
Nastusha berusaha untuk menjauhkan diri dari tatapan mata kakaknya yang menatapnya dari kursi di seberangnya dengan tatapan mata yang membingungkan dirinya dan membuatnya tak nyaman.
" Aduh, kenapa sih dengan Kak Riza ?Kenapa sedari tadi ngeliatin aku terus menerus?" Pikir Nastusha yang segera menghabiskan makanan nya dengan cepat lalu mencuci piringnya dengan cepat pula.
Setelah itu Nastusha segera berjalan keluar dari rumahnya ke arah taman komplek perumahan tempat tinggalnya untuk menemui seorang teman yang selalu menjadi teman curhatnya itu.
" Eliza, Gue mau cerita nih sama Elo. " Kata Nastusha begitu ia bertemu dengan temannya di taman.
"Ya, Nat. Sini kau duduk dulu di bangku taman ini dengan ku sambil makan cilok enak. "Kata Eliza ramah kepada Nastusha seraya menawarkan jajanan nya kepada Nastusha.
" Emm, makasih Eliza. Kamu emang sohib ku yang paling baik deh. " Tutur Nastusha manis.
" Hehehe ya sama-sama Nat. Kita kan teman baik sejak sd loh. Jadi ya kamu gak usah ada rasa sungkan sama Aku ya?" Ujar Eliza ramah kepada Nastusha seraya menikmati jajanan cilok.
Nastusha cerita tentang orangtuanya yang sedang pergi ke luar kota untuk urusan masing -masing dan Ia harus tinggal di rumah bersama dengan kakaknya yang bernama Riza kepada Eliza.
" Iya, trus? " Tanya Eliza ingin tahu kepada Nastusha.
" Kakak Riza ngeliatin aku terus menerus dari aku masak nasi putih dan telor ceplok hingga aku selesai makan siang sampai aku merasakan sesuatu yang membuat ku tak nyaman untuk tinggal serumah dengan Kak Riza saat ini, Eliza. " Jawab Nastusha secara terbuka menceritakan segalanya kepada Eliza.
" Emm, kalau memang kamu merasa kurang nyaman untuk tinggal serumah dengan Kakak Riza yang ngeliatin kamu dengan aneh? Aku punya solusi untuk masalahmu, Nat. " Kata Eliza begitu menyayangi sahabatnya itu.
__ADS_1
" Apa solusinya, Eliza? " Tanya Nastusha.
" Kau menginap saja di rumah ku sampai Mama dan Papa mu pulang dari urusan mereka di luar kota. " Jawab Eliza ramah kepada Nastusha.
" Emm, apa orangtua mu tak merasa terganggu dengan aku menginap di rumah kalian selama beberapa hari sampai kedua orangtua ku pulang dari urusan mereka di luar kota? " Tanya Natusha dengan nada cemas kepada Eliza.
" Ouh, kamu gak usah khawatir karena orangtua ku sangat menyukai mu untuk kamu menginap di rumah kami selama beberapa hari sampai orang tua mu kembali ke rumah kalian sesudah urusan mereka di luar kota selesai. " Jawab Eliza yang selalu mengerti keadaan sahabatnya itu.
"Baiklah, kalau begitu Eliza. Aku akan pulang ke rumah untuk mengemasi barang -barang ku dulu ya? Lalu aku akan ikut kamu pulang ke rumah mu. " Kata Natusha tersenyum berterimakasih kepada Eliza.
"Iya, Nat. Biar kamu merasa aman saat kamu mengemasi barang-barang mu di rumah mu? Aku akan menemani mu pulang ke rumahmu. Yuk, temanku yang manis. " Kata Eliza meraih tangan Natusha untuk bergandengan tangan dengan Natusha lalu mereka bersama-sama ke rumah Natusha.
Riza memperhatikan Natusha pulang ke rumah dengan di temani Elisa dari sofa ruang keluarga dengan tatapan matanya yang mencorong ke arah kamar Natusha sampai adiknya keluar dari kamar sambil membawa koper besar dan tas sekolah di punggung adiknya.
