
Seulas senyum terbentuk di bibir manis Evelyn di pagi hari yang sangat bersahabat baik dengan Eve untuk kali ini adalah Eve tidak mengalami mabuk yang kerap kali mengganggu aktivitas hariannya.
" Ummm...Segar sekali udara pagi hari ini dan Aku tidak terlalu mual hebat untuk hari ini dan Aku bisa melakukan kegiatan ku yang sudah lama sekali di abaikan olehku selama Aku mabuk karena hamil muda ku saat ini." Kata Evelyn menghirup aroma bunga lili putih yang di gantung di balkon kamar pribadinya.
" Selamat pagi, Eve sayang..!" Sapa Mama Jenny dari balik pintu kamarnya Eve.
" Eh, pagi Mama..Mama Jenny sejak kapan datang ke rumah ?" Eve segera menghampiri Mama Jenny yang kini menjadi Mama mertua nya dengan nada dan sikap yang sopan sekali.
" Baru aja Mama datang, Nak.Ayo sini duduklah di kursi ruang makan untuk sarapan pagi yang sudah Mama bawakan dari rumah Mama untuk mu dan dua calon cucu Mama di perutmu yang mungil ini, Sayang." Kata Mama Jenny menggandeng tangan Evelyn dengan lembut untuk mengajak Evelyn ke ruang makan.
"Sup bubur teratai ?" Tanya Evelyn begitu duduk di kursi ruang makan sambil menatap semangkuk sup bubur teratai di atas meja makan.
" Iya, bubur teratai sangat baik untuk kesehatan fisik mu dan kedua janin kembar di rahim mu, Eve. Mari cepatlah kamu makan dan habiskan selagi sup masih hangat." Jawab Mama Jenny dengan kasih sayang kepada Evelyn.
" Iya, Ma..Makasih." Kata Evelyn dengan patuh dan mulai menikmati sarapan paginya dengan baik.
"Eve, apa kamu sudah minta izin kepada Ray soal kamu ingin pergi bekerja di toko baju Tante Mira di pasar dekat perumahan kalian ini?" Tanya Mama Jenny kepada Evelyn dari ruang dapur karena kini Mama Jenny sibuk membuatkan makan siang hari ini untuk Evelyn sesuai janjinya kepada Ray yang sedang bekerja di kota Balikpapan,Kalimantan Timur.
" Belum, Ma. Eve belum sempat kasih tahu ke Kak Ray soal keinginan terbesar Eve untuk kerja biar ada kegiatan dan Eve gak jenuh di rumah terus -menerus kayak ayam di kandangin." Jawab Eve nada sopan kepada Mama Jenny sambil makan sup teratai dengan perlahan -lahan karena Evelyn harus sabar menahan rasa mual dan ingin muntah saat menelan sup teratai itu.
"Hmm kalau kamu belum bilang ke Ray..Ya ,kamu tak bisa kerja, Eve. Karena Mama khawatir banget Ray akan marah kepada Mama yang udah kasih info tentang pekerjaan di luar rumah untuk mu." Kata Mama Jenny yang membawakan minuman segar rasa buah jeruk nipis kepada Evelyn.
__ADS_1
" Emm begitu ya, Ma ?" Tanya Evelyn menghela napas.
" Iya, Eve.Kamu lebih baik di rumah saja selama tiga bulan masa awal kehamilan mu dan kamu bisa mengisi waktu luang mu dengan membaca buku panduan menjadi Ibu hamil yang baik dan belajarlah merajut baju bayi,sarung tangan dan kaos kaki ,topi atau hal lainnya dengan kamu bisa sambil istirahat sesudah kamu sibuk bolak -balik kamar mandi" Jawab Mama Jenny yang sekarang menaruh wadah kecil di bawah sofa panjang yang di tidur Evelyn di ruang tv.
"Ya ,deh Ma. Ah ,Eve mau menulis novel aja di apk favorit Eve." Kata Eve sambil mengutak -atik hp nya dan mulailah Eve sibuk di hpnya dengan Eve menulis novel sesuai imajinasinya sendiri.
