
Selama seminggu Eve di rawat di rumah sakit dan selama seminggu pula Ray menjaga Eve di luar ruang pasien nya Eve, semua itu di lakukan oleh Ray dengan sungguh hatinya.
" Ray, kapan kamu kembali ke kota Palembang untuk melanjutkan pekerjaanmu yang tertunda di karena kekasihmu di rawat di rumah sakit ?" Tanya Oom Bruno di Wa kepada Ray setelah Ray pulang dari mengantarkan Eve dan Kakak pertama Eve pulang ke rumah mereka di perumahan Anyelir setelah Eve sembuh.
" Oom Bruno, kirimkan saja berkas kerja miilik Ray ke Jakarta untuk Ray kerjakan di Jakarta saja." Jawab Ray sambil membuka laptopnya di meja kerjanya di ruang kerja apartemennya.
"Yang benar aja kamu, Ray ? Kita akan kehilangan tender lho jika kamu tak ada di kota Palembang untuk proyek mesin melebur bijih kopi dan coklat.." Kata Oom Bruno tampak gusar dari suaranya di hp.
" Gak usah khawatir , Oom. Ray tahu kok siapa Pak Bram itu ? Dia itu bukan seorang klien yang baik untuk bisnis kita karena dia seorang pebisnis yang terkenal dengan kelicikannya." Kata Ray tenang.
" Ah yang benar kamu , Ray? Kamu jangan suka sembarang menuduh orang tanpa bukti yang jelas dan tepat sebagai alasan mu untuk menolak kerja di bisnis kita ini." Ucap Oom Bruno berdecak lidah.
" Coba , Oom Bruno klik fitur yang Ray kirim ke Oom Bruno. Sekarang."Kata Ray dengan nada yang serius sekali.
" Ya, tunggu bentar lima menit Oom buka laptop Oom dulu." Jawab Oom Bruno ada rasa sedikit penasaran juga dengan nada suara Ray yang di dengarnya sangat serius itu.
Selama lima menit menunggu Oom Bruno untuk buka laptop milik pria usia lima puluh tahun itu yang masih berada di Palembang. Ray membuka Wa untuk melihat status di Wa nya Eve.
"Emm..Lagi -lagi Eve posting foto Xiao Zhan nya di status Wa nya." Kata Ray tersenyum kecil sendiri.
Dan, satu menit berlalu Ray mendapatkan pesan di Wa nya dari Singapura. Ia pun segera membaca pesan yang di tujukan untuknya itu dari Mommy Regina.
" Ray, Kamu harus segera pulang ke Singapore untuk lihat Daddy mu yang sedang sakit keras dan di rawat di rumah sakit." Pesan yang di kirimkan oleh Mommy Regina Wang untuknya.
__ADS_1
"Iya, Mommy." Jawab Ray di pesan Wa nya untuk Mommy Regina.
Malam itu juga Ray kembali ke Singapore untuk menemui Daddy nya untuk terakhir kali di dalam hidupnya.Ray menangis di depan jenazah Daddy nya yang masih berbaring di ranjang pasien di rumah sakit terbaik di singapore.
"Ray, pesan dari Daddy mu adalah Daddy mu ingin di makamkan di kampung halamannya di kota Medan dan juga semua warisan dari Daddy mu jatuh kepadamu dengan satu syarat kamu wajib menafkahi dan membiayai hidup Mommy Regina dan saudara -saudari tirimu sebagai anggota dari keluarga mu juga." Kata pengacara Sean Wu yang merupakan pengacara pribadi Daddy Handoko Gilberto Xu kepada Ray.
"Iya, Paman Sean Wu. Ray mengerti dan terima kasih atas segala yang Paman lakukan untuk membantu Daddy nya Ray selama Ray tidak ada di sisi Beliau sampai akhir hayat Beliau." Kata Ray menerima surat wasiat dari mendiang Daddy nya yang di sampaikan oleh pengacara pribadi Daddy nya itu.
Di Tangerang, Indonesia.
Delia yang mendapat kabar duka dari Ray yang memberitahukan anak itu kalau Daddy mereka telah meninggal dunia karena sakit jantung yang tiba -tiba itu sama tidak menangis melainkan anak itu tampak merasa bebas tanpa adanya Daddy nya yang sangat di takutinya itu.
" Delia bebas ! Yeay, Delia bebas ! " Sorak Delia.
" Del..?" Ziko menggeleng kepala karena Delia tak mengerti arti kehilangan seorang ayah yang pernah di alami oleh Ziko saat Ziko masih kecil.
"Zik ,lihatlah gadis di jalan mawar 7 tuh. Cantik 'kan ?" Ucap William menggoda Ziko yang mulai muncul masa -masa remajanya dan tertarik pada lawan jenis.
"Iya, cantik." Jawab Ziko tersipu malu.
Lukas beranjak dari tempat duduknya untuk temui Eve yang sibuk memanjat pohon mangga milik tetangga sebelah rumahnya Eve.
" Eve hati -hati nanti kamu jatuh..!" Jerit Lukas.
__ADS_1
" Iya, Kak Lukas tenang aja Eve mahir manja kok." Kata Eve yang sibuk memetik buah mangga satu persatu dengan gembira setelah Eve mendapat izin dari pemilik pohon buah mangga itu.
"Neng, buah mangga di atas itu kelihatan matang bisa kamu petik kok ,"Kata Tante Sofi dari bawah pohon mangga kepada Eve yang memanjat makin ke atas dan nyaris duduk di atas genteng rumah tetangganya itu.
"Wah tomboy banget kamu ,Eve." Kata Revan yang melihat Eve di atas pohon mangga milik tetangga seberang rumahnya dari teras dalam rumahnya.
"Cewek kayak monyet kampung itu banyak banget penggemarnya seperti Ray dungu yang termakan rayuan maut cewek barbar itu." Kata Belinda yang mencemooh Eve.
"Ei, Elo jangan pernah sekali -kali mengejek Eve monyet kampung ! " Tegur Revan marah kepada Belinda.
"Trus masalah buat Gue? " Tanya Belinda dengan nada judes kepada Revan.
"Hei ! Hei kalian berdua jangan berantem karena hal pepesan kosong belaka yang artinya sangat merugikan kita semua dengan kalian ribut karena tetangga seberang yang memalukan itu." Kata Danny melerai adik -adiknya akan berdebat keras karena Eve si gadis pacar barunya Ray.
Eve bersorak riang gembira karena berhasil dapat buah mangga yang besar dan rasanya manis usai Eve mengupas mangga dan membagikan mangga kepada Lukas, William dan Delia kecuali Ziko yang di larang makan buah mangga.
"Waaah manisnya mangga ini..!" Seru Delia lahap memakan buah mangga.
" Aku juga mau jajan buah."Kata Ziko yang ngiler ingin makan buah juga.
"Tunggu, Kakak ambilkan buah apel mu di meja makan di rumah kita." Kata Eve yang segera lari ke rumahnya dan mengambilkan sepotong kecil buah apel yang sudah di rebus dahulu untuk hilangkan kalsium nya atau kadar air di dalam buah apel itu.
Lalu Eve ingin kembali ke warung Tante Jenny tapi Eve menunda perjalanannya selama semenit agar Eve bisa mengambil hp nya di sofa panjang di ruang tv untuk gadis ini bisa mengetahui kabar baru dari Ray yang masih berada di Singapura.
__ADS_1
" Ini buah apel mu , Zik." Kata Eve memberikan apel kepada Ziko yang langsung menerima apel nya dan memakannya dengan penuh kenikmatan sekali.
Bersambung...!!