" Natusha ada acara study tour travel ke luar kota, Kak. " Jawab Natusha dengan cepat sekali menemukan alasannya.
" Yang benar saja kamu ? Bukankah tadi saat jam makan siang kamu bilang bahwa kamu tak ada acara apapun dari sekolah mu? Kok, kenapa sekarang ini kamu bilang kamu ada acara study tour travel ke luar kota dari sekolah mu?" Tanya Riza dengan tatapan matanya yang penuh selidik kepada Natusha.
"Iya, karena aku baru ingat bahwa aku ada acara study tour travel ke luar kota dari sekolah ku. Jadi, maafkan Natusha ya karena Natusha harus membiarkan Kakak tinggal di rumah sendirian untuk beberapa hari saja. " Jawab Natusha yang cepat memberikan koper nya kepada Eliza yang cepat menyeret koper temannya itu keluar dari rumah temannya dan menunggu di pintu.
Riza memegangi tangan Natusha untuk cepat Ia cegah kepergian adiknya itu dari rumah mereka lalu Ia berkata dengan nada halus dan penuh perhatian kepada adiknya yang sangat manis itu.
__ADS_1
" Natusha, apa kamu sudah memberitahu Papa dan Mama mengenai study tour travel ke luar kota dari sekolah mu itu? Kakak sih cuma tak mau ada kesalahan saja dalam mengurusi mu sebagai adik perempuan kakak satu-satunya. Itu, saja loh gak ada yang lain yang ingin kakak Riza katakan untuk mu." Kata Riza yang tangannya yang lain di taruh di atas rambut panjang dan indah Natusha.
" Ya, sudah. Natusha sudah bilang kok kepada mereka." Jawab Natusha cepat dan menepis tangan kakaknya lalu berjalan dengan cepat ke pintu untuk segera keluar dari rumahnya.
Elisa menatapnya dengan cemas lalu mereka secepatnya meninggalkan Riza di rumah tanpa mereka mengucapkan selamat tinggal untuk berpamitan dengan Riza yang berdiri di batas pintu rumah.
******
Lisa mengunci pintu rumah kontraknya sebelum berangkat kerja di pagi hari berikutnya yaitu hari selasa dan Ia mengendarai sepeda motor nya itu menuju ke pabrik konveksi di daerah cengkareng kota Tangerang.
" Pagi, Lisa. Tumben sepagi ini kamu sudah tiba di pabrik?" Sapa Lukas menunggunya di depan pabrik sambil menyodorkan bungkusan plastik hitam isi sarapan pagi untuk Lisa.
" Ya, nih Kak Lukas ya kebetulan di jalanan Aku gak ketemu macet sama sekali yang membuat ku bisa datang ke pabrik sepagi ini, " Jawab Lisa senyum manis kepada Lukas lalu melihat isi kantong plastik hitam yang di sodorkan Lukas kepada nya.
" Wah, kue cucur, kue **** dan kue kerucut! Wah apa kue -kue ini untuk ku ?" Tanya Lisa dengan sepasang mata bersinar-sinar kepada Lukas.
" Iya, kue-kue ini untuk mu biar kamu sarapan pagi sebelum kerja. " Jawab Lukas tersenyum manis melihat wajah bahagia Lisa diberikan sarapan pagi kue kesukaan gadis itu dari Lukas.
" Wah, terimakasih banyak Kak Lukas. Kamu itu emang the best deh..! " Sorak Lisa sambil tangan kanannya menepuk bahu Lukas.
"Aduh, romantis sekali sih kalian sepagi ini udah pacaran aja di depan pabrik, " Kata salah teman kerja mereka yang menggoda mereka dengan mengira mereka berdua pacaran.
__ADS_1
"Hei, Tuti kamu jangan asal ngomong dong ? Gue dan Kak Lukas sama sekali gak pacaran! Kami berdua cuma sebatas teman kerja. Gak lebih. " Kata Lisa menjelaskan kepada Tuti teman kerja mereka tanpa melihat wajah Lukas mendung usai mendengar jawabannya kepada Tuti.
Bersambung..!!