Stay For Love

Stay For Love
Episode 123.


__ADS_3

Tatapan mata Ray yang mengarah kepada Riza membuat bulu kuduk pria kakak adopsi Natusha meremang yang membuat Riza lari dan cepat bersembunyi di dalam perumahan untuk hindari kemarahan dari Kakak kandung Natusha.


" Natusha, kau masukan ke mobil Kakak lebih dahulu ya karena kakak masih ada sedikit hal yang harus Kakak urus. " Kata Ray membelai kepala Natusha dengan halus.


" Iya, Kak Ray. " Jawab Natusha patuh kepada Ray.


Setelah Natusha masuk ke dalam mobilnya. Ray segera memerintahkan untuk para bodyguard nya untuk menangkap Riza dan menjebloskan Riza dan orang -orang bayaran Riza ke penjara.


" Tuan Muda Ray, tolong kamu ampunilah putra ku yang bodoh ini tapi janganlah kamu masukan Ia ke penjara. " Kata Mama adopsi Natusha yang memohon pengampunan untuk Riza kepada Ray.


" Maaf, Nyonya Budiono. Saya tak pernah bisa memaafkan orang yang sudah melakukan hal kejahatan kepada adik ku yaitu Natusha. " Kata Ray nada tegas kepada Nyonya Budiono.


" Ahhh, Tuan Muda Ray tolong anda lihat Saya dan suami saya yang sudah memperlakukan Natusha dengan kasih sayang yang tulus dan murni dari lubuk hati kami yang terdalam. Karenanya tolong Anda maafkanlah Riza untuk satu kesempatan agar Ia bertobat dari semua kesalahan yang pernah Ia lakukan kepada adik mu Natusha , tetapi janganlah menjebloskannya ke penjara karena kami hanya mempunyai satu anak saja. " Kata Nyonya Budiono dengan nada memohon kepada Ray.


" Tidak bisa, Nyonya Budiono. Riza Budiono telah banyak melakukan tindakan kejahatan di luar perlakuan nya terhadap Natusha. Ia juga telah melakukan tindakan kejahatan terhadap gadis -gadis remaja di perumahan bunga Kamboja merah muda yang di sembunyikan dari Anda dan suami Anda. " Kata Pak Burhan yang mewakili para penduduk atau warga perumahan bunga Kamboja merah muda membuka keterangan terkait kejahatan Riza dan kawan-kawan nya kepada warga -warga perumahan bunga Kamboja merah muda di kalangan remaja putri kepada Tuan dan Nyonya Budiono sebagai orang tua Riza.


Pak Budiono yang mendengar penuturan terkait keluhan warga perumahan bunga Kamboja merah muda mengenai putranya itu tak dapat membela putranya lagi dan Ia menarik istrinya untuk membiarkan Ray membawa putranya ke kantor polisi.


"Kami tak bisa melakukan pembelaan terhadap putra Kami lagi karena putra Kami memang salah dan melanggar hukum, maka Ia harus menerima konsekuensinya sendiri sebagai warga negara Indonesia yang baik. " Kata Pak Budiono yang menyerahkan Riza kepada Ray dan para bodyguard nya Ray.

__ADS_1


" Terimakasih atas pengertian dan jiwa besar Anda yang memahami peraturan yang berlaku di hukum negara Indonesia. " Kata Ray dengan nada sopan namun menyiratkan tak ada lagi bantahan dari keluarga Budiono yang tak suka Riza di penjarakan oleh Ray dan semua warga perumahan bunga Kamboja merah muda.


Kemudian Ray membawa Natusha pulang ke rumah nya di daerah Pik Jakarta Utara dan di sana Ia memperkenalkan Natusha kepada Eve istrinya dan kedua orang anak kembarnya yaitu Richard Gilberto Xu dan Renata Gilberto Xu.


" Selamat datang untuk mu, Natusha. Kenalkan aku adalah Evelyn Kakak ipar mu dan mereka adalah keponakan-keponakan mu. " Kata Evelyn dengan senyuman ramah menyambut Natusha di rumahnya.


