Rt..Aku setuju dengan kebijakan yang Anda katakan untuk kebaikan seluruh warga di perumahan umum nasional 1 Tangerang ini..!" Kata William yang tak tahu harus melakukan apa di saat dirinya sedang berduka cita yang sangat mendalam.


******


Ray membuka wa nya lalu terkesiap kaget saat membaca status wa William Wildan yang amat sedih sekali dengan tulisan ' Aku kembali hancur dengan kehilangan cinta -ku untuk selamanya'.


" Kak Ray...Sarah..! Sarah..! " Jawab William yang terdengar tak sanggup bicara lagi karena pria itu terdengar menangis sedih sekali di telinga Ray melalui hubungan seluler telepon hp.


"Ya, ada apa dengan Sarah , Wil ?Oh, beritahu Aku di mana kamu sekarang ?! Tolong, kamu harus tenangkan dirimu sampai aku datang ke tempatmu..! Oke..!" Kata Ray nada cemas namun tegas untuk William tak melakukan tindakan di luar nalar adik tirinya itu di saat adiknya sedang mengalami cobaan hidup yang amat berat.


"Oke..Kak Ray..! " Jawab William dengan nada tercekat namun patuh mendengarkan perintah Ray.


" Eve, tolong kau istirahat lebih awal dan jagalah kesehatan mu dan juga anak -anak di rumah kita karena aku akan pulang terlambat malam ini..!" Tulis Ray di pesan wa nya untuk Eve di rumah apartemen.


Lalu, Ray dengan mengendarai mobil sportnya menuju ke daerah Tangerang atau lebih tepatnya ke rumah sakit Usada Insani untuk menemui Wiliam yang mengabarkan Sarah masuk rumah sakit itu kepada Ray dan yang lainnya melalui status wa William.

__ADS_1


" Wil..Dimana Sarah ?Dia sakit apakah?" Tanya Ray begitu Ia jumpa dengan William di rumah sakit Usada Insani.


"Dia...Sarah ada di ruang jenazah, Kak Ray..! Dia sedang di otopsi oleh tim dokter mengenai penyebab meninggalnya itu..!" Jawab William di pelukan Ray.


"Wil, yang tabah ya? Ada Kakak Ray yang selalu ada untuk menemanimu melewati semua ini..!" Kata Ray mengusap -usap punggung William untuk memberikan kekuatan mental yang kuat kepada William.


Lalu tim dokter keluar dari ruang jenazah untuk memberitahukan hasil visum dan otopsi dari jenazah Sarah kepada William dan Ray serta segenap warga perumahan tempat tinggal dari William dan Sarah.


"Hasil visum menyatakan Almarhumah baru saja mengalami pelecehan seksual dan kekerasan fisik lain yang menyebabkan Almarhumah alami trauma dan depresi akut sampai Almarhumah memilih cara bunuh diri memotong urat nadi di pergelangan tangan kanannya yang akhirnya jadi penyebab meninggalnya Almarhumah Sarah..!" Kata tim dokter yang menyerahkan bukti hasil laboratorium visum dan otopsi kepada Ray yang mewakili William yang sangat terpukul sekali mendengar laporan tersebut.


"Siapa yang sudah tega menyakiti Sarah sampai calon istriku memilih mengakhiri hidupnya..! " Teriak William dengan wajah pucat.


"Pak Rt tolong kau urus surat-surat membawa pulang jenazah Sarah untuk di kirim ke rumah duka Oasis ! " Kata Ray meminta bantuan pada Pak Rt perumahan tempat tinggal William dan Sarah.


" Ya, nak..! " Jawab Pak Rt Sanusi nama pak Rt itu.


"Untuk para warga setempat aku mohon untuk hubungi polisi untuk kasus pemerkosaan keji yang di lakukan orang itu terhadap Sarah melalui cctv nasional dari jaringan internet pemerintah kota Tangerang..! " Kata Ray mengatur para warga setempat yang langsung bersedia untuk membantu Ray dan William.


"Will..Kita harus merapikan barang -barang pribadi Sarah di rumahmu dan hubungi orang tua serta keluarga Sarah di Kota Balikpapan..!" Kata Ray kepada William yang hanya menggangguk untuk mengikuti sarannya itu.


Bersambung...!

__ADS_1


__ADS_2