
Ray merapikan barang -barang miliknya yang ada di tempat tidur pasien karena hari ini Ray akan pulang dari rumah sakit Mount Elizabeth dengan suasana hatinya Ray sedang berkabung untuk mengenang Almarhumah adiknya yakni Delia.
"Del,Kakak doakan kamu tenang dan damai di sisi Tuhan Yesus dan Daddy di Surga yang menjaga mu di Surga.Jangan khawatirkan Kakak ya karena Kakak dapat menjaga diri kakak dengan baik -baik di sini." Kata Ray di dalam hatinya sambil tangan nya menyentuh galeri foto di hpnya untuk melihat berbagai kenangan indahnya bersama Delia.
"Ray,apakah kamu sungguh akan pergi ke Filipina sekarang juga?Apakah kamu tak perlu menanti kamu benar-benar sehat?" Tanya Ahma Xu yang menyentuh bahu Ray yang bergetar karena Ray menahan tangisnya.
" Ya,Ahma..Ray harus mencari adik Ray yang satu nya lagi di Filipina sesuai petunjuk dari Akong,dan Ray merasa tak perlu menunda waktu lebih lama lagi untuk menemukan adik Ray yang satunya lagi supaya Ray bisa kembali ke Indonesia untuk Ray dapat melanjutkan hidupnya Ray bersama dengan Evelyn istri Ray." Jawab Ray menggenggam jari lembut dan berkeriput milik Ahma Xu.
Tak lama kemudian Ray melangkah keluar dari rumah sakit bersama dengan Akong Xu dan Ahma Xu yang mengambil jalan yang berbeda dengan jalan yang di pilih oleh Ray.
"Akong,Ray akan pergi ke bandara untuk pergi ke Filipina." Kata Ray yang menghentikan mobil taxi di depan jalan rumah sakit lalu berpamitan dengan Akong Xu dan Ahma Xu yang menggunakan mobil lain untuk menuju ke Pulau Sentosa untuk urusan lainnya.
Ibukota Jakarta,Indonesia.
Hari yang di lalui oleh Evelyn begitu lambat sekali bagi Eve yang hari demi hari merindukan Ray yang tak ada kabarnya sama sekali semenjak Evelyn mengetahui kabar terbaru tentang Ray suaminya dari William di Ibukota Balikpapan,Kalimantan Timur.
__ADS_1
" Ray mempunyai urusan penting dengan kliennya ke Singapura,Eve.Maaf ya apabila Aku tak sempat memberikan kabar mengenai Ray kepada kamu. Itu ,dikarenakan Aku sibuk banget dengan urusan proyek nih yang masih harus di tangani dengan sempurna sesuai prosedur perjanjian kerja kami dengan klien kami yang berasal dari negeri Jiran atau Malaysia." Kata William Wildan di Wa nya pada Evelyn pada hari Eve begitu menginginkan Ray di sisinya.
" Ya,Wil..Makasih atas informasimu mengenai Ray suamku..Maaf ya kalau Aku sudah mengganggu mu yang sibuk kerja." Kata Evelyn dengan suara nya begitu sedih sekali karena rasa yang amat menyiksanya itu.
" Maaf,Eve.Gue gak mau kasih tau Elo mengenai Ray yang di bawa ke Singapura untuk mendapat pengobatan mengenai penyakitnya.Hal ini karena Akong Xu meminta Gue gak kasih tau Elo agar Elo gak kepikiran terus menerus mengenai Ray." Kata William Wildan yang bicara sendiri dengan hpnya yang di genggamnya erat itu.
" Wil..Sedang apa kamu sendirian di situ?" Tanya seorang gadis berpenampilan sederhana yang membawa sejumlah berkas ditangan kanan dan menghampiri William Wildan yang berdiri di salah satu jembatan altenatif di proyek yang sedang di kerjakan oleh William Wildan di Balikpapan.