" Iya, Kakak Eve makasih banyak." Jawab Natusha dengan senyuman lebarnya kepada Evelyn.


"Nah, Natusha mari kau masuk ke dalam rumah dan lihat kamar tidur mu sendiri di lantai atas. " Kata Evelyn merangkul Natusha dengan lembut lalu menemani gadis remaja itu keliling rumah nya yang megah.


******


" Apakah kamu mau melamar putriku Lisa ?" Tanya Pak Budiman sudjatmiko dengan nada sopan dan ramah kepada Lukas Wildan pacar putri nya itu.


" Iya, Pak. Saya mau melamar Lisa putri Anda untuk menikah dengan saya dan menjadi istri saya dan ibu dari anak -anak saya yaitu Marisa Wildan dan Edo Wildan dengan serius. " Jawab Lukas Wildan dengan nada hormat juga tulus hati melamar Lisa kepada kedua orang tuanya Lisa.


" Jadi kau ini duda beranak dua ?" Tanya Enyak nya Lisa dengan nada tajam kepada Lukas.


" Iya, Bu Ratna. Tapi, Saya duda yang di tinggal meninggal dunia oleh istri saya yang dulunya sangat saya cintai dengan sepenuh jiwa dan raga saya. " Jawab Lukas Wildan dengan nada sopan dan jujur kepada Enyak nya Lisa.

__ADS_1


"Emm, jika Lisa tak keberatan dengan status duda mu itu? Ya, kami sebagai orangtua hanya bisa mendukung nya saja yang penting Lisa bisa mendapatkan kebahagiaan nya sendiri yakni Ia bahagia bersama dengan mu, Lukas. Jadi, kapan kamu akan menikahi Lisa putri kami untuk kamu dapat membuktikan keseriusan mu terhadap Lisa putri kami ?" Tanya Pak Budiman yang amat bijaksana dan pengertian sebagai orang tua kepada Lukas Wildan.


" Secepatnya, Pak. Saya berrencana untuk Saya dapat menikmati Lisa pada bulan depan ini yang bertepatan dengan hari ulang tahun Lisa yang ke dua puluh empat tahun dan Saya berusia tiga puluh dua tahun. " Jawab Lukas Wildan dengan nada serius kepada Pak Budiman dan istri.


" Bagus. Kami setuju dengan mu, Lukas. " Kata Pak Budiman dan istri menyetujui rencana Lukas Wildan yang ingin menikah dengan Lisa di hari ulang tahun Lisa ke dua puluh empat tahun.


Lisa hanya diam mendengarkan percakapan serius antara keluarganya dengan pacarnya itu. Ia kini tak lagi memikirkan Benny Wildan setelah Ia sadar bahwa Ia merasa nyaman di dekat Lukas Wildan.


" Lisa, Aku pulang dulu ya bulan depan aku akan datang untuk membawa mu pulang ke rumahku secara sah dan resmi di hadapan Tuhan, orang tua mu dan teman-teman kerja kita. " Kata Lukas Wildan di pintu rumah orang tua Lisa sesudah kunjungan nya kepada orangtuanya Lisa.


" Iya, Kak Lukas. Lisa akan menanti hari itu di rumah dengan sabar. " Kata Lisa dengan wajah merona kepada Lukas Wildan yang merengkuh wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut.


Benny Wildan dari seberang rumah orangtuanya Lisa melihat adegan mesra Lisa dengan Lukas Wildan dengan hati kosong karena pria muda ini merasakan sakit hatinya karena Lisa telah jadi milik Lukas Wildan Kakak sepupunya sendiri.


" Kak Ben..Lihat aku mempunyai sesuatu untuk mu. " Kata Larasati isterinya dari dalam rumah nya.


" Iya, Laras ada apa? " Tanya Benny Wildan yang cepat menghadapi istrinya yang memegangi alat testpack di tangan dan memperlihatkan benda pipih itu kepadanya.


" Aku hamil, Kak. " Jawab Larasati isterinya yang menangis bahagia di hadapannya.

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2