Siang hari pun tiba untuk Eve harus makan siang menu ikan pari tim dan sup bayam jagung bening karya Mama Jenny yang mengawasinya makan siang itu dengan senyuman yang mengharuskan Eve menghabiskan makan siangnya itu selama dua jam.
" Sudah waktumu untuk tidur siang ,Eve." Kata Mama Jenny untuk jadwal Eve berikutnya sesudah Evelyn makan siang.
Sementara itu di sebuah sekolah SLTP ternama di Jakarta Utara ada Delia yang berdiri dengan hati gelisah menunggu jemputannya datang kepada nya di depan pintu gerbang sekolahnya itu.
"Gio , kamu kok baru keluar dari kelas ?Apakah kamu habis di hukum oleh Pak Guru Usman di kelas ?" Tanya Delia tersenyum simpul kepada Gio teman sekelasnya itu.
" Engga dong..Aku habis selesain jadwal piket di kelas." Jawab Gio menawarkan jajanan telur sosis gulung kepada Delia.
" Oh ,gitu Gi ? Jadwal piket ku kapan ya ?Kok Aku gak pernah ikutan piket kelas sih selama Aku di sekolah ini ?" Tanya Delia sambil mengunyah telur sosia gulungnya kepada Gio.
"Karena kamu gak normal sih maka kamu gak pernah ingat jadwal piket mu," Jawab Gio dengan cengiran yang menyiratkan ejekan kepada Delia.
" Heiii, Gio enak aja kamu ngomong Aku ini kagak normal..! Aku normal tahu..!" Bentak Delia marah kepada Gio sambil mendorong Gio ke tengah jalan raya dan nyaris membuat Gio terserempet mobil yang melintasi jalan raya itu.
__ADS_1
" Aduduhh..Dasar kamu anak gila ,Del..! Awas ya ku balas kamu..!" Teriak Gio yang menerjang Delia dengan kepalan tangannya nyaris mengenai pipi Delia.
" Jangan pernah bersikap kasar dengan cewek,ya? Kalau kamu gak mau di bilang banci..!" Tegur Ziko yang memeganng tangan Gio dan memelintirnya dengan cepat sampai Gio meringis kesakitan.
" Aduduhh..Sakit..!! " Rintih Gio memegangi tangan kanannya yang di pelintir Ziko.
" Kalian berdua jangan berkelahi di jalanan dong ! " Teriak anak -anak lainnya yang berusaha keras untuk melerai Ziko dan Gio.
" Aduh.." Rintih Ziko yang tubuhnya lemas karena Ia lupa dirinya menderita sakit gagal ginjal demi menolong adik dari Kakak Iparnya yang di sakiti oleh teman sekolah mereka.
" Kak Ziko..Kamu gak apa -apa 'kan ?" Tanya Delia memeluk Ziko yang menahan rasa sakitnya itu dengan kesulitan.
" Aku gak apa -apa, Del.Ayo kita pulang ke rumah Kakakmu yang tak jauh dari sekolah mu..Lihatlah sudah ada Pak Alex yang menjemputmu.." Jawab Ziko berdiri dengan susah payah namun tetap di tegarkannya demi Delia tak takut.
" Nona Del..Maaf ya Saya datang telat untuk Saya bisa jemput Anda..Mari Nona masuk ke mobil.." Kata Pak Alex supir pribadi Delia dengan minta maaf kepada Delia.
" Gausah banyak bicara deh..Cepat kamu bantu Aku bawa Kak Ziko ke rumah sakit.Lihat tuh Kak Ziko kesakitan." Kata Delia dengan nada yang amat mendesak sekali kepada Pak Alex sambil Ia menuntun Ziko masuk ke mobil jemputannya itu.
" Iya, ya Non Del..Saya bantu Anda segera..!" Sahut Pak Alex membantu Ziko masuk ke mobil dengan sigap sekali.
Bersambung..!!
__ADS_1