"Aku habis teleponan dengan Istrinya Ray yang menanyakan Ray kepada Ku..Hei,Sarah tumben banget sih siang -siang gini kamu datang sendiri ke lapangan." Jawab William Wildan dengan nada ramah sekali kepada Sarah gadis manis yang mendatanginya itu.
" Ya,gaklah karena Aku udah janji sama Tuan Xu dan juga Ray untuk gak kasih tau kondisi Ray yang sakit cukup parah sehinggga harus di larikan ke rumah sakit luar negeri oleh Tuan Xu.Ah,sudahlah Sarah.Kita gak usah bahas masalah Ray dan Eve lagi..Lebih baik kita bahas masalah kita berdua saja..Yuk.." Jawab William Wildan yang memberi senyuman semanis mungkin kepada Sarah yang membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manisnya juga.
Kota Bekasi Barat,Indonesia.
Benny Wildan membawa berkas surat penting di tangannya yang segera Ia perlihatkan kepada Sally yang sedang berbaring tidur siang karena udara panas yang membuat pusing kepala Sally.
__ADS_1
"Surat apa ini,Ben?" Tanya Sally segera bangun dan duduk di tempat tidur saat Benny datanginya di kamar nya.
" Buka saja sendiri." Jawab Benny singkat sekali kepada Sally yang dengan bingung namun Sally membuka surat itu dan membacanya lalu Sally menengadahkan kepalanya memandangi Benny yang tersenyum lebar menunjukkan kemenangan di pihak Benny.
"Ah ,apa maksud mu Ben? Kamu diam -diam telah mempersiapkan surat perceraian di pengadilan agama kota Bogor? Hei apa kamu sudah lupa kalo kamu gak bisa ceraikan Aku tanpa membayar semua yang pernah Aku berikan kepada kamu dengan berikut bunganya? Kamu juga gak bisa menceraikan Aku karena aku mengandung anak mu?" Tanya Sally melotot dengan nada menuntut kepada Benny Wildan.
" Aku bisa menceraikanmu karena anak di perut kamu itu bukan anakku dan satu lagi pembayaran yang orangtua mu minta untuk Aku dapat cerai dari kamu sudah di lunasi oleh sepupu ku yang membantuku menyewakan pengacara terbaik di Indonesia untuk aku bebas dari kamu.Dan hari ini Aku memberikan surat cerai secara resmi dan sah dari pengadilan agama kota Bogor kepada kamu yang akhirnya di mulai detik ini bukan lagi istriku dan silahkan kamu keluar dari rumah Lestari pada siang hari ini juga." Jawab Benny dengan nada yang amat tegas sekali bagaikan halilintar di siang hari bagi Sally.
" Ben..Kamu jangan pernah mengkhayal kamu ini bisa menceraikanku...! Berapa uang yang kamu punya untuk sewa pengacara terbaik di Indonesia dan Aku gak pernah percaya bahwa kamu ada sepupu yang memiliki kemampuan dan kasta yang setara dengan keluargaku?!"Ucap Sally nada merendahkan Benny.
" Ada..!" Terdengar suara yang sangat lembut dan tegas sekali yang datang dari seorang wanita muda yang sangat cantik yang muncul dari pintu kamar bersama dengan Mia Renata dan Susan.
" Kau siapakah? Kenapa kamu ikut campur urusan ku dengan Benny Wildan ?" Tanya Sally dengan nada marah dan menghina kepada Evelyn yang mewakili Ray untuk membantu Benny mengusir Sally dari kehidupan Benny sekaligus membantu Benny di dalam penilaian Sally yang selama ini Benny hanyalah pria kurang segalanya di banding kehidupan dan ekonomi keluarganya Sally.
" Aku Evelyn Esterlita Gilberto Xu sepupu Benny Wildan yang berhak untuk membantu Benny dapat keluar dari cengkeraman wanita ular berkepala dua sepertimu..!" Jawab Evelyn berwibawa sekali sampai Sally kalah dengan kewibawaan dan juga keanggunan yang di miliki oleh Eve yang telah di perlihatkan oleh Eve di hadapan Sally.
__ADS_1
Bersambung